Kapolres Bitung Pertemukan Tiga Tokoh, Kesalahpahaman Berakhir Damai: “Torang Samua Basudara”
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- print Cetak

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah dialog. (dok.istimewa)
Bitung, MEDIAALTERNATIF.ID – Kesalahpahaman yang sempat memicu perselisihan akhirnya berujung pada perdamaian. Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam sebuah dialog kekeluargaan sebagai upaya meredam persoalan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Transit Kapolres Bitung, Rabu (16/9/2026), dengan mempertemukan Hasisanto Pasa alias Kep Anto selaku Ketua Forsa Warkop Bitung, Richard Mamuntu selaku Ketua Ormas Adat Esa Keter, serta Mario Mamuntu selaku Ketua Ormas Brigade Nusa Utara.
Kapolres Bitung didampingi Kasat Intelkam dan KBO Intelkam Polres Bitung secara langsung membuka ruang komunikasi bagi ketiga pihak untuk menyampaikan pandangan sekaligus mencari jalan keluar atas kesalahpahaman yang terjadi.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk saling mendengar dan memahami, tanpa menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang untuk saling menyalahkan.
Dari dialog tersebut, Hasisanto Pasa, Richard Mamuntu dan Mario Mamuntu akhirnya sepakat saling memaafkan serta mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi.
Kesepakatan itu sekaligus menjadi komitmen bersama agar perbedaan pandangan maupun persoalan pribadi tidak berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketenteraman masyarakat Kota Bitung.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho mengatakan, penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan musyawarah merupakan langkah penting untuk menjaga persaudaraan.
“Kita duduk bersama bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Kita ingin mencari jalan terbaik agar kesalahpahaman yang ada tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Yang harus kita jaga adalah persaudaraan dan keamanan Kota Bitung,” ujar Kapolres.
Arie mengapresiasi kebesaran hati seluruh pihak yang bersedia membuka ruang dialog dan memilih menyelesaikan persoalan secara dewasa.
“Saya sangat mengapresiasi kebesaran hati semua pihak. Hari ini kita menunjukkan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi, dengan kepala dingin dan dengan hati yang terbuka. Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk kembali memperkuat persaudaraan,” sambungnya.
Menurutnya, menjaga keamanan Kota Bitung bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan seluruh warga untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi dan jangan membiarkan persoalan kecil menjadi besar.” tambah Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu membangun komunikasi dengan kepolisian apabila menghadapi persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Kalau ada persoalan, mari datang dan kita bicarakan bersama. Polres Bitung selalu terbuka. Kita ingin menjadi bagian dari solusi, bukan menambah persoalan. Mari kita saling menghormati, saling membantu dan menjaga Kota Bitung bersama-sama,” tutupnya.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga tokoh juga menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Bitung serta mendukung Polres Bitung dalam memelihara situasi kamtibmas agar tetap aman.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar