Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Nasional » Hillary Brigitta Lasut Ajak Anak Muda Manado “Think Before You Share” di Era Digital ‎

Hillary Brigitta Lasut Ajak Anak Muda Manado “Think Before You Share” di Era Digital ‎

  • account_circle Media Alternatif
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • print Cetak

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Satu informasi yang muncul di media sosial bisa menyebar dalam hitungan menit. Masalahnya, tidak semua informasi yang ramai dibicarakan benar, dan tidak semua perbedaan pendapat harus berakhir dengan saling menyerang.

‎Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dilaksanakan oleh Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M. di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 16 September 2026.

banner 336x280

‎Mengangkat tema “4 Pilar di Era Digital: Anak Muda, Bangsa, dan Masa Depan Indonesia”, kegiatan tersebut mempertemukan Hillary dengan generasi muda untuk membicarakan hubungan antara nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan mereka di ruang digital.

‎Tiga isu menjadi fokus pembahasan, yaitu Pancasila dalam bermedia sosial, cara bijak menghadapi hoaks dan ujaran kebencian, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

‎Kegiatan berlangsung dalam format sosialisasi dan dialog, peserta tidak hanya menerima pemaparan mengenai Empat Pilar MPR RI, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka dalam menggunakan media sosial.

‎Dalam sesi diskusi, pembahasan berkembang pada persoalan yang cukup dekat dengan keseharian anak muda, mulai dari kebiasaan membagikan informasi tanpa memeriksa sumber, potongan video yang beredar tanpa konteks, hingga perdebatan di media sosial yang kemudian berkembang menjadi saling menyerang.

‎‎Hillary mengatakan, perkembangan teknologi memberikan ruang yang besar bagi anak muda untuk menyampaikan pendapat.

‎Namun, kemudahan tersebut juga harus diikuti dengan tanggung jawab.

‎‎“Sekarang semua orang bisa jadi broadcaster. Tinggal buka HP, upload, selesai. Tapi justru karena gampang banget, kita harus lebih hati-hati. Jangan karena sesuatu kelihatan viral terus kita anggap itu pasti benar. Think before you share, itu basic banget, tapi sering kita lupa,” kata Hillary.

‎Ia kemudian mengajak peserta untuk tidak terburu-buru memberikan respons ketika menemukan konten yang memancing emosi.

‎“Kalau ada postingan yang bikin kita langsung emosi, coba pause dulu. Jangan langsung comment, jangan langsung forward. Tanya dulu, ‘Ini bener nggak?’ Kalau belum yakin, ya sudah, don’t spread it. Nggak harus semua hal kita ikut komentarin,” ujarnya.

‎Menurut Hillary, kemampuan untuk menahan diri sebelum menyebarkan informasi merupakan bagian dari kecakapan menggunakan media sosial.

‎“Kadang kita merasa cuma forward satu pesan. Tapi kita nggak tahu pesan itu setelah sampai ke orang lain akan jadi apa. Jadi sebelum share, paling tidak cek dulu sumbernya. Kalau ternyata salah, kan kita juga yang ikut menyebarkan,” katanya.

‎Pancasila dan Perilaku di Media Sosial

‎Pembahasan mengenai Pancasila dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengenalan lima sila.

‎‎Peserta diajak melihat bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika berkomunikasi melalui media sosial.

‎Cara menyampaikan pendapat, menghargai orang lain, dan merespons perbedaan menjadi bagian dari diskusi.

‎‎“Pancasila itu jangan cuma dihafal pas sekolah atau disebut waktu upacara. It has to be lived. Ketika kita punya pendapat yang berbeda, cara kita menyampaikannya juga harus mencerminkan nilai yang kita percaya,” kata Hillary.

‎‎Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak melihat perbedaan antara kritik, perbedaan pendapat, dan serangan terhadap pribadi.

‎‎“You can disagree with me. That’s okay. Kita nggak harus selalu satu pendapat. Yang penting jangan sampai karena beda pilihan, beda kelompok, atau beda cara berpikir, kita jadi merasa orang lain itu musuh,” ujarnya.

‎Menurut Hillary, ruang digital seharusnya tetap menjadi tempat untuk berdiskusi, bukan sekadar tempat untuk memenangkan perdebatan.

‎“Kalau kita cuma mau dengar orang yang setuju sama kita, lama-lama kita hidup di bubble sendiri. Padahal Indonesia itu isinya banyak banget perbedaan. Kita harus belajar mendengar juga,” katanya.

‎Bijak Menghadapi Hoaks dan Ujaran Kebencian

‎Hoaks menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam diskusi.

‎Peserta membahas bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar melalui grup percakapan maupun media sosial.

‎‎Beberapa bentuk informasi yang dibicarakan antara lain potongan video tanpa konteks, tangkapan layar yang tidak diketahui sumbernya, serta pesan berantai yang meminta penerima untuk segera meneruskan informasi tersebut.

‎Hillary mendorong peserta untuk membangun kebiasaan sederhana sebelum membagikan sebuah informasi.

‎‎“Nggak perlu jadi ahli IT untuk bisa lebih kritis. Lihat sumbernya, cek tanggalnya, cari berita pembanding. Kalau masih ragu, just don’t share it. Sesimpel itu,” ujarnya.

‎‎Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus berjalan bersama dengan tanggung jawab.

‎‎“Kita tetap punya hak untuk ngomong. Freedom of speech itu penting. Tapi freedom itu datang dengan responsibility. Jadi jangan sampai merasa karena punya akun sendiri, kita bebas melakukan apa saja ke orang lain. There are consequences,” kata Hillary.

‎‎Menurutnya, perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk menggunakan kata-kata yang merendahkan atau menyerang orang lain.

‎Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan

‎Pembahasan kemudian diarahkan pada pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

‎Hillary mengatakan, perbedaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia.

‎Perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang tidak seharusnya menghilangkan hubungan sebagai sesama warga negara.

‎“Indonesia memang begini. Kita beda suku, beda agama, beda daerah, beda pilihan, bahkan dalam satu keluarga saja bisa beda pendapat. And that’s okay. Yang nggak okay adalah kalau perbedaan itu membuat kita berhenti menghargai satu sama lain,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan peserta agar tidak membiarkan perdebatan di media sosial memengaruhi hubungan di kehidupan nyata.

‎‎“Kadang orang di media sosial bisa saling serang karena merasa mereka cuma berhadapan dengan username. Padahal di balik akun itu ada manusia. Ada keluarga, ada teman, ada kehidupan nyata. Jadi kita harus tetap ingat itu,” katanya.

‎Dalam konteks Empat Pilar MPR RI, pembahasan tersebut berkaitan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

‎Nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi salah satu titik pembahasan ketika peserta berbicara mengenai perbedaan.

‎Persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki pandangan yang sama, tetapi bagaimana perbedaan tersebut tetap dapat hidup dalam satu kehidupan kebangsaan.

‎Anak Muda dan Masa Depan Indonesia

‎Menurut Hillary, generasi muda memiliki ruang yang semakin besar untuk menyampaikan gagasan dan menciptakan sesuatu melalui teknologi.

‎Media sosial dapat digunakan untuk membangun komunitas, memperkenalkan potensi daerah, mengembangkan usaha, membuat karya, hingga menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

‎“Kalian punya tools yang generasi sebelumnya mungkin nggak punya. Mau bikin sesuatu bisa langsung publish. Mau punya bisnis bisa mulai dari Instagram atau TikTok. Mau menyuarakan sesuatu juga bisa. That’s a huge opportunity. Tapi opportunity yang besar juga harus dibarengi responsibility yang besar,” kata Hillary.

‎Ia mengajak peserta untuk tidak takut menyampaikan pendapat, tetapi tetap memahami batas antara sikap kritis dan tindakan yang menyerang orang lain.

‎“Jangan takut punya pendapat sendiri. Jangan takut kritis. Tapi kalau kita mau didengar, kita juga harus belajar mendengar. Be firm, but don’t be hateful. Menurut saya, itu salah satu attitude yang penting banget di era sekarang,” ujarnya.

‎‎Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Manado pada 16 September 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mendiskusikan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan yang semakin terhubung dengan teknologi.

‎‎Pembahasan mengenai Pancasila, hoaks, ujaran kebencian, dan persatuan kemudian ditempatkan dalam situasi yang dekat dengan keseharian peserta: apa yang mereka lihat di layar, apa yang mereka bagikan, bagaimana mereka berkomentar, dan bagaimana mereka memperlakukan orang yang berbeda pandangan.

‎Bagi generasi muda, menjaga persatuan tidak selalu dimulai dari hal besar.

‎Kadang dimulai dari keputusan sederhana untuk memeriksa informasi sebelum membagikannya, memilih kata ketika berkomentar, dan tetap menghargai orang lain meskipun tidak sepakat.

  • Penulis: Media Alternatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JBA Manado Hadirkan Lelang Kendaraan Untuk Masyarakat Sulawesi Utara

    ‎JBA Manado Hadirkan Lelang Kendaraan Online, Warga Sulut Bisa Cek Unit Langsung Sebelum Bidding

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Masyarakat Sulawesi Utara kini memiliki alternatif baru untuk mendapatkan kendaraan bekas melalui mekanisme lelang. ‎JBA Manado menghadirkan layanan lelang mobil dan motor secara online, dengan kesempatan bagi calon peserta untuk melihat langsung kondisi kendaraan sebelum mengikuti proses bidding. ‎‎JBA Manado berlokasi di Jalan A.A. Maramis, Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi […]

  • ‎Momen pelantikan Kadis Kominfo dan Kadis Lingkungan Hidup Sulut di Kotamobagu. (Foto: Ist)

    Ramadhan Penuh Berkah, Gubernur YSK Lantik Kadis DKIPS dan DLH Sulut

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Kotamobagu, MEDIAALTERNATIF.ID – Momentum Ramadhan di Kota Kotamobagu menjadi saksi langkah strategis Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dalam memperkuat jajaran birokrasi daerah dengan melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dalam suatu prosesi pelantikan yang berlangsung di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Selasa (10/3/2026). Pelantikan dua pejabat eselon […]

  • Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kampus Fisip Unsrat. Insert Princesa Maria Kamagi Osorio Soares

    Keke Minut 2025 Ajak Mahasiswa Berani Katakan Tidak pada Narkoba

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Keke Minahasa Utara 2025, Princesa Maria Kamagi Osorio Soares, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, mengambil peran aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus. ‎‎Ajakan tersebut disampaikan Princesa saat menjadi moderator dalam Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lingkungan Kampus yang digelar di FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Senin (28/9/2026). ‎Menurut Princesa, narkoba merupakan […]

  • Direktur Utama BSG, Revino Pepah

    1 Tahun Kepemimpinan YSK – Victor, Ini Kata Dirut BSG Revino Pepah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Direktur Utama (Dirut) Bank SulutGo (BSG) Revino M Pepah mengapresiasi dan menyampaikan ucapan selamat atas satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur (Wagub) Victor Mailangkay. Menurut Pepah, satu tahun kepemimpinan pasangan YSK-Victory merupakan momen penting dalam meletakan fondasi pembangunan Sulut ke arah yang lebih maju […]

  • Pastikan Distribusi BBM Bersubsidi Tepat Sasaran, Polsek Sario Tingkatkan Patroli di SPBU

    Pastikan Distribusi BBM Bersubsidi Tepat Sasaran, Polsek Sario Tingkatkan Patroli di SPBU

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Dalam upaya menjaga ketertiban dan memastikan distribusi bahan bakar bersubsidi tepat sasaran, Polsek Sario menggelar patroli rutin di sejumlah SPBU, Sabtu (15/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau proses penyaluran BBM bersubsidi agar berjalan lancar dan tidak disalahgunakan. Personel Polsek Sario melakukan pengawasan langsung, berdialog dengan petugas SPBU, serta memberikan imbauan kepada warga […]

  • Konferensi pers di Aula Tribrata Polda Sulut, Senin (29/6/2026).

    Semester I 2026, Polda Sulut Ungkap 116 Kasus Narkoba, 152 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Utara bersama Satresnarkoba jajaran berhasil mengungkap 116 kasus tindak pidana narkoba sepanjang periode 1 Januari hingga 29 Juni 2026. Dari ratusan kasus tersebut, sebanyak 152 tersangka berhasil diamankan. Capaian pengungkapan itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Arie Fadlani, didampingi Kabid Humas Polda Sulut […]

expand_less