Mulai 2027, Rp180 Miliar Disiapkan YSK untuk Benahi Jalan hingga Kepulauan
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Upacara peringatan HUT ke-62 Sulut di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Manado, Rabu (23/9/2026).(Istimewa)
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Beban pembayaran utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Sulawesi Utara mulai mendapat kelonggaran.
Ruang fiskal sekitar Rp180 miliar pun disiapkan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) untuk menggeber pembangunan infrastruktur, terutama jalan, pada 2027.
Kelonggaran itu muncul setelah pemerintah memberikan relaksasi terhadap pembayaran kewajiban PEN yang selama ini menjadi beban anggaran Pemprov Sulut.
YSK mengungkapkan, total kewajiban utang PEN Sulut mencapai sekitar Rp1,8 triliun. Sejak 2022, Pemprov Sulut mengalokasikan sekitar Rp250 miliar setiap tahun untuk pembayaran kewajiban tersebut.
Mulai 2027, skema pembayaran akan berubah. Pemprov Sulut disebut hanya perlu membayar bunga, sehingga sebagian ruang fiskal yang sebelumnya terserap untuk pembayaran kewajiban pokok dapat dimanfaatkan untuk program pembangunan.
”Kurang lebih Rp180 miliar akan kita alokasikan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan,” ujar YSK usai upacara peringatan HUT ke-62 Sulut di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Manado, Rabu (23/9/2026).
Bagi YSK, tambahan ruang fiskal tersebut menjadi peluang untuk mempercepat pembenahan infrastruktur yang masih menjadi kebutuhan masyarakat.
Targetnya bukan hanya jalan di kawasan perkotaan atau daratan utama. Infrastruktur di wilayah kepulauan juga masuk dalam bidikan Pemprov Sulut.
YSK secara khusus menyebut Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai wilayah yang masih membutuhkan pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan.
”Jalan-jalan di daerah kepulauan seperti Sangihe dan Talaud juga akan kita sentuh,” tegasnya.
Gubernur ke-13 Sulut itu menekankan pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti di wilayah daratan. Konektivitas antardaerah, termasuk kawasan kepulauan, harus ikut diperkuat.
”Pembangunan jalan diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung konektivitas antardaerah serta aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Rp180 Miliar Jadi Napas Baru Infrastruktur
Relaksasi pembayaran PEN dengan demikian membuka ruang bagi Pemprov Sulut untuk menggeser sebagian kapasitas anggaran ke sektor yang dinilai langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan alokasi sekitar Rp180 miliar, pembangunan jalan ditargetkan lebih agresif pada 2027.
Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-62 Sulut yang digelar di Kantor Gubernur Sulut, Rabu (23/9/2026).
YSK bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay tampil memimpin perayaan bersama para istri. Para kepala daerah kabupaten/kota juga turut hadir.
Dalam amanatnya, YSK menyebut usia 62 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan Sulawesi Utara.
Berbagai capaian yang diraih Sulut saat ini, kata dia, merupakan hasil kerja keras para pendahulu yang harus diteruskan oleh generasi sekarang.
YSK kemudian mengajak pemerintah, sektor swasta, akademisi hingga masyarakat memperkuat sinergi dan kolaborasi.
“Mari kita melaju bersama, bekerja bersama, saling menopang, saling menguatkan, dan bersatu untuk membangun daerah menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan,” kata YSK.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar