Grace Kandou Bawa Semangat Petarung di Pilrek Unsrat, Bidik Kampus Bertaraf Internasional
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes saat daftar calon Rektor Unsrat.
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Ada momen menarik saat Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes., mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2026–2030.
Usai menyerahkan berkas pencalonan, Kamis (5/11/2026), Grace secara spontan memperagakan Salam Petarung yang identik dengan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.
“Petarung, kita petarung,” ucap Grace sembari menunjukkan gestur tersebut.
Momen itu menjadi perhatian di tengah suasana pendaftaran yang turut dihadiri suami, keluarga, serta sejumlah rekan sejawat yang datang memberikan dukungan terhadap langkahnya mengikuti kontestasi pemilihan pimpinan kampus terbesar di Sulawesi Utara tersebut.
Gestur Salam Petarung itu sekaligus memberi warna tersendiri dalam pencalonan Grace, terutama ketika ia berbicara mengenai pentingnya membangun sinergi antara Unsrat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Grace menyatakan kesiapannya mendukung berbagai program pendidikan yang digagas Gubernur Yulius Selvanus, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemajuan pendidikan di daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan salah satu faktor penting untuk menghadirkan pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Grace membawa visi besar untuk menjadikan Unsrat sebagai perguruan tinggi yang unggul, berbudaya, inovatif, inklusif, dan bertaraf internasional.
“Tentunya sebagai rektor, visi saya ingin menjadikan Unsrat ini menjadi unggul, berbudaya, inovatif, inklusif, dan bertaraf internasional,” ungkap Grace kepada awak media.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menyiapkan sejumlah fokus pengembangan, mulai dari peningkatan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, pembenahan tata kelola kampus yang berintegritas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga kesejahteraan seluruh sivitas akademika menjadi perhatian dalam agenda kepemimpinannya.
“Dari sisi tata kelola harus berintegritas, begitu juga peningkatan sumber daya manusia, terutama dalam peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Grace resmi menyerahkan berkas pendaftaran pada pukul 13.40 WITA di Auditorium Unsrat. Ia datang didampingi suami, keluarga, dan sejumlah rekan sejawat.
Bukan tanpa bekal, akademisi yang memiliki latar belakang keilmuan kesehatan masyarakat dan epidemiologi ini membawa pengalaman panjang dalam dunia akademik maupun kepemimpinan kampus.
Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat periode 2015–2019 dan tercatat sebagai anggota Senat Unsrat sejak April 2022.
Alumnus Fakultas Kedokteran Unsrat tersebut menyelesaikan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat pada 2002 dan meraih gelar Doktor Kesehatan Masyarakat pada 2008 di Universitas Indonesia.
Dalam bidang akademik, Grace aktif menekuni penelitian terkait penyakit menular, kebijakan kesehatan, serta manajemen pelayanan kesehatan.
Dengan pengalaman tersebut, Grace kini memasuki persaingan Pilrek Unsrat 2026–2030 dengan membawa agenda penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, dan sinergi pembangunan pendidikan bersama pemerintah daerah.
Salam Petarung yang ditunjukkannya saat pendaftaran pun menjadi salah satu momen paling menarik dalam langkah awalnya mengikuti kontestasi menuju kursi Rektor Unsrat.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar