Australia Bidik Kemitraan Strategis dengan Sulut, Pendidikan hingga UMKM Jadi Agenda Utama
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay dengan Konjen Australia, Sanchi Davis, Rabu (14/10/2026).
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Sulawesi Utara berpeluang memperluas perannya dalam kemitraan Indonesia-Australia di kawasan timur Indonesia.
Pendidikan, kesehatan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kerja sama pertahanan menjadi agenda yang dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay dengan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Sanchi Davis, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan diplomatik yang berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur Sulut itu menandai kunjungan perdana Sanchi Davis ke Sulawesi Utara sekaligus membuka ruang dialog mengenai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sanchi mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menjajaki potensi kolaborasi dengan pemerintah daerah, terutama dalam penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan, kesehatan, serta ekonomi.
“Ini pertama kali saya ke Sulawesi Utara. Saya sangat senang bisa bertemu dengan Pak Wagub untuk mendiskusikan kerja sama penelitian di bidang pendidikan, sektor kesehatan, dan ekonomi,” ujar Sanchi.
Dalam dialog tersebut, Pemerintah Australia memperkenalkan sejumlah inisiatif kerja sama, termasuk program Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) di sektor pendidikan serta program KATALIS yang mendukung penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Australia.
Kedua pihak juga membahas latihan militer bersama Indonesia dan Australia yang telah berlangsung beberapa hari sebelumnya sebagai bagian dari cakupan hubungan bilateral kedua negara.
Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay menyambut positif penjajakan tersebut. Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, ia menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk memperkuat sinergi dengan Australia melalui program yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Atas nama Bapak Gubernur, pemerintah provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara menyambut hangat program kerja sama ini. Harapan kita bersama, kemitraan ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat,” kata Victor.
BRIDGE Buka Peluang Kemitraan Sekolah
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pengembangan Program Kemitraan BRIDGE Australia-Indonesia, yang menghubungkan institusi pendidikan kedua negara melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik pembelajaran.
Victor menjelaskan, fondasi kemitraan tersebut telah hadir di Sulawesi Utara melalui hubungan dengan SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon.
Pengalaman itu dinilai dapat menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama ke sekolah-sekolah lain di daerah.
Meski Konsulat Jenderal Australia di Makassar memiliki wilayah kerja yang mencakup 12 provinsi di Indonesia timur dengan kuota program terbatas, Pemprov Sulut menilai keberhasilan kemitraan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah peserta.
“Bagi kami bukan sekadar jumlah alokasi, melainkan bagaimana kerja sama ini terjalin secara berkelanjutan dan saling menguntungkan,” tutur Victor.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan kegiatan, program BRIDGE untuk sasaran 2027 mencakup Banten, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Program yang didanai Pemerintah Australia dan dikelola Asialink Education tersebut bertujuan menghubungkan sekolah-sekolah di Indonesia dengan sekolah mitra di negara bagian Victoria dan Queensland, Australia. Pendaftaran bagi guru dan sekolah dijadwalkan berlangsung pada 5–31 Oktober 2026.
KATALIS Fokus Perkuat Kapasitas UMKM
Selain pendidikan, penguatan sektor UMKM menjadi bagian penting dalam pembicaraan kedua pihak. Melalui program KATALIS, kemitraan ekonomi Indonesia–Australia diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha, termasuk kemampuan manajemen dan literasi keuangan.
Program tersebut berada dalam kerangka hubungan ekonomi kedua negara melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Victor menegaskan, pendekatan KATALIS berfokus pada penguatan kemampuan pengelolaan usaha, bukan pemberian modal secara langsung.
“Program KATALIS membantu peningkatan kemampuan pengolahan usaha, bukan pemberian modal langsung. Melalui penguatan literasi keuangan, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola keuangan secara efisien dan efektif agar bisnisnya tumbuh berkelanjutan,” ujar Victor.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis, memperkuat daya saing, dan membangun fondasi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Mengarahkan Diplomasi pada Manfaat Nyata
Penjajakan kerja sama tersebut memperlihatkan peluang bagi Sulawesi Utara untuk memperkuat hubungan internasional melalui sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Pendidikan membuka ruang peningkatan kapasitas guru dan sekolah, kemitraan ekonomi berpotensi memperkuat kompetensi pelaku UMKM, sedangkan sektor kesehatan dan pertahanan menjadi bagian dari agenda pembicaraan yang lebih luas.
Bagi Pemprov Sulut, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan dialog diplomatik menjadi program yang berkelanjutan, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, hubungan Sulawesi Utara dan Australia diharapkan tidak berhenti pada pertemuan resmi, tetapi berkembang menjadi kemitraan konkret yang memperluas kesempatan bagi dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat di daerah.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar