Princesa Maria Kamagi Osorio Soares, Keke Minahasa Utara 2025 yang Aktif di Dunia Hukum, Debat dan Pariwisata
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Princesa Maria Kamagi Osorio Soares
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Princesa Maria Kamagi Osorio Soares bukan sekadar menyandang gelar Keke Minahasa Utara 2025.
Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini aktif mengembangkan diri melalui berbagai bidang, mulai dari hukum, public speaking, debat, kepemudaan hingga pariwisata.
Princesa saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum Unsrat. Ketertarikannya terhadap dunia hukum berjalan beriringan dengan kemampuannya dalam komunikasi publik dan berpikir kritis.
Selama menjalani pendidikan sebagai mahasiswa, Princesa aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri. Ia dikenal sebagai English Debate Speaker, sekaligus aktif sebagai Master of Ceremony (MC) maupun moderator dalam berbagai kegiatan.
Pengalaman tersebut semakin berkembang ketika dirinya dipercaya mengemban posisi sebagai Head of External Division UKM Debat Sam Ratulangi (SRDS).
Keterlibatannya dalam dunia debat dan speech menjadi ruang bagi Princesa untuk mengasah kemampuan argumentasi, komunikasi serta berpikir kritis.
Tak hanya aktif di bidang organisasi, Princesa juga memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan.
Ia merupakan penerima Beasiswa Bank Indonesia melalui Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sulawesi Utara.
Membawa Nama Minahasa Utara Lewat Pariwisata
Di bidang pariwisata dan kepemudaan, Princesa mendapat kepercayaan sebagai Keke Minahasa Utara 2025.
Peran tersebut membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan promosi pariwisata, pengembangan kapasitas kepemudaan, kegiatan sosial dan kebudayaan.
Sebagai Keke Minahasa Utara, Princesa juga menjadi bagian dari mitra Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan promosi daerah dan pengembangan potensi generasi muda.
Baginya, gelar yang disandang bukan hanya sebuah pencapaian personal, tetapi juga kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi daerah.
“Setiap pengalaman merupakan kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Princesa.
Hal ini menjadi prinsip yang terus dipegangnya dalam menjalani berbagai aktivitasnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari dunia akademik, organisasi, debat, kepemudaan hingga pariwisata dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
Princesa juga ingin menjadikan setiap kesempatan yang diberikan sebagai ruang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Dengan latar belakang hukum, pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi publik serta keterlibatannya dalam promosi pariwisata Minahasa Utara, Princesa menunjukkan bahwa peran generasi muda dapat dibangun melalui berbagai ruang sekaligus akademik, organisasi, kepemudaan dan pengabdian bagi daerah.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar