Gandeng Enam OPD, Pemkab Minahasa Perkuat PAUD Holistik Integratif, Delapan Indikator Jadi Fokus
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama enam organisasi perangkat daerah. (dok.istimewa)
Minahasa, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui kolaborasi lintas sektor.
Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa menggandeng enam organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan pemenuhan delapan indikator Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI).
Langkah strategis tersebut dibahas dalam kegiatan yang digelar Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD-PNF) di Yama Resort Tondano, Selasa (27/10/2026), yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama enam OPD terkait.
Keenam OPD tersebut meliputi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Minahasa.
PKS ditandatangani Kepala Bidang Pembinaan PAUD-PNF, Agnesia B.C. Tewu, S.STP., M.A.P., bersama enam kepala OPD. Kegiatan tersebut disaksikan Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa sekaligus Bunda PAUD, Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, S.E., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Watania, M.M., M.Si.
Kepala Dinas Pendidikan Minahasa, Drs. Arthur Palilingan, melalui Agnesia Tewu, menjelaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan esensial anak usia dini terpenuhi secara menyeluruh.
“PAUD berkualitas tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar. Layanan ini juga harus didukung pemenuhan kebutuhan kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak,” jelasnya.
Delapan Indikator Jadi Perhatian
Agnesia menjelaskan, terdapat delapan indikator utama yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan PAUDHI.
Pertama, penyelenggaraan kelas orang tua untuk memperkuat pemahaman keluarga mengenai kebutuhan dan pola pengasuhan anak usia dini.
Kedua, pemantauan pertumbuhan anak melalui pencatatan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Ketiga, pemantauan perkembangan anak sesuai tahapan usianya.
Keempat, koordinasi dengan unit layanan terkait untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan peserta didik. Kelima, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan satuan PAUD.
Keenam, pemberian makanan tambahan (PMT) dan/atau makanan bergizi bagi anak. Ketujuh, pemantauan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) peserta didik. Kedelapan, memastikan tersedianya fasilitas sanitasi yang layak dan akses terhadap air bersih.
“Pemenuhan indikator ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari satuan PAUD, orang tua, tenaga kesehatan, hingga perangkat daerah terkait,” tegasnya.
Layanan Pendidikan Terintegrasi dengan Kesehatan dan Gizi
Selain pemenuhan delapan indikator tersebut, satuan PAUD didorong menjalin koordinasi dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendukung pemeriksaan kesehatan, imunisasi, serta pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat juga perlu diterapkan sejak dini, antara lain melalui kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Aspek administrasi kependudukan turut menjadi perhatian. Pendataan identitas peserta didik, termasuk kepemilikan NIK dan pemutakhiran data melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dinilai penting untuk mendukung ketepatan data dan pemenuhan layanan anak.
Agnesia menegaskan, satuan PAUD tidak harus menyediakan seluruh layanan secara mandiri. Sebaliknya, satuan pendidikan diharapkan menjadi penghubung bagi anak dan keluarga untuk memperoleh layanan esensial sesuai kebutuhan.
“Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi penting agar dukungan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan dapat berjalan terpadu,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa, Drs. Moudy Pangerapan, M.A.P.; Kepala Dinas Sosial, Dr. dr. Maya Rambitan, M.Kes.; serta Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. Olviane Rattu, M.Kes.
Hadir pula Kepala Dinas P3A Agustine Mangundap, S.E.; Kepala Disdukcapil Meidy Rengkuan, S.H., M.A.P.; Kepala Bapelitbangda Edwin Muntu; Sekretaris Dinas Pendidikan Lidya Pelealu, S.STP., M.A.P.; para kepala seksi Bidang Pembinaan PAUD-PNF; serta jajaran staf.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Minahasa mendorong terwujudnya layanan PAUD yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga memperhatikan tumbuh kembang, kesehatan, gizi, perlindungan, dan kesejahteraan anak secara terpadu.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar