Nama Ferry Liando Menguat di Bursa Rektor Unsrat, Ini Sikap Tegas Dekan FISIP
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Dr. Ferry Daud Liando, S.IP, M. Si. (dok.istimewa)
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Dinamika menjelang pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2026–2030 mulai menghangat.
Sejumlah nama mencuat dalam bursa calon pemimpin universitas, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si.
Di tengah dukungan dan dorongan dari berbagai kalangan yang menginginkan dirinya maju dalam kontestasi tersebut, Ferry justru memilih merespons secara hati-hati.
Ia menegaskan tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai calon rektor maupun melakukan pendekatan kepada anggota senat untuk menggalang dukungan.
“Terima kasih atas seluruh bentuk dukungan publik. Namun perlu saya tegaskan, selama ini saya tidak pernah mendeklarasikan diri untuk maju dalam pencalonan,” ujar Ferry, Kamis (29/10/2026).
“Saya juga tidak pernah menghubungi satu pun anggota senat pemilik suara untuk menggalang dukungan,” tegasnya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Ferry tidak ingin mendahului mekanisme kelembagaan yang berlaku dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi Unsrat.
Bahkan, ia secara terbuka mengakui masih terdapat sejumlah figur di lingkungan Unsrat yang menurut penilaiannya memiliki kapasitas dan pengalaman lebih matang untuk memimpin universitas.
“Saya merasa belum memiliki kapasitas dan keunggulan jika dibandingkan dengan mereka,” ungkapnya.
Rekam Jejak Panjang di Lingkungan Unsrat
Terlepas dari sikapnya tersebut, Ferry Daud Liando memiliki perjalanan panjang dalam dunia akademik dan manajerial di lingkungan Universitas Sam Ratulangi.
Sebelum dilantik sebagai Dekan FISIP Unsrat pada April 2024, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Ketua Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan, Ketua Program Studi S2 PSP, Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan, serta Sekretaris dan Ketua Senat Akademik FISIP Unsrat.
Pengalamannya juga mencakup pengembangan pendidikan pascasarjana. Ferry turut memprakarsai pendirian Program Magister Tata Kelola Pemilu melalui kerja sama Unsrat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Selain itu, ia ikut merintis pengembangan bidang Ilmu Pemerintahan pada jenjang magister sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik fakultas.
Dua Tahun Kepemimpinan, FISIP Catat Sejumlah Pengembangan
Sejak memimpin FISIP Unsrat, sejumlah pengembangan akademik dan pembenahan infrastruktur menjadi bagian dari agenda kepemimpinannya.
Pada 2025, FISIP Unsrat menghadirkan dua program studi magister baru, yakni Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) dan Magister Administrasi Publik (MAP).
Berlanjut pada 2026, tiga program studi di lingkungan FISIP, yakni Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Negara, dan Antropologi, disebut berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Pengembangan fasilitas juga dilakukan melalui pembangunan dua gedung baru untuk menunjang aktivitas akademik dan pelayanan di lingkungan fakultas.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Ferry memberikan perhatian pada peningkatan mutu dan budaya akademik, pembenahan sarana dan prasarana, serta pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Suksesi Rektor Bukan Sekadar Perebutan Jabatan
Dukungan terhadap Ferry Daud Liando menjadi salah satu bagian dari dinamika menjelang suksesi kepemimpinan Unsrat periode 2026–2030.
Namun, pernyataannya yang menegaskan tidak pernah mendeklarasikan diri maupun menggalang suara senat memperlihatkan bahwa ia memilih tidak mendahului proses resmi pemilihan rektor.
Pada akhirnya, suksesi kepemimpinan Unsrat merupakan proses kelembagaan yang harus mengedepankan kapasitas, integritas, visi pengembangan universitas, serta kepatuhan terhadap mekanisme yang berlaku.
Tantangan ke depan bukan hanya menentukan sosok yang akan menduduki kursi rektor, tetapi juga memilih pemimpin yang mampu memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas riset, mengembangkan inovasi, serta menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
Di tengah dukungan yang terus bermunculan, Ferry Daud Liando memilih menyampaikan sikapnya secara terbuka. Baginya, proses dan kepentingan institusi tetap menjadi hal penting dalam dinamika pergantian kepemimpinan di Universitas Sam Ratulangi.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar