Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Religi » Inilah Tanda Perjanjian Yang Kuadakan Antara Aku dan Segala Makhluk Yang Ada di Bumi

Inilah Tanda Perjanjian Yang Kuadakan Antara Aku dan Segala Makhluk Yang Ada di Bumi

  • account_circle Media Alternatif
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

ALASAN PEMILIHAN TEMA 

Manusia diciptakan dengan tugas sebagai caretaker (pemelihara semua ciptaan). Namun, dunia sekarang ini cenderung melihat alam sebagai pemenuh kebutuhan manusia, memanfaatkan alam bahkan mengeksploitasinya ingga melampaui batas kemampuan alam itu sendiri. Tindakan ekosida (eksploitasi alam secara masif) ini terjadi di berbagai tempat, termasuk di Indonesia. Sektor penggunaan lahan di Indonesia memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca secara global.

banner 336x280

Maraknya kasus deforestasi (penggundulan hutan), alih fungsi lahan, korupsi tambang, bahkan berbagai tindakan yang menyebabkan polusi air, udara, dan tanah, mengganggu kestabilan hidup manusia serta menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup spesies asli dan endemik di berbagai daerah yang terdampak. Manusia sebagai mahkota ciptaan bertanggung jawab penuh atas terjadinya kerusakan ekologis ini. Dalam iman Kristen, manusia dan alam adalah sesama ciptaan, sehingga kerusakan terhadap alam adalah kegagalan manusia dalam merawat bumi sebagai rumah bersama. Kerusakan masif ini membutuhkan pemulihan, bukan hanya pemulihan parsial tapi justru pemulihan holistik.  Realitas inilah yang menjadi dasar perenungan tema “INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI”. 

PEMBAHASAN TEMATIS 

‎Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Secara tradisional kitab Kejadian dan seluruh kitab Pentateukh (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan) dianggap ditulis oleh Musa. Musa memang merupakan tokoh yang terlibat langsung dalam peristiwa penting sejarah bangsa Israel, namun berdasarkan penelitian, kitab Pentateukh terdiri dari berbagai cerita yang berasal dari beberapa kelompok penulis, waktu, dan tempat yang berbeda. Dengan demikian, proses penulisan Kitab Kejadian dan seluruh kitab Pentateukh dimulai sejak abad ke-10 SM sampai abad ke-6 SM. Berdasarkan isinya, kitab ini terbagi dalam dua bagian, pasal 1-11 tentang sejarah zaman permulaan dan pasal 12-50 tentang sejarah para bapak leluhur Israel.

Kejadian 9:1-17 merupakan kelanjutan narasi tentang Nuh yang dimulai pada Kejadian 6. Pasal ini, berdasarkan tradisi ditulis oleh para imam (P). Perikop ini sangat jelas bercirikan re-creation (penciptaan kembali) karena dimulai dengan perintah pertama bagi manusia di bumi yang baru, yakni perintah prokreasi (beranak cucu) sama seperti dalam Kejadian 1:22 (ay. 1-4). Tuhan Allah menghendaki babak baru kehidupan manusia yang berasal dari keturunan Nuh, seorang yang benar (Ibr. ṣaddîq orang yang adil, saleh) dan tidak bercela (Ibr. tāmîm sempurna, utuh, tanpa cacat) di hadapan-Nya (Kej. 6:9). Pada bagian ini, relasi harmonis antara manusia dan binatang tidak ada lagi. Peran manusia dalam ekosistem sebagai pemelihara (Kej. 1:28), berubah menjadi konsumen yang diizinkan Tuhan Allah untuk mengkonsumsi “segala yang bergerak, yang hidup” (ay. 3).

‎Perubahan drastis ini kemungkinan besar disebabkan oleh peristiwa air bah yang menyapu seluruh daratan dan menghilangkan kesuburan tanah. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengembalikan struktur tanah dan kesuburannya setelah banjir, sehingga manusia diperbolehkan untuk memakan segala sesuatu, kecuali binatang yang masih hidup dan masih berdarah (ay. 4).

Perintah Tuhan Allah kemudian beralih pada relasi antara manusia dan sesamanya (ay. 5-7). Tidak dapat dipastikan bahwa kejahatan yang pernah dilakukan manusia pra-air bah tidak akan terulang lagi, maka Tuhan Allah memberikan perintah bagi manusia untuk saling menjaga. Kata nepeš (nyawa) merupakan kata kunci pada bagian ini. Nyawa atau kehidupan adalah sesuatu yang berharga karena milik Tuhan Allah sendiri, sehingga sebagai imago Dei manusia dilarang untuk saling membunuh. Tuhan Allah justru menghendaki supaya manusia semakin menambah jumlahnya dan menjalankan tugas untuk berkuasa atas bumi dan mencegah terjadinya tindak kekerasan dalam relasi antar manusia.

Tuhan Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh sebagai representasi seluruh manusia serta semua yang bernafas di bumi (ay. 8-11). Pemulihan dari Tuhan Allah bersifat holistik, itulah sebabnya perjanjian ini juga disebut dengan the cosmic covenant (perjanjian kosmik). Dalam perjanjian ini, Tuhan Allah mengikat diri-Nya sendiri, membatasi murka-Nya atas bumi. Kata berît (perjanjian) yang muncul sebanyak tujuh kali dalam perikop ini mengindikasikan bahwa perjanjian ini bersifat sempurna dan penuh. Pada umumnya, istilah “mengadakan perjanjian” dalam bahasa Ibrani digunakan kārat berît (memotong perjanjian) untuk menunjukkan adanya penyembelihan binatang dalam mensahkan sebuah perjanjian.

Namun, dalam perikop ini digunakan istilah istimewa, yakni hēqîm berît. Kata hēqîm adalah bentuk kausatif dari kata dasar qûm (bangkit, berhasil, terwujudnya kata atau rencana) untuk menyatakan bahwa Tuhan Allah sendiri menyebabkan/ berinisiatif untuk memberlakukan atau meresmikan (Ing: establish) perjanjian-Nya, tanpa perlu korban persembahan yang disembelih.

Tuhan Allah kemudian menandai perjanjian kekal ini dengan busur-Nya (ay. 12-17). Dalam bahasa Ibrani qešet, tidak hanya berarti pelangi di awan, tapi juga busur panah yang biasanya digunakan untuk memburu dan perang. Dalam pengertian ini, maka Tuhan Allah ditampilkan sebagai ksatria dalam peperangan yang bersenjatakan busur dan anak panah (bdk. Hab. 3:9, 2 Sam. 22:15, Mzm. 18:15) dan menjadi musuh manusia pada waktu air bah. Dia membidik dengan busur-Nya dan memanah manusia sebagai sasarannya. Tetapi sekarang, Dia menaruh busur-Nya sebagai tanda bahwa peperangan-Nya sudah selesai. Busur atau pelangi yang awalnya merupakan tanda permusuhan, tanda perang, kini menjadi tanda peringatan untuk Tuhan Allah bahwa Ia telah mengikat diri, tanda jaminan damai oleh-Nya kepada seluruh bumi. Janji-Nya kekal: tidak akan ada lagi penghancuran bumi dengan air bah. Dia sendiri akan senantiasa mengingat janji-Nya untuk memelihara, memberkati bumi dan seluruh ciptaan-Nya.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN 

Bencana alam yang menimpa orang percaya sering dianggap sebagai hukuman atas dosa manusia. Dalam situasi ini, dosa yang dimaksud adalah pengabaian tugas manusia sebagai care-taker terhadap alam. Selama ini alam hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, tanpa dirawat dan dipelihara. Sudah saatnya kita menjalani hidup dengan adab kepada alam dan menghentikan krisis ekologi.

Orang percaya harus berkomitmen untuk hidup dalam ketaatan dan kekudusan sebagai wujud pemulihan dari Tuhan Allah. Tindakan-tindakan yang mengedepankan ego, mengabaikan kaum marginal (kaum yang terpinggirkan), melupakan identitas sebagai hamba Tuhan Allah, harus dihilangkan. Komitmen untuk hidup baru dengan melakukan perintah-Nya adalah wujud cinta terbesar kepada-Nya.

Rekonsiliasi antara Tuhan Allah dan manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus, menjadi titik tolak orang percaya untuk bertanggung jawab atas pemulihan relasi dengan sesama ciptaan. Dalam karya penebusan, pendamaian Yesus Kristus bukan hanya ditujukan bagi manusia, melainkan demi seluruh ciptaan. Oleh karena itu, orang percaya diajak untuk memandang alam dan seluruh ciptaan dalam relasi yang setara; semua dikasihi dan dipelihara Tuhan Allah.

‎Gereja harus berperan aktif agar terjadi keadilan ekologis, menghentikan semua tindakan eksploitasi alam yang berujung pada krisis ekologis. Gereja menjadi garda terdepan untuk membangun kesadaran spiritualitas ugahari (sederhana) dan menerapkan sustainable living lifestyle, yakni gaya hidup berkesinambungan dan ramah lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI 

Apa pemahaman anda tentang “Inilah tanda Perjanjian Yang Kuadakan Antara Aku dan Segala Makhluk Yang Ada Di Bumi”, menurut Kejadian 9:1-17?

Jelaskan tantangan yang dihadapi gereja dalam menciptakan tatanan kehidupan dan relasi yang baik antara manusia dan alam!

Bagaimana peran dan upaya gereja dan pemerintah dalam menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem agar manusia dapat hidup dengan baik tanpa merusak alam?

NAS PEMBIMBING: Yesaya 54:10 

POKOK-POKOK DOA 

  • Berdoa supaya orang percaya hidup dalam komitmen untuk terus memperbarui diri.
  • Berdoa bagi gereja dan semua orang percaya untuk terus memelihara alam sebagai sesama ciptaan.
  • Berdoa agar orang percaya yang terdampak bencana alam mendapat pertolongan dan tetap hidup taat dan beriman di tengah situasi kebencanaan.
  • Berdoa bagi gereja dan pemerintah supaya bekerja sama untuk menciptakan aturan yang menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.

(dodokugmim)

  • Penulis: Media Alternatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkembangan ekspor impor provinsi Sulut, Mei 2026

    BPS Ungkap Tren Positif Ekonomi Sulut, Ekspor, Pariwisata hingga Penerbangan Alami Peningkatan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara merilis Berita Resmi Statistik (BRS) per 1 Juli 2026 yang menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator utama perekonomian daerah. Perdagangan luar negeri, pariwisata, hingga sektor transportasi sama-sama mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang tahun berjalan. Data tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara terus […]

  • Gala Dinner Hari Ulang Tahun ke-67 BKOW Provinsi Sulawesi Utara yang berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (20/7/2026).

    Gubernur Yulius: BKOW Mitra Strategis Pemerintah, Perempuan Jadi Penggerak Sulut Maju

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan bahwa Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Utara merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Gala Dinner Hari Ulang Tahun ke-67 BKOW […]

  • Perkuat Layanan Digital Pemerintah, BSG Tandatangani PKS Penggunaan Kredit Pemda dengan Kabupaten Gorontalo

    Perkuat Layanan Digital Pemerintah, BSG Tandatangani PKS Penggunaan Kredit Pemda dengan Kabupaten Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    ‎Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo) melangkah strategis dalam mendukung transformasi digital pemerintah daerah. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo tentang pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah di Jakarta, Rabu (17/12/2025). Kerjasama ini ditandatangani untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan […]

  • Hari Ini, Gerakan Pangan Murah Pemprov Sulut Sasar Minsel

    Hari Ini, Gerakan Pangan Murah Pemprov Sulut Sasar Minsel

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan serta mengendalikan inflasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Bulog dan stakeholder terkait, hari ini Jumat (11/7/2025) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Plh. Kepala Dinas Kominfo Sulut, Denny Mangala mengatakan, kurangnya stok beras bukan hanya terjadi di Sulawesi Utara, […]

  • Aser Tuama Kewas, (grafis : mediaalternatif)

    Petinju Berdarah Minsel Mengamuk! Aser Kewas Rebut Sabuk WBA Asia Lewat KO Sadis Ronde 7

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Dunia tinju Indonesia kembali bergemuruh, Petinju berdarah Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) Aser Tuama Kewas, sukses mengukir sejarah setelah merebut sabuk juara WBA Asia dengan cara yang spektakuler. Menghadapi petinju tangguh asal Filipina, Angilou Dalogdog, Aser tampil garang sejak ronde awal. Dengan tekanan tanpa henti dan pukulan-pukulan mematikan, petinju kebanggaan Sulawesi […]

  • Kepala Sekolah SMA N 1 Manado Jemmy James Jeremias (dok.alternatif)

    Pagi Ceria hingga Edukasi Hukum, 576 Murid Ikut MPLS Ramah Lingkungan di SMAN 1 Manado

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Sebanyak 576 siswa baru resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Manado. Berbeda dari kesan perpeloncoan di masa lalu, kegiatan tahun ini sepenuhnya mengusung konsep MPLS Ramah 2026, yang berfokus pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying). Pelaksanaan kegiatan ini merujuk langsung pada […]

expand_less