Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Nasional » Rendy Umboh Dorong Parliamentary Threshold 0 Persen: Jangan Ada Suara Rakyat Terbuang

Rendy Umboh Dorong Parliamentary Threshold 0 Persen: Jangan Ada Suara Rakyat Terbuang

  • account_circle Media Alternatif
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID -Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Rendy Umboh menolak wacana sekadar menurunkan angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).

Menurutnya, jika tujuan utama sistem pemilu adalah memastikan suara rakyat terwakili, maka ambang batas tersebut semestinya ditetapkan 0 persen.

banner 336x280

Pernyataan itu disampaikan Rendy dalam diskusi Masukan dan Kajian Bersama Rakyat (Makamarakyat) JPPR di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Diskusi bertajuk “Membaca Ulang Desain Elektoral: Antara Kepatuhan Konstitusional dan Kepastian Jadwal Pemilu” tersebut menghadirkan sejumlah pakar untuk membahas kondisi demokrasi, sistem elektoral, serta dinamika penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Rendy menilai, menurunkan ambang batas menjadi 3, 2, bahkan 1 persen tetap tidak menyelesaikan persoalan keterwakilan suara pemilih.

“Tidak setuju diturunkan! 3, 2, bahkan 1 persen sekalipun tidak relevan dalam menjaga suara rakyat tidak terbuang. Yang benar adalah di-nol-kan, itu baru menghargai dan menghormati kedaulatan rakyat!” tegas Rendy.

Menurut dia, suara rakyat yang telah dikonversi menjadi perolehan suara partai seharusnya tidak kembali terhalang oleh ambang batas untuk memperoleh kursi di parlemen.

“Suara rakyat yang sudah terkonversi jadi kursi harus diberikan, dan tidak terhalangi oleh penghalang yang kita kenal sebagai Parliamentary Threshold. Ya nol persen dong!” lanjutnya.

Dua Opsi Ekstrem

Meski mendorong PT 0 persen, Rendy menyebut terdapat opsi lain apabila pembentuk undang-undang justru memilih pendekatan penyederhanaan jumlah partai politik di parlemen.

Jika penyederhanaan partai menjadi tujuan utama, ia mengusulkan agar ambang batas justru dinaikkan secara signifikan.

“Tapi kalau tidak mau, dan pendekatannya pada penyederhanaan partai politik, maka dinaikkan aja sekalian, 5–7 persen,” ungkap Rendy.

Ketua Bawaslu Minahasa periode 2018-2023 itu menilai keberadaan ambang batas perlu dikaji dengan melihat fungsi partai politik di parlemen, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan checks and balances.

Rendy juga menyoroti konfigurasi politik di parlemen sejak pelaksanaan Pemilu 2004 hingga sekarang.

Menurutnya, dinamika politik di parlemen pada praktiknya cenderung terbagi ke dalam dua kelompok besar, yakni kelompok yang berada di pemerintahan dan kelompok di luar pemerintahan.

“Disebut oposisi juga kurang tepat karena sistem kita tidak mengenal oposisi,” ujarnya.

Karena itu, Rendy menegaskan pilihan terkait parliamentary threshold perlu ditentukan secara tegas, dengan tetap mendasarkan kebijakan pada argumentasi konstitusional sebagaimana pesan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jadi, pilihan soal parliamentary threshold ini harus ekstrem memang: di-nol-kan, atau dinaikkan dari angka 4 persen itu tadi. Tinggal pembuat undang-undang yang memutuskan, sepanjang argumentasinya memadai sebagaimana pesan MK dalam Putusan 116/2023,” pungkasnya.

Pakar Soroti Kualitas Demokrasi

Pandangan Rendy tersebut mengemuka dalam diskusi yang juga membahas kualitas demokrasi dan desain pemilu Indonesia.

Pakar pemilu sekaligus Profesor Bidang Politik Universitas Indonesia, Valina Singka Subekti, menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang menurutnya mengalami kemunduran kualitas atau regresi demokrasi, khususnya dalam aspek representasi politik di parlemen dan dinamika penyelenggaraan pemilu.

Valina juga menilai partai politik maupun penyelenggara pemilu masih menghadapi persoalan dalam memenuhi standar ideal, termasuk dari sisi integritas, independensi, dan profesionalisme penyelenggaraan pemilu.

Dari perspektif hukum tata negara, pakar hukum tata negara Margarito Kamis turut membedah aspek konstitusionalitas sistem pemilu.

Margarito berpendapat parliamentary threshold maupun presidential threshold sebaiknya ditiadakan.

Menurutnya, penghapusan ambang batas tersebut sejalan dengan semangat awal pembentukan konstitusi.

Ia juga menilai esensi demokrasi adalah memastikan suara rakyat tidak terbuang dan mendorong agar isu penghapusan ambang batas diperjuangkan hingga 0 persen.

Selain persoalan threshold, Margarito menyoroti desain pemisahan pemilu lokal dan nasional.

Ia menilai jeda waktu 2 hingga 2,5 tahun di antara keduanya berpotensi menimbulkan persoalan, terutama berkaitan dengan mekanisme pengisian jabatan kepala daerah dan DPRD.

Margarito juga mengusulkan agar pemilihan presiden dan pemilihan legislatif dipisahkan.

  • Penulis: Media Alternatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Pengurus Golkar Sulut dengan Gubernur Yulius di Wisma Negara Bumi Beringin (foto : istimewa)

    Musda XI Golkar Sulut Tuntas, MEP Sowan ke Gubernur YSK, Ini Kata CEP

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara (PG Sulut) sukses dilaksanakan di Grand Kawanua International City (GKIC) Convention Center, Manado, Sabtu (11/4/2026) pekan lalu. ‎Hasil Musda XI menetapkan Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai ketua terpilih dengan dukungan penuh dari DPD II Kabupaten/Kota se-Sulut. ‎Setelah rangkaian Musda XI rampung, ketua terpilih langsung […]

  • Kadis Pendidikan Femmy Suluh (foto : ist)

    Jelang Penutupan PDPB 2026, Sejumlah SMA dan SMK di Manado Masih Kekurangan Pendaftar

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Menjelang berakhirnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026, sejumlah SMA dan SMK di Kota Manado masih berjuang memenuhi kuota siswa baru. Hingga mendekati penutupan masa pendaftaran, beberapa sekolah tercatat masih minim peminat. Kondisi ini membuat jumlah pendaftar di sejumlah satuan pendidikan belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kepala Dinas […]

  • Cuaca Ekstrem! Pemdes Kumelembuai Satu Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    Cuaca Ekstrem! Pemdes Kumelembuai Satu Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Kumelembuai, MEDIAALTERNATIF.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Utara (Sulut) mulai berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Desa Kumelembuai Satu. Hujan deras disertai angin kencang membuat risiko bencana seperti tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang semakin tinggi. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Kumelembuai Satu melalui Pejabat Hukum Tua Rivo Mongkaren SE mengimbau seluruh masyarakat untuk […]

  • MTPJ GMIM 3 – 9 November 2024 : Aku Harus Berada Dalam Rumah Bapa-Ku

    MTPJ GMIM 3 – 9 November 2024 : Aku Harus Berada Dalam Rumah Bapa-Ku

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Lukas 2:41-52 ALASAN PEMILIHAN TEMA Rumah merupakan bangunan sebagai tempat tinggal. Khusus bagi hewan atau binatang sering disebut sangkar, sarang, atau kandang. Tapi bagi manusia, rumah adalah tempat kediaman keluarga untuk membangun kehidupan yang di dalamnya ada perjumpaan antara suami istri dan anak-anak. Karena itu disebut rumah tangga yang di dalamnya mereka bisa saling mengasihi, […]

  • Sekprov Sulut Matangkan Pencatatan Perkawinan Massal dan Sosialisasi IPBK

    Sekprov Sulut Matangkan Pencatatan Perkawinan Massal dan Sosialisasi IPBK

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mematangkan persiapan dua agenda strategis dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 dan Hari Kependudukan Sedunia. Hal tersebut dibahas dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulut bersama Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan […]

  • YSK – Victory Ziarah ke Makam Mantan Gubernur Sulut di TMP Kalibata

    YSK – Victory Ziarah ke Makam Mantan Gubernur Sulut di TMP Kalibata

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur (Wagub) Victor Mailangkay memimpin ziarah ke makam para mantan Gubernur Sulut di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Rabu (10/9/2025). ‎Ziarah dan tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini menjadi momentum penuh makna, ketika sejarah dan […]

expand_less