Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara Gorontalo atau Bank SulutGo (BSG) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar melalui program Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel).
Direktur Utama BSG, Revino Pepah, mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Hal ini kami lakukan sejalan dengan komitmen mendukung Program Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional yang dicanangkan oleh OJK,” ujar Revino di Manado, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, Tabungan SimPel yang diperuntukkan bagi siswa mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/sederajat menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang semester I tahun 2026.
Hingga akhir semester pertama 2026, BSG telah mencatat 125 ribu rekening Tabungan SimPel dengan total dana simpanan mencapai Rp48,5 miliar. Program ini juga menjadi salah satu penopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) kategori tabungan yang kini mencapai Rp2,95 triliun.
Revino mengungkapkan, keberhasilan tersebut didukung oleh kerja sama dengan sekitar 1.200 sekolah mitra di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo yang turut berperan dalam memperluas edukasi keuangan kepada para pelajar.
“Pencapaian ini tidak lepas dari strategi BSG Goes to School, digitalisasi pembukaan rekening, serta kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan dan OJK di daerah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Tabungan SimPel bukan sekadar produk perbankan, melainkan sarana membangun karakter dan kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini.
“Tabungan SimPel bukan sekadar produk simpanan, melainkan instrumen edukasi karakter untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini,” katanya.
Revino menilai tingginya jumlah rekening SimPel menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat, khususnya siswa, orang tua, dan pihak sekolah terhadap layanan Bank SulutGo.
Ke depan, BSG menargetkan implementasi program “One Student One Account” di seluruh wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo sebagai langkah memperluas akses layanan keuangan bagi generasi muda.










