Anik Yulius: Berbeda Suara, Satu Harmoni, Semangat Sulut Angkat Potensi Kelapa ke Dunia
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua TP PKK Provinsi Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus hadir sekaligus menjadi juri dalam Choir Competition
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Harmoni suara menjadi pesan kuat dalam rangkaian World Coconut Day 2026 di Sulawesi Utara. Ketua TP PKK Provinsi Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus hadir sekaligus menjadi juri dalam Choir Competition atau Lomba Paduan Suara, salah satu agenda dalam perhelatan tersebut.
Kehadiran istri tercinta Gubernur Yulius yang juga menjabat Ketua Dekranasda dan Ketua Umum LPPD Provinsi Sulawesi Utara itu turut menyemarakkan kegiatan yang mempertemukan seni, kreativitas dan potensi ekonomi daerah.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta Wakil Ketua TP PKK Sulut Dr. Merry Elisabeth Kalalo.
Bagi Anik, paduan suara tidak sekadar menjadi ajang menunjukkan kemampuan bernyanyi. Lebih dari itu, paduan suara mengajarkan nilai kebersamaan dan bagaimana perbedaan dapat menghasilkan sesuatu yang harmonis.
“Berbeda suara dapat menghasilkan harmoni yang indah,” menjadi pesan yang disampaikan Anik dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, paduan suara mengandung nilai kedisiplinan, kekompakan, kemampuan untuk saling mendengar, menghargai perbedaan serta bekerja bersama untuk mencapai satu tujuan.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan semangat masyarakat Sulawesi Utara dalam membangun daerah.
Dari panggung paduan suara, semangat yang sama kemudian terlihat dalam Coconut Expo. Berbagai produk olahan kelapa hasil karya UMKM, kelompok tani, perajin, koperasi hingga pelaku ekonomi kreatif ditampilkan dalam rangkaian World Coconut Day 2026.
Expo tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih luas potensi kelapa Sulawesi Utara, sekaligus mendorong produk kelapa agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
Upaya tersebut diarahkan melalui hilirisasi, inovasi produk, peningkatan kualitas, penguatan desain dan branding, hingga perluasan akses pasar.
Bagi Anik, seni, kreativitas, UMKM dan potensi kelapa merupakan kekuatan yang dapat bergerak beriringan dalam membangun ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan identitas Sulawesi Utara ke tingkat nasional dan internasional.
World Coconut Day 2026 pun tidak hanya menjadi perayaan komoditas kelapa. Ajang tersebut menjadi panggung untuk memperlihatkan bahwa Sulawesi Utara memiliki talenta, kreativitas serta produk yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas.
Dari harmoni suara hingga kreativitas olahan kelapa, satu pesan mengemuka: berbeda suara, satu harmoni.
Dari Sulawesi Utara untuk Indonesia dan dunia.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar