Monumen Pierre Tendean di Remboken Diresmikan, Wagub Sampaikan Pesan Patriotisme Gubernur Yulius
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

Wagub Victor resmikan Monumen Patung Pahlawan Nasional Kapten Anumerta Pierre Tendean di Desa Sendangan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. (Istimewa)
Remboken, MEDIAALTERNATIF.ID – Monumen Patung Pahlawan Nasional Kapten Anumerta Pierre Tendean di Desa Sendangan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, resmi diresmikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J Victor Mailangkay, S.H., M.H., Senin (28/9/2026).
Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung patung dan penandatanganan prasasti. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Victor Mailangkay membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., yang menekankan pentingnya keberadaan monumen tersebut sebagai pengingat sejarah dan nilai patriotisme.
Gubernur Yulius menyampaikan bahwa monumen Pierre Tendean tidak boleh dipandang hanya sebagai karya seni atau bangunan fisik.
Keberadaannya diharapkan menjadi pengingat sekaligus pengobar semangat generasi muda untuk tidak melupakan sejarah, keberanian, dan nilai-nilai patriotisme.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian perhelatan Remboken Pulang Kampung yang berlangsung pada 27–29 September 2026.
Peresmian monumen ini menjadi bagian dari konsep three-in-one yang menggabungkan tiga agenda sekaligus, yakni peresmian monumen pahlawan revolusi, hajatan pulang kampung diaspora Remboken dari berbagai daerah dan mancanegara, serta peringatan HUT ke-57 Kerukunan Swarga Pakasaan Remboken (KWPR).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat pulang kampung bagi seluruh warga Remboken sedunia yang telah melangkahkan kaki kembali ke kampung halaman,” ujar Wagub Victor saat membacakan pesan tertulis Gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius juga menyebut momentum Remboken Pulang Kampung sebagai simbol persaudaraan yang terus terjaga, sekaligus memperkuat identitas Tominahasa dan penghormatan terhadap putra terbaik bangsa.
Kehadiran warga Remboken dari berbagai daerah, termasuk diaspora dari luar negeri, dinilai menunjukkan kuatnya ikatan silaturahmi serta mencerminkan falsafah hidup Sitou Timu Tumou Tou, yakni manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.
Pemprov Sulut juga berharap warga diaspora dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, khususnya di sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Selain pesan mengenai sejarah dan patriotisme, Gubernur Yulius melalui Wagub Victor juga mendorong KWPR dan warga diaspora untuk memprakarsai program bimbingan belajar bagi putra-putri Remboken dan Sulawesi Utara.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak daerah sehingga memiliki peluang lebih besar mengikuti seleksi sekolah unggulan, seperti SMA Taruna Nusantara, perguruan tinggi, sekolah kedinasan, hingga Akademi TNI/Polri.
Sejarah Pierre Tendean
Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean lahir pada 21 Februari 1939 dan gugur pada 1 Oktober 1965 saat menjalankan tugas sebagai ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution.
Pierre Tendean kemudian dimakamkan dengan penghormatan negara di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada 5 Oktober 1965 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 111/KOTI/Tahun 1965.
Setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, gelar Pahlawan Revolusi yang sebelumnya diberikan kepada sejumlah tokoh kemudian berada dalam kedudukan yang setara dengan gelar Pahlawan Nasional.
Perhelatan Remboken Pulang Kampung diinisiasi Kerukunan Warga Remboken (KWR) atau Kerukunan Swarga Pakasaan Remboken (KWPR) bersama panitia lokal yang dipimpin James Karinda dan Ketua Umum Panitia Joubert. Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Dewan Pembina KWPR Pusat, Letjen TNI (Purn.) Glenny Kairupan.
Turut hadir Ketua KWPR Jakarta Evita Sumajouw, Ketua KWPR Sulut Pdt. Renata Ticonuwu, M.Th., perwakilan Kapolda Sulut Kombes Pol. Muhammad Mukhdori, S.I.K., Kapolres Minahasa AKBP Steven Jr. Simbar, S.I.K., Camat Remboken Moniung, S.H., para Hukum Tua, pimpinan BUMD, serta ribuan warga asal Remboken dari berbagai daerah hingga Amerika Serikat, Belanda, dan Jerman.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai aksi sosial, di antaranya penghijauan lingkungan, penyaluran bantuan ke panti asuhan dan panti werdha, layanan pengobatan gratis di Kantor Camat Remboken, serta peninjauan sejumlah potensi pariwisata alam lokal.
Dengan diresmikannya monumen tersebut, Remboken diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu kawasan wisata sejarah dan budaya di Sulawesi Utara.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar