Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Nasional » Hillary Brigitta Lasut Ajak Anak Muda Manado “Think Before You Share” di Era Digital ‎

Hillary Brigitta Lasut Ajak Anak Muda Manado “Think Before You Share” di Era Digital ‎

  • account_circle Media Alternatif
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • print Cetak

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Satu informasi yang muncul di media sosial bisa menyebar dalam hitungan menit. Masalahnya, tidak semua informasi yang ramai dibicarakan benar, dan tidak semua perbedaan pendapat harus berakhir dengan saling menyerang.

‎Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dilaksanakan oleh Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M. di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 16 September 2026.

banner 336x280

‎Mengangkat tema “4 Pilar di Era Digital: Anak Muda, Bangsa, dan Masa Depan Indonesia”, kegiatan tersebut mempertemukan Hillary dengan generasi muda untuk membicarakan hubungan antara nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan mereka di ruang digital.

‎Tiga isu menjadi fokus pembahasan, yaitu Pancasila dalam bermedia sosial, cara bijak menghadapi hoaks dan ujaran kebencian, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

‎Kegiatan berlangsung dalam format sosialisasi dan dialog, peserta tidak hanya menerima pemaparan mengenai Empat Pilar MPR RI, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka dalam menggunakan media sosial.

‎Dalam sesi diskusi, pembahasan berkembang pada persoalan yang cukup dekat dengan keseharian anak muda, mulai dari kebiasaan membagikan informasi tanpa memeriksa sumber, potongan video yang beredar tanpa konteks, hingga perdebatan di media sosial yang kemudian berkembang menjadi saling menyerang.

‎‎Hillary mengatakan, perkembangan teknologi memberikan ruang yang besar bagi anak muda untuk menyampaikan pendapat.

‎Namun, kemudahan tersebut juga harus diikuti dengan tanggung jawab.

‎‎“Sekarang semua orang bisa jadi broadcaster. Tinggal buka HP, upload, selesai. Tapi justru karena gampang banget, kita harus lebih hati-hati. Jangan karena sesuatu kelihatan viral terus kita anggap itu pasti benar. Think before you share, itu basic banget, tapi sering kita lupa,” kata Hillary.

‎Ia kemudian mengajak peserta untuk tidak terburu-buru memberikan respons ketika menemukan konten yang memancing emosi.

‎“Kalau ada postingan yang bikin kita langsung emosi, coba pause dulu. Jangan langsung comment, jangan langsung forward. Tanya dulu, ‘Ini bener nggak?’ Kalau belum yakin, ya sudah, don’t spread it. Nggak harus semua hal kita ikut komentarin,” ujarnya.

‎Menurut Hillary, kemampuan untuk menahan diri sebelum menyebarkan informasi merupakan bagian dari kecakapan menggunakan media sosial.

‎“Kadang kita merasa cuma forward satu pesan. Tapi kita nggak tahu pesan itu setelah sampai ke orang lain akan jadi apa. Jadi sebelum share, paling tidak cek dulu sumbernya. Kalau ternyata salah, kan kita juga yang ikut menyebarkan,” katanya.

‎Pancasila dan Perilaku di Media Sosial

‎Pembahasan mengenai Pancasila dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengenalan lima sila.

‎‎Peserta diajak melihat bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika berkomunikasi melalui media sosial.

‎Cara menyampaikan pendapat, menghargai orang lain, dan merespons perbedaan menjadi bagian dari diskusi.

‎‎“Pancasila itu jangan cuma dihafal pas sekolah atau disebut waktu upacara. It has to be lived. Ketika kita punya pendapat yang berbeda, cara kita menyampaikannya juga harus mencerminkan nilai yang kita percaya,” kata Hillary.

‎‎Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak melihat perbedaan antara kritik, perbedaan pendapat, dan serangan terhadap pribadi.

‎‎“You can disagree with me. That’s okay. Kita nggak harus selalu satu pendapat. Yang penting jangan sampai karena beda pilihan, beda kelompok, atau beda cara berpikir, kita jadi merasa orang lain itu musuh,” ujarnya.

‎Menurut Hillary, ruang digital seharusnya tetap menjadi tempat untuk berdiskusi, bukan sekadar tempat untuk memenangkan perdebatan.

‎“Kalau kita cuma mau dengar orang yang setuju sama kita, lama-lama kita hidup di bubble sendiri. Padahal Indonesia itu isinya banyak banget perbedaan. Kita harus belajar mendengar juga,” katanya.

‎Bijak Menghadapi Hoaks dan Ujaran Kebencian

‎Hoaks menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam diskusi.

‎Peserta membahas bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar melalui grup percakapan maupun media sosial.

‎‎Beberapa bentuk informasi yang dibicarakan antara lain potongan video tanpa konteks, tangkapan layar yang tidak diketahui sumbernya, serta pesan berantai yang meminta penerima untuk segera meneruskan informasi tersebut.

‎Hillary mendorong peserta untuk membangun kebiasaan sederhana sebelum membagikan sebuah informasi.

‎‎“Nggak perlu jadi ahli IT untuk bisa lebih kritis. Lihat sumbernya, cek tanggalnya, cari berita pembanding. Kalau masih ragu, just don’t share it. Sesimpel itu,” ujarnya.

‎‎Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus berjalan bersama dengan tanggung jawab.

‎‎“Kita tetap punya hak untuk ngomong. Freedom of speech itu penting. Tapi freedom itu datang dengan responsibility. Jadi jangan sampai merasa karena punya akun sendiri, kita bebas melakukan apa saja ke orang lain. There are consequences,” kata Hillary.

‎‎Menurutnya, perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk menggunakan kata-kata yang merendahkan atau menyerang orang lain.

‎Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan

‎Pembahasan kemudian diarahkan pada pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

‎Hillary mengatakan, perbedaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia.

‎Perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang tidak seharusnya menghilangkan hubungan sebagai sesama warga negara.

‎“Indonesia memang begini. Kita beda suku, beda agama, beda daerah, beda pilihan, bahkan dalam satu keluarga saja bisa beda pendapat. And that’s okay. Yang nggak okay adalah kalau perbedaan itu membuat kita berhenti menghargai satu sama lain,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan peserta agar tidak membiarkan perdebatan di media sosial memengaruhi hubungan di kehidupan nyata.

‎‎“Kadang orang di media sosial bisa saling serang karena merasa mereka cuma berhadapan dengan username. Padahal di balik akun itu ada manusia. Ada keluarga, ada teman, ada kehidupan nyata. Jadi kita harus tetap ingat itu,” katanya.

‎Dalam konteks Empat Pilar MPR RI, pembahasan tersebut berkaitan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

‎Nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi salah satu titik pembahasan ketika peserta berbicara mengenai perbedaan.

‎Persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki pandangan yang sama, tetapi bagaimana perbedaan tersebut tetap dapat hidup dalam satu kehidupan kebangsaan.

‎Anak Muda dan Masa Depan Indonesia

‎Menurut Hillary, generasi muda memiliki ruang yang semakin besar untuk menyampaikan gagasan dan menciptakan sesuatu melalui teknologi.

‎Media sosial dapat digunakan untuk membangun komunitas, memperkenalkan potensi daerah, mengembangkan usaha, membuat karya, hingga menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

‎“Kalian punya tools yang generasi sebelumnya mungkin nggak punya. Mau bikin sesuatu bisa langsung publish. Mau punya bisnis bisa mulai dari Instagram atau TikTok. Mau menyuarakan sesuatu juga bisa. That’s a huge opportunity. Tapi opportunity yang besar juga harus dibarengi responsibility yang besar,” kata Hillary.

‎Ia mengajak peserta untuk tidak takut menyampaikan pendapat, tetapi tetap memahami batas antara sikap kritis dan tindakan yang menyerang orang lain.

‎“Jangan takut punya pendapat sendiri. Jangan takut kritis. Tapi kalau kita mau didengar, kita juga harus belajar mendengar. Be firm, but don’t be hateful. Menurut saya, itu salah satu attitude yang penting banget di era sekarang,” ujarnya.

‎‎Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Manado pada 16 September 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mendiskusikan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan yang semakin terhubung dengan teknologi.

‎‎Pembahasan mengenai Pancasila, hoaks, ujaran kebencian, dan persatuan kemudian ditempatkan dalam situasi yang dekat dengan keseharian peserta: apa yang mereka lihat di layar, apa yang mereka bagikan, bagaimana mereka berkomentar, dan bagaimana mereka memperlakukan orang yang berbeda pandangan.

‎Bagi generasi muda, menjaga persatuan tidak selalu dimulai dari hal besar.

‎Kadang dimulai dari keputusan sederhana untuk memeriksa informasi sebelum membagikannya, memilih kata ketika berkomentar, dan tetap menghargai orang lain meskipun tidak sepakat.

  • Penulis: Media Alternatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakili Gubernur YSK, Sekprov Tahlis Gallang serahkan SK, Rico Lasut resmi Plt Kadis Perindag Sulut (foto : ist)

    YSK Gerak Cepat! Rico Lasut Ditunjuk Jadi Plt Kadis Perindag, Gaji ke-13 ASN Disperindag Masuk Rekening

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), bergerak cepat menuntaskan persoalan administrasi yang berdampak pada pembayaran hak-hak ASN. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menunjuk Drs. Steyfen Rico Lasut sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sulawesi Utara. Penunjukan tersebut resmi ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) […]

  • YSK saat menerima kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR RI dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Daerah Kepulauan di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (28/8/2026).

    YSK Dorong Dana Khusus Kepulauan, Anggaran Daerah Pulau Dinilai Tak Bisa Disamaratakan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) mendorong pemerintah pusat dan DPR RI membentuk Dana Khusus Kepulauan (DKK) untuk menjawab tingginya biaya pembangunan dan pelayanan publik di wilayah kepulauan. ‎YSK menilai, daerah kepulauan membutuhkan kebijakan fiskal khusus karena biaya menghadirkan pelayanan dasar di pulau-pulau kecil bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat […]

  • Gubernur Yulius saat rapat paripurna DPRD Sulut dalam agenda Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.(dok.istimewa)

    Pemprov Sulut Matangkan Perubahan Arah Anggaran 2026, Fokus Perkuat Fiskal dan Program Prioritas

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggeser fokus anggaran 2026 ke program yang dinilai lebih berdampak langsung bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui perubahan KUA-PPAS 2026 di tengah keterbatasan ruang fiskal dan kebutuhan memperkuat pendapatan daerah. Perubahan arah kebijakan anggaran itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut, […]

  • Bentuk Komitmen Pilkada Damai, Kemenag Sulut Kampanyekan Kerukunan. Ini Kata Zulkifli Densi

    Bentuk Komitmen Pilkada Damai, Kemenag Sulut Kampanyekan Kerukunan. Ini Kata Zulkifli Densi

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Zulkifli Densi hadir dalam acara Jalan Sehat Kampanye Kerukunan yang diselenggarakan Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulut di Pasir Putih, kawasan Manado Town Square, Sabtu (26/10/2024). Acara yang bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan kedamaian jelang […]

  • Bawaslu Minsel Ingatkan Netralitas ASN, TNI dan Polri di Pilkada 2024

    Bawaslu Minsel Ingatkan Netralitas ASN, TNI dan Polri di Pilkada 2024

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Amurang, MEDIAALTERNATIF.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menegaskan pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Hal ini disampaikan dalam rangka memastikan proses demokrasi yang adil dan tidak berpihak, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem […]

  • ‎Momen akrab Ketua Pertina Sulut Hendra Jacob dan Pembina Pertina Sulut Izhak Tambani bersama tim. (dok.HJ)

    Meriah dan Sukses Besar! Ketua Pertina Sulut Apresiasi Peran Sentral Izhak Tambani di Duel Meet Tinju HUT Bhayangkara

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Minut, MEDIAALTERNATIF.ID – Ketua Umum PERTINA Sulawesi Utara, Hendra Jacob, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Izhak Tambani atas dedikasi dan perannya sebagai motor penggerak suksesnya Duel Meet Tinju dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80 yang digelar di Warukapas, Minahasa Utara, 24-25 Juni 2025. Menurut Hendra, kejuaraan tersebut bukan sekadar menghadirkan pertandingan yang berlangsung seru, […]

expand_less