Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Bolmong Raya » Alfian Polla Daini: Dinamika Jelang Muktamar PBNU 2026 Harus Tetap dalam Koridor Mekanisme Organisasi

Alfian Polla Daini: Dinamika Jelang Muktamar PBNU 2026 Harus Tetap dalam Koridor Mekanisme Organisasi

  • account_circle RedaksiMedia
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • print Cetak

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Dinamika menjelang Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 dinilai sebagai bagian yang wajar dalam kehidupan organisasi.

Namun, perbedaan pilihan dan pandangan di tengah proses tersebut diharapkan tetap ditempatkan dalam koridor mekanisme organisasi, etika kepemimpinan, serta kepentingan bersama.

banner 336x280

Pandangan itu disampaikan Alfian Polla Daini melalui pernyataan pribadinya terkait dinamika menjelang Muktamar PBNU 2026.

Menurut Alfian, setiap kader dan pengurus memiliki pandangan, pertimbangan, serta pilihan masing-masing.

Karena itu, perbedaan sikap tidak semestinya secara otomatis dipandang sebagai persoalan integritas maupun ketidakdisiplinan organisasi.

“Dinamika tersebut menurut saya perlu ditempatkan dalam kerangka mekanisme organisasi, etika kepemimpinan dan kepentingan bersama,” ujar Alfian.

Ia menjelaskan, dalam organisasi yang memiliki struktur dan jenjang kepemimpinan seperti Nahdlatul Ulama, merupakan hal yang wajar apabila Ketua PWNU memberikan arahan, pandangan, maupun rekomendasi kepada jajaran PCNU.

Komunikasi dan koordinasi antara pimpinan dengan struktur di bawahnya, kata dia, merupakan bagian dari dinamika organisasi.

Namun, Alfian menekankan bahwa arahan pimpinan tidak selalu identik dengan keputusan organisasi, sepanjang arahan tersebut belum melalui mekanisme dan kewenangan yang ditentukan dalam aturan organisasi.

Menurutnya, hal tersebut penting untuk membedakan antara loyalitas terhadap organisasi dan kebebasan berpikir di dalam organisasi.

“Ketika seorang pengurus memiliki pilihan yang berbeda dari arahan pimpinan, hal itu tentu perlu dilihat secara objektif,” katanya.

Ia menilai, perbedaan sikap perlu dilihat dari alasan yang melatarbelakanginya. Jika perbedaan tersebut lahir dari pertimbangan substantif, visi, kapasitas, gagasan, serta kepentingan masa depan organisasi, maka hal itu justru dapat menjadi bagian sehat dari dinamika organisasi.

Sebaliknya, Alfian mengingatkan agar perbedaan sikap tidak didorong oleh kepentingan politik praktis, kepentingan kelompok, kedekatan pribadi maupun kepentingan tertentu di luar kepentingan organisasi.

“Integritas dalam organisasi bukan hanya soal mengikuti atau tidak mengikuti sebuah arahan. Integritas juga berarti mampu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi dan kelompok,” tegasnya.

Ia juga menilai disiplin organisasi tidak boleh dimaknai sebagai upaya menghilangkan ruang perbedaan pendapat.

Disiplin, menurut Alfian, harus berjalan bersama aturan, musyawarah, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap mekanisme organisasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak tidak sekadar mempertanyakan siapa mendukung siapa, tetapi juga melihat bagaimana dukungan tersebut dibangun dan atas dasar apa keputusan itu diambil.

“Apakah karena pertimbangan objektif terhadap masa depan organisasi? Apakah karena pertimbangan substantif terhadap kapasitas dan visi kepemimpinan? Ataukah karena kepentingan kelompok dan kalkulasi politik tertentu?” ujarnya.

Alfian menyebut pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk menjadi bahan refleksi bersama tanpa harus menuduh maupun menghakimi pihak tertentu.

Ia berpandangan, semakin besar sebuah organisasi, semakin penting pula membangun budaya organisasi yang terbuka, dewasa, dan objektif.

Arahan pimpinan, kata dia, tetap harus dihormati. Namun, mekanisme organisasi juga harus dijaga. Demikian pula perbedaan pendapat perlu dihargai, tetapi kepentingan organisasi tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kelompok.

Menurut Alfian, Muktamar bukan semata-mata mengenai upaya memenangkan seorang calon. Lebih dari itu, Muktamar merupakan momentum bagi NU untuk menentukan arah kepemimpinannya melalui mekanisme yang bermartabat sekaligus tetap menjaga persaudaraan.

“Jangan sampai perbedaan pilihan yang seharusnya menjadi bagian dari proses demokrasi organisasi justru berubah menjadi sekat-sekat kelompok,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pihak menempatkan dinamika menuju Muktamar 2026 secara proporsional.

Jika perbedaan pilihan dilandasi alasan substantif, menurutnya, hal tersebut patut dihormati. Namun, jika perbedaan lebih didorong kepentingan politik, kelompok, atau pribadi, maka organisasi perlu melakukan evaluasi.

“Kalau berbeda pilihan karena alasan yang substantif, mari kita hormati. Tetapi kalau berbeda hanya karena kepentingan politik, kelompok atau kepentingan pribadi, maka menurut saya di situlah organisasi perlu berhenti sejenak untuk melakukan evaluasi dan bertanya: sebenarnya kepentingan siapa yang sedang kita perjuangkan?” tuturnya.

Alfian menegaskan, pandangan tersebut disampaikannya sebagai sikap pribadi dengan tetap menghormati seluruh jajaran pimpinan dan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Berbeda pilihan adalah hal biasa. Berbeda pandangan adalah bagian dari musyawarah. Tetapi menjaga integritas, persatuan dan marwah organisasi adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia berharap dinamika menuju Muktamar PBNU 2026 justru menjadi momentum untuk memperkuat NU, bukan memperlebar perbedaan di antara sesama warga Nahdlatul Ulama.

  • Penulis: RedaksiMedia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjabat Hukumtua Desa Kumelembuai, Hansye Mintalangi, SH (foto:dok pribadi)

    Polemik Drainase Depan Indomaret, Ini Pengakuan Pemdes Kumelembuai

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Kumelembuai, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai melalui Penjabat Hukumtua Hansye Mintalangi, SH mengklarifikasi terkait adanya dugaan pemdes tidak bertanggungjawab atas polemik drainase yang ada di depan indomaret kumelembuai. Menurutnya sebagai Pemerintah Desa sudah dua kali pihak mereka menyurat ke pihak indomaret terkait drainase yang ada. “Sebagai pemerintah desa sudah 2 kali menyurat […]

  • WTP ke 12, Gubernur Ajak Masyarakat Kawal Pembangunan di Sulut

    WTP ke 12, Gubernur Ajak Masyarakat Kawal Pembangunan di Sulut

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Tata kelola keuangan daerah di Sulawesi Utara (Sulut) terus menunjukkan tren positif. ‎Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Sulut berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, Selasa (2/6/2026). ‎Capaian tersebut sekaligus menjadi raihan WTP pertama pada […]

  • Gubernur Yulius Selvanus saat Audiens di Kementerian Pariwisata RI

    Komitmen Kembangkan Pariwisata Sulut, Ini Poin Penting Kunjungan Gubernur Yulius di Kementerian Ekraf dan Kementerian Pariwisata RI

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus gerak cepat dalam menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk pembangunan pariwisata di Sulut. Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan Gubernur Yulius di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI dan Kementerian Pariwisata RI, di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2025). Pertemuan marathon tersebut menghasilkan beberapa poin penting […]

  • Patroli pengawasan penertiban APK Panwascam Kumelembuai, Minggu (24/11/2024), (foto : dokumentasi panwascam Kumelembuai)

    Pastikan APK Bersih, Panwascam Kumelembuai Lakukan Patroli Pengawasan

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Kumelembuai, MEDIAALTERNATIF.ID – Memasuki tahapan masa tenang tanggal 24 November 2024 Panwascam Kumelembuai melakukan giat patroli pengawasan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon (Paslon), Sabtu (23/11/2024) malam. Patroli pengawasan yang dipimpin langsung Ketua Panwascam dan Kordiv P3S menyisir sejumlah titik zona pemasangan APK di wilayah Kecamatan. “Patroli pengawasan yang kami lakukan adalah bentuk tindaklanjut […]

  • Foto bersama Garda Nusantara bersama Pembina Standius Bara Prima (SBP) dan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Sabtu (22/8/2026)

    Bara Prima Siap Satu Barisan dengan Garda Nusantara Perangi Narkoba di Sulut

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Toar Wungow
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Komitmen memperkuat perlindungan generasi muda Sulawesi Utara (Sulut) dari ancaman penyalahgunaan narkotika mendapat dukungan dari Standius Bara Prima (SBP). Putra Gubernur Sulut itu menyatakan kesiapan bersinergi dengan Gerakan Anti Narkoba (GAN) Garda Nusantara dalam berbagai gerakan sosial untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba. Dukungan tersebut disampaikan SBP saat bertemu jajaran GAN […]

  • Gubernur Yulius Apresiasi Dedikasi DWP Sulut, 26 Tahun Dukung Pembangunan Daerah

    Gubernur Yulius Apresiasi Dedikasi DWP Sulut, 26 Tahun Dukung Pembangunan Daerah

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    ‎Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) diwakili Asisten III Setdaprov Sulut, Fransiscus Manumpil menghadiri peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang dirangkaikan dengan ibadah Natal di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Selasa (09/12/2025). Perayaan ini mengangkat tema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, […]

expand_less