Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Pemerintahan » Bukan Sekadar Seremonial, YSK Ingin Literasi Mengakar hingga Pelosok Sulut

Bukan Sekadar Seremonial, YSK Ingin Literasi Mengakar hingga Pelosok Sulut

  • account_circle Media Alternatif
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • print Cetak

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan literasi di daerah.

‎‎Ia bahkan menyatakan siap mendukung 1.000 persen setiap inisiatif yang bertujuan menghidupkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis, terutama di kalangan generasi muda.

banner 336x280

‎‎Pernyataan tersebut disampaikan Yulius saat menutup Festival Literasi Provinsi Sulawesi Utara 2026 di Museum Negeri Sulawesi Utara, Minggu (4/10/2026).

‎‎Menurut Yulius, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan menganalisis informasi, melahirkan gagasan, serta menghasilkan solusi bagi pemerintah dan masyarakat.

‎‎“Manakala Standius Bara Prima mempunyai ide untuk menghidupkan literasi di Sulawesi Utara, saya dukung 1.000 persen,” tegas Yulius.

‎‎Ia menilai, gerakan literasi harus terus digalakkan karena dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan pemikiran, menyampaikan ide, hingga melahirkan karya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

‎‎Yulius juga menekankan bahwa literasi memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Gagasan, pemikiran, ucapan, hingga tindakan seseorang dapat menjadi bagian dari catatan sejarah yang bernilai bagi generasi mendatang.

‎‎Karena itu, ia berharap Festival Literasi Sulut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga ke desa-desa.

‎“Saya berharap bukan hanya sekadar tampil, tetapi saya ingin terus galakkan literasi di Sulawesi Utara ini sampai ke tingkat desa-desa. Mari bersama-sama,” ujarnya.

‎‎Kepada para peserta dan finalis Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara, Yulius berpesan agar terus mengembangkan diri melalui kegiatan membaca, menulis, menganalisis, serta menghasilkan karya nyata.

‎Ia mendorong generasi muda untuk berani menuangkan pemikiran dalam bentuk tulisan, cerita, maupun buku yang dapat menjadi warisan pengetahuan dan sejarah.

‎“Kalau kau cinta literasi, kau cinta Indonesia, maka menulislah. Berkaryalah, menganalisalah, membuatlah satu cerita, membuatlah suatu buku untuk menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan, ditelan zaman,” pesannya.

‎Menutup sambutannya, Yulius secara resmi menyatakan Festival Literasi Provinsi Sulawesi Utara 2026 ditutup.

‎Ia berharap semangat literasi terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulut, sekaligus melahirkan generasi muda yang kreatif, kritis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

  • Penulis: Media Alternatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less