Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Headline » MTPJ GMIM 10 – 16 November 2024 : Bangunlah, Angkatlah Anak Itu dan Bimbinglah Dia

MTPJ GMIM 10 – 16 November 2024 : Bangunlah, Angkatlah Anak Itu dan Bimbinglah Dia

  • account_circle RedaksiMedia
  • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
  • print Cetak

Kejadian 21:8-21

ALASAN PEMILIHAN TEMA

banner 336x280

Kendati keluarga bukan hanya sekedar kumpulan individu yang tinggal satu atap dan merupakan tempat di mana nilai kasih sayang diberlakukan. Kesatuan, harmoni, kerukunan dan solidaritas dalam keluarga mendukung perkembangan setiap anggota keluarga.

Namun di era sekarang, sering terjadi tindakan kekerasan terhadap anak. Ironis dan mirisnya, tindakan tersebut ada yang dilakukan oleh orang terdekat, termasuk dalam keluarga. Keluarga atau orang terdekat yang harusnya menjadi tempat mendapatkan bimbingan dan kehangatan cinta kasih malah menjadi sebuah ancaman bagi pertumbuhan anak.

GMIM, sebagai gereja ramah anak, terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan ini. Untuk itulah dalam perenungan di sepanjang minggu berjalan ini akan dituntun oleh tema “Bangunlah, angkatlah anak itu dan bimbinglah dia” berdasarkan Kejadian 21:8-21.

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kejadian pasal 21: 8-21 merupakan sebuah cerita tentang pemenuhan janji Tuhan Allah yang membawa sukacita kepada kehidupan Abraham dan Sarah. Kebahagiaan dalam keluarga Abraham nampak jelas ketika mereka melihat pertumbuhan Ishak ketika ia disapih (ayat 8).

Disapih (gamal) dalam Septuaginta adalah kata kerja apogalaktizo berhenti menyusui. Penyapihan juga berarti bahwa anak meninggalkan daerah sekitar ibunya dan dibebaskan untuk bermain dengan anak-anak lain, yang terbukti dalam bagian bacaan ini, Ishak bermain bersama Ismael. (ayat 9)

Dalam Kejadian 21:8-21 ada dua pokok besar yang akan dibahas yaitu; pertama, pengusiran Hagar dan Ismael (Ayat 8-14) dan kedua, pengalaman Hagar dan Ismael di padang gurun Bersyeba.

1. Pengusiran Hagar dan Ismael

Pengusiran Hagar dan Ismael disebabkan perasan tidak senang Sarah melihat tindakan Ismael yang menertawakan atau mengolok-olok Ishak. (ayat 9) Kata “sedang bermain” Ibrani: Metsakheq bisa diartikan sebagai playing (bermain), laughing (tertawa), mocking (mengejek) dan mengolok-olok. Yang terjadi antara Ismael dan Ishak bukan hanya sekedar tertawa, bermain dan mengejek namun mengolok-olok. Kata tersebut dapat diterjemahkan menjadi “mengolok-olok,” “mempermainkan,” “menjadikan bulan-bulanan.”

Di kemudian hari Paulus memberikan komentar atas ayat ini dengan menulis “anak laki-laki” (ISMAEL) dari hamba perempuan (HAGAR) itu lahir menurut daging dan anak laki-laki (ISHAK) dari perempuan merdeka (SARAH) melalui janji (DARI ALLAH)” Dan ditambahkan bahwa “pada waktu itu dia (ISMAEL) yang lahir menurut daging menganiaya dia (ISHAK) yang lahir menurut Roh, demikian juga sekarang.” (Gal 4:23, 29 -30). Pengusiran Hagar dan Ismael bukan tanpa alasan tapi karena perilaku dari Ismael yang membuat geram dan membangunkan amarah Sarah.

Sarah yang geram menyuruh Abraham untuk mengusir Hagar dan Ismael, menunjukkan kekhawatiranya mengenai hak kesulungan atau ahli waris, bahwa janji Tuhan Allah kepada Abraham melalui Ishak dan bukan Ismael. Keputusan untuk mengusir Hagar dan Ismael membuat hati Abraham tidak senang. (ERV: ‘This upset Abraham very much.’= hal ini sangat menganggu Abraham. ESV “very displeasing to Abraham” = sangat tidak menyenangkan Abraham) Tetapi Tuhan Allah menyuruh Abraham menaati kata-kata Sarah. (ayat 10)

Ayat 12.b, Tuhan Allah mengingatkan Abraham, bahwa Ishaklah anak perjanjian. Akan tetapi di tengah-tengah kekesalan dan kesedihan Abraham, Tuhan Allah menghibur Abraham dengan mengatakan bahwa Ismael juga akan dibuat menjadi suatu bangsa besar, karena ia pun keturunan Abraham.

Ayat 14 diceritakan bagaimana Abraham mempersiapkan bekal roti dan sekirbat air lalu menyuruh perempuan itu pergi mengembara ke padang gurun Bersyeba. Padang gurun Bersyeba berada di perbatasan Mesir, terletak sekitar lima puluh mil di selatan Yerusalem dan dua puluh tujuh mil di selatan Hebron.

2 Hagar dan Ismael di gurun Bersyeba

Pengembaraan Hagar dan Ismael di padang gurun Bersyeba bukanlah perkara mudah. Mereka mengalami krisis ketika persediaan air habis dan mengalami kesusahan. Pada saat itu, mereka hanya menangis, tetapi mereka tidak berdoa (ay 16-17). Ay. 16 menunjukkan Hagar yang hanya menangis dalam keputusasaan. Dan ayat 17 dikatakan bahwa Tuhan Allah mendengar suara anak itu.

Tuhan Allah dengan penuh kasih memberikan pengharapan dan kepastian bagi mereka berdua yang mengalami keputusasaan. Dalam keputusasaan Hagar membuang dan menjauh dari Ismael karena tidak tahan melihat anak itu mati. Namun Tuhan Allah menjumpai Hagar dan memberikan jaminan kelepasan dari persoalan serta kepastian masa depan yang cerah bagi kehidupan Ismael. Tuhan Allah akan menjadikan dia sebagai bangsa yang besar. Perintah untuk mengangkat dan membimbing anak itu adalah sebuah perintah yang menuju pengharapan di mana Tuhan Allah menjamin kehidupan mereka dan menjadikan Ismael bangsa yang besar.

Sebelumnya dalam Kejadian pasal 17, walaupun Perjanjian diikat Tuhan Allah dengan Ishak, namun tentang Ismael, Tuhan Allah berfirman “Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (band. Kejadian 17:20) Tuhan Allah mendengar dan mau memelihara hidup Hagar dan Ismael sehingga Ia membuka mata Hagar dan melihat sumur. (ayat 19) Ini bukan mujizat penciptaan sumur baru. Sumur itu sudah lama ada di situ, tetapi tanpa pencelikan mata dari Tuhan Allah, Hagar tidak melihatnya. Ini betul-betul menunjukkan betapa tergantungnya manusia kepada Tuhan Allah dalam segala hal.

Kisah ini menceriterakan tentang rencana dan kehendak Tuhan Allah memimpin keluarga Abraham dan Sarah, berkarya di kehidupan Ishak dan keturunannya. Tuhan juga menolong dan menyertai Hagar dan Ismail di padang gurun, dan memberkati Ismail menjadi bangsa yang besar di tanah Arab.

Makna dan Implikasi Firman

1. Tuhan Allah tetap berkarya dalam kehidupan orang percaya, bukan karena orang itu hebat dan sempurna, tetapi karena tetap mau percaya dan hidup di dalam kehendak-Nya. Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita tentang begitu besarnya kasih karunia dan kesetiaan Tuhan Allah kepada semua anak-Nya. Apa pun dosa dan kesalahan kita, serta betapa pun tidak layaknya kita di hadapan Tuhan Allah, Ia tetap setia pada janji-Nya. Dan Ia akan terus memberikan anugerah yang baru setiap hari bagi kita.

2. Tuhan Allah selalu menepati janji-Nya sesuai dengan waktunya. Ketika tiba waktu-Nya maka akan membawa sukacita dan kebahagiaan. Orang beriman tentu meyakini bahwa apapun yang dialaminya, ada Tuhan Allah yang sedang terlibat untuk rencana baik di masa depan.

3. Kita terkadang menjadi seperti Sarah dan Hagar bukannya saling menolong tetapi saling menindas. Sebab dendam yang mendarah daging oleh kecemburuan dan merasa tersaingi akan kehadiran orang lain.

4. Tuhan Allah selalu membawa pengharapan bagi masa depan keluarga kita, termasuk anak-anak, maka setialah kepada-Nya, ikuti perintah-Nya dan bertanggungjawablah atas kehidupan yang Tuhan Allah berikan. Menaruh perhatian dengan tidak melalaikan tanggung jawab terhadap anak adalah bagian dari iman yang harus dipertanggungjawabkan, karena anak adalah anugerah Tuhan Allah.

5. Belajar dari Abraham yang bertanggung jawab atas hidup keluarganya dengan mendengar dan melakukan sesuai dengan firman Tuhan.

6. Bimbinglah anak-anak kita dengan bijak dan takut akan Tuhan, sehingga tidak mudah mengejek mengolok-olok orang lain atau terlibat bullying (perundungan).

7. Gereja harus terus menyatakan kepedulian dan perhatian terhadap anak-anak dengan tidak menelantarkan dan melakukan pembiaran. Baik dalam kebutuhan tumbuh kembang secara jasmani, maupun kebutuhan rohani dengan menjadi gereja yang ramah anak.

(ddkg)

  • Penulis: RedaksiMedia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Frede Aries Massie (FAM)

    ‎Jelang Idul Adha 1447 H, FAM : Maknai Hari Suci Sebagai Perekat Persaudaraan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    ‎Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Tokoh Politik Minahasa Selatan (Minsel) Frede Aries Massie (FAM) mengemukakan bahwa Idul Adha 1447 H merupakan momen yang mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, kasih, dan ketakwaan. Menurutnya, Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Perayaan yang juga dikenal sebagai hari raya qurban ini tidak hanya […]

  • Komitmen Dengan Program Prabowo, Polres Minsel dan Bhayangkari Kembali Bagikan Makan Siang Gratis

    Komitmen Dengan Program Prabowo, Polres Minsel dan Bhayangkari Kembali Bagikan Makan Siang Gratis

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Amurang, MEDIAALTERNATIF.ID – Polres Minahasa Selatan (Minsel) terus melaksanakan program rutin membagikan makan siang gratis kepada para pelajar Sekolah Dasar (SD), kali ini di berlokasi SD Advent Amurang, Selasa (12/11/2024) siang. “Makan siang gratis ini untuk mendukung program kerja Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, sebagai upaya meningkatkan gizi anak-anak sekolah khususnya dijenjang SD dalam […]

  • Wings Air Hubungkan Manado – Toraja, Pengembangan Era Baru Ekonomi dan Pariwisata Sulawesi

    Wings Air Hubungkan Manado – Toraja, Pengembangan Era Baru Ekonomi dan Pariwisata Sulawesi

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Terbang dari Manado ke Tana Toraja PP, kini bukan lagi sekadar pilihan, tapi solusi cerdas untuk bergerak maju bersama Sulawesi yang terkoneksi. Wings Air, bagian dari Lion Air Group, umumkan rencana membuka rute Manado (Sam Ratulangi) – Tana Toraja (Toraja Airport) sebagai upaya membangun jembatan udara yang membuka peluang ekonomi, memperluas akses […]

  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti, foto : (detikcom)

    Kabar Gembira, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan Gaji Guru Naik

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti RI memastikan kenaikan gaji guru, Mu’ti mengatakan nominal kenaikan akan diumumkan dalam waktu dekat. “Sudah saya sampaikan tadi, insyaallah akan ada kenaikan. Tapi untuk jumlahnya berapa, nominalnya berapa, nanti nunggu pengumumannya saja,” kata Abdul Mu’ti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2024). Dilansir […]

  • Cuaca Ekstrem! Pemdes Kumelembuai Satu Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    Cuaca Ekstrem! Pemdes Kumelembuai Satu Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Kumelembuai, MEDIAALTERNATIF.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Utara (Sulut) mulai berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Desa Kumelembuai Satu. Hujan deras disertai angin kencang membuat risiko bencana seperti tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang semakin tinggi. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Kumelembuai Satu melalui Pejabat Hukum Tua Rivo Mongkaren SE mengimbau seluruh masyarakat untuk […]

  • Gubernur dan istri saat berkunjung di kediaman rudis Walikota Manado dan kediaman pribadi ketua Kadin Manado, Selasa (17/2/2026)

    Imlek 2026 : Gubernur Bersama Istri Berkunjung ke Rudis Walikota Manado dan Kediaman Jemmy Asiku

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Momentum Tahun Baru Imlek 2026 menjadi ajang silahturahmi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus dan istri Ny. Anik Selvanus berkunjung ke masyarakat Tionghoa di Manado. ‎”Hari ini, 17 Februari 2026, saya bersama istri merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Manado,” ujar Gubernur. Selain berkunjung ke kediaman rumah dinas Walikota Manado Andrei […]

expand_less