Wisman Sulut Melonjak 108 Persen, Komisi IV Apresiasi Kinerja Dinas Pariwisata
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

Kadis Pariwisata Sulut, dr. Kartika Devi Tanos, MARS saat wawancara di Kantor DPRD Sulut. (Istimewa)
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mengalami lonjakan hingga 108 persen secara year on year (YoY) dibandingkan periode Agustus 2025.
Capaian ini mendapat apresiasi dari DPRD Sulut, meski sejumlah tantangan masih membayangi pengembangan pariwisata daerah.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulut bersama enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pariwisata Sulut, yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV, Senin (2/11/2026).
RDP dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Dra. Vonny Paat, didampingi Wakil Ketua Louis Carll Schramm dan Sekretaris Cindy Wurangian. Turut hadir anggota Komisi IV, Iren Golda Pinontoan, Pier Makisanti, Paula Runtuwene, Vionita Kuera, serta Muslima Mungilong.
Agenda rapat difokuskan pada evaluasi capaian program dan kegiatan tahun anggaran 2026 sekaligus pembahasan rencana program dan kegiatan tahun 2027.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pariwisata Sulut, dr. Kartika Devi Tanos, MARS, mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan asing tidak terlepas dari bertambahnya frekuensi penerbangan internasional menuju Sulawesi Utara.
“Untuk wisatawan mancanegara mengalami peningkatan signifikan hingga 108 persen. Ini dipengaruhi oleh jumlah penerbangan dari Korea Selatan yang sekarang sudah setiap hari, sebelumnya hanya tiga atau empat kali dalam seminggu. Begitu juga dengan penerbangan lainnya, termasuk charter flight,” ujar Tanos.
Meski demikian, ia mengakui kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) justru mengalami penurunan sekitar 0,62 persen. Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah tingginya harga tiket pesawat domestik yang dapat mencapai Rp6 juta untuk perjalanan pulang-pergi (PP).
Kondisi tersebut turut berdampak pada penyelenggaraan kegiatan industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).
Menurut Tanos, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan kementerian dan lembaga pemerintah pusat ikut menekan aktivitas MICE di Sulawesi Utara.
Di sisi lain, pengembangan infrastruktur dan fasilitas destinasi wisata juga menjadi perhatian serius Dinas Pariwisata.
Tanos menegaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi erat dengan pelaku usaha dan masyarakat sekitar destinasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Yang penting juga adalah menjaga kebersihan fasilitas dasar, seperti toilet publik, serta perlunya koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota terkait destinasi wisata yang terbengkalai,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator Komisi IV, Stella Runtuwene, AMd.Sek, memberikan apresiasi atas capaian peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara tersebut.
Menurut Stella, lonjakan kunjungan wisman menjadi indikator bahwa program kerja sektor pariwisata di Sulawesi Utara telah berjalan dengan baik.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada peningkatan angka kunjungan, tetapi juga memastikan fasilitas pendukung di destinasi wisata mendapat perhatian.
“Hasil ini menandakan program kerja sektor pariwisata di Sulawesi Utara berjalan dengan baik. Namun, saya ingatkan pemerintah daerah untuk tidak abai terhadap pembenahan fasilitas pendukung di lapangan,” pungkas Stella.
Menariknya, berdasarkan pemaparan dalam RDP tersebut, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga awal November 2026 telah mencapai 104 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Sulut, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat promosi, meningkatkan kualitas fasilitas destinasi, serta mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara secara berimbang.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar