BSG Perkuat Pembiayaan UMKM Gorontalo, Dorong Skema Penjaminan Bersama OJK
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Kegiatan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat bersama TPAKD ini berlangsung di Ruang Dulohupa Lantai 3, Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (29/10/2026).
Gorontalo, MEDIAALTERNATIF.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan BSG dalam Workshop Penguatan Peran Industri Penjaminan dalam Mendukung Pengembangan UMKM di Provinsi Gorontalo, yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 se-Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat bersama TPAKD ini berlangsung di Ruang Dulohupa Lantai 3, Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (29/10/2026).
Dalam forum strategis tersebut, BSG hadir sebagai salah satu narasumber utama. Bank SulutGo diwakili Pemimpin Divisi Operasional dan Layanan, Nasrudin Herlambang, yang membawakan materi bertajuk “Pembiayaan UMKM dan Pemanfaatan Skema Penjaminan”.
Nasrudin menekankan bahwa peran perbankan, khususnya BSG, sangat penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, penguatan kerja sama dengan industri penjaminan menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan kredit sekaligus mengelola risiko pembiayaan secara lebih efektif.
“Bank SulutGo terus berkomitmen untuk memperkuat pembiayaan UMKM secara berkelanjutan. Melalui optimalisasi pola kerja sama yang erat dengan industri penjaminan, kita dapat memitigasi risiko kredit sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah yang selama ini belum bankable,” ujar Nasrudin.
Dalam pemaparannya, Nasrudin turut mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan perbankan.
Persoalan keterbatasan agunan serta risiko bisnis menjadi kendala yang kerap menghambat pelaku usaha, khususnya UMKM yang belum memenuhi persyaratan perbankan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, skema penjaminan bersama perusahaan penjaminan dinilai dapat menjadi solusi strategis dalam membuka peluang pembiayaan yang lebih luas.
Melalui pola kerja sama ini, risiko kredit dapat dikelola secara lebih terukur sehingga perbankan memiliki ruang untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif.
Upaya tersebut juga sejalan dengan Fase II implementasi Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Industri Penjaminan Indonesia Tahun 2024–2028 yang didorong OJK.
Workshop dan HLM TPAKD 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari regulator, perbankan, perusahaan penjaminan hingga pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Pusat, Insan Hasani; Kepala Direktorat Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Pusat, Dyah Kristina Puguh; serta Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert Sianipar.
Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, serta perwakilan kepala daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mempercepat akses keuangan daerah sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui forum ini, sinergi Bank SulutGo, OJK, dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan kebijakan serta inovasi pembiayaan yang berpihak pada UMKM.
Dengan penguatan skema penjaminan dan perluasan akses kredit, BSG optimistis sektor UMKM dapat semakin berkembang, meningkatkan daya saing, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi regional di Provinsi Gorontalo.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar