Keke Minut 2025 Ajak Mahasiswa Berani Katakan Tidak pada Narkoba
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kampus Fisip Unsrat. Insert Princesa Maria Kamagi Osorio Soares
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Keke Minahasa Utara 2025, Princesa Maria Kamagi Osorio Soares, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, mengambil peran aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.
Ajakan tersebut disampaikan Princesa saat menjadi moderator dalam Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lingkungan Kampus yang digelar di FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Senin (28/9/2026).
Menurut Princesa, narkoba merupakan ancaman nyata yang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan, kehidupan sosial hingga masa depan generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial serta masa depan generasi muda sebagai garda terdepan penerus bangsa,” ujar Princesa.
Ia mengatakan, upaya pencegahan perlu dimulai dari lingkungan pendidikan, termasuk kampus. Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan kesadaran tentang bahaya narkoba kepada masyarakat.
“Ini merupakan salah satu misi untuk spread awareness dan mencegah penggunaan narkoba mulai dari kampus-kampus untuk disebarkan ke masyarakat melalui generasi muda,” katanya.
Garda Nusantara Dorong Sistem 5P
Dalam kesempatan tersebut, Princesa turut memperkenalkan konsep 5P yang dikembangkan Garda Nusantara sebagai bagian dari upaya pencegahan narkoba.
Konsep tersebut mencakup pencegahan, pengawasan, pendampingan, dan pelaporan, yang disampaikan sebagai rangkaian langkah untuk membangun kesadaran sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“P-nya yaitu pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi, pengawasan untuk spread awareness, pendampingan untuk memberi dukungan bagi teman-teman yang membutuhkan, dan juga pelaporan,” jelasnya.
Ia mengatakan, upaya tersebut juga dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara serta pemerintah daerah.
Menurut Princesa, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar gerakan pencegahan narkoba tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan Harus Jadi Komitmen
Princesa kemudian mengajak mahasiswa menjadikan pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi tersebut sebagai langkah nyata untuk membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan bersih dari narkoba.
Ia menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk mengenali bahaya, memahami risiko serta waspada terhadap lingkungan pergaulan.
“Inilah merupakan langkah-langkah nyata dari Garda Nusantara bersama dengan pembina Kak Bara Prima sendiri serta ketua yaitu Kak Mirela Sengkei serta anggota-anggota tim penggerak,” ujarnya.
Princesa berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas memberikan informasi kepada peserta.
“Dengan harapan mari kita jadikan pengetahuan yang kita peroleh hari ini bukan hanya sebagai informasi yang kita dengarkan, tetapi sebagai komitmen untuk bersama-sama mewujudkan generasi muda dan lingkungan kampus yang bersih dari narkoba,” tegasnya.
Ia menutup pesannya dengan ajakan kepada mahasiswa untuk lebih berani mengambil sikap terhadap narkoba.
“Kenali bahayanya, pahami risikonya, waspadai lingkungannya dan berani mengatakan tidak pada narkoba,” pungkas Princesa.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar