SULUT BLUE DATA, Pemprov Sulut Perkuat Tata Kelola Kelautan Berbasis Digital
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Sekprov Sulut Tahlis Gallang
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui peluncuran SULUT BLUE DATA, sebuah ekosistem integrasi data kelautan dan perikanan berbasis digital untuk memperkuat pembangunan ekonomi biru di Bumi Nyiur Melambai.
Peluncuran platform inovatif tersebut dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., mewakili Gubernur Sulut, dalam kegiatan Talk Show bertajuk “Membangun Kolaborasi dan Integrasi Data Kelautan dan Perikanan Berbasis Digital guna Mendukung Pembangunan Ekonomi Biru di Sulawesi Utara” yang berlangsung di Hotel The Sentra Manado, Senin (2/11/2026).
Dalam sambutannya, Tahlis menegaskan bahwa kehadiran SULUT BLUE DATA merupakan langkah transformatif untuk mengatasi persoalan fragmentasi data kelautan dan perikanan yang selama ini tersebar di berbagai instansi pemerintah, lembaga penelitian, hingga mitra pembangunan.
Menurutnya, platform tersebut tidak sekadar menjadi aplikasi teknologi informasi, melainkan sebuah ekosistem kolaborasi yang mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan akurat.
“SULUT BLUE DATA bukan sekadar platform aplikasi atau perangkat IT semata, melainkan sebuah ekosistem kolaborasi yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga pelaku usaha. Kita menjembatani science, data, and policy agar keputusan pemerintah ke depan berbasis bukti riil, bukan asumsi,” ujar Tahlis.
Tahlis mengungkapkan, Sulawesi Utara memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Hal ini tercermin dari produksi perikanan tangkap yang terus meningkat dan mencapai lebih dari 370 ribu ton pada 2025.
Produksi tersebut ditopang sejumlah komoditas unggulan daerah, di antaranya tuna, cakalang, tongkol, dan malalugis.
Selain perikanan tangkap, Sulut juga memiliki potensi lahan budidaya perikanan lebih dari 171 ribu hektare yang tersebar di 15 kabupaten dan kota.
Namun, besarnya potensi tersebut membutuhkan sistem tata kelola yang didukung data terintegrasi, presisi, akurat, dan terstandar.
Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya kelautan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem bahari serta mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Dalam implementasinya, integrasi data melalui SULUT BLUE DATA tetap mengacu pada kerangka data sharing sesuai ketentuan perundang-undangan serta semangat kebijakan Satu Data Indonesia.
Pemprov Sulut juga menaruh perhatian pada keberlanjutan operasional platform tersebut. Untuk itu, seluruh kepala perangkat daerah terkait serta Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota se-Sulawesi Utara diinstruksikan menyiapkan operator data, mekanisme kerja yang terstruktur, serta dukungan anggaran yang memadai.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan SULUT BLUE DATA tidak hanya berhenti pada peluncuran, tetapi benar-benar menjadi instrumen strategis dalam pengambilan keputusan dan pembangunan sektor kelautan serta perikanan.
Kegiatan peluncuran dan talk show ini diprakarsai Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara di bawah pimpinan Salman Mokoginta, S.St.Pi., M.Si.
Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra pembangunan, yakni WCS Indonesia, RARE Indonesia, serta Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara, jajaran Forkopimda, pimpinan tinggi pratama, akademisi, serta insan pers.
Melalui peluncuran SULUT BLUE DATA, Pemprov Sulut menegaskan komitmennya membangun sektor kelautan dan perikanan yang lebih modern, kolaboratif, berkelanjutan, serta berbasis data sebagai fondasi penguatan ekonomi biru di Sulawesi Utara.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar