Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Headline » MTPJ GMIM 17 – 23 November 2024 : Sambutlah Anak-anak Dalam Nama-Ku

MTPJ GMIM 17 – 23 November 2024 : Sambutlah Anak-anak Dalam Nama-Ku

  • account_circle RedaksiMedia
  • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
  • print Cetak

Matius 18:1-11

ALASAN PEMILIHAN TEMA

banner 336x280

Anak adalah buah hati setiap keluarga. Karakter anak-anak penuh kepolosan, tawa, canda, kegirangan, tidak munafik dan jujur. Setiap orang tua berharap mereka dapat memiliki pribadi yang baik dan masa depan yang bahagia. Namun terkadang anak diasosiasikan dengan sifat cengeng, manja, lemah, tidak mandiri dan tidak bisa diatur. Dan tidak semua anak mendapat kebahagiaan di lingkungan di mana mereka tinggal.

Banyak orang tua mengambil keputusan untuk anak tanpa melibatkan anak. Ada anak-anak tyang “broken home”. Gereja kurang memberi edukasi terhadap calon orang tua sehingga ibu belum siap melahirkan anaknya. Asupan makanan tidak bergizi melahirkan anak-anak stunting dan difabel (mengalami cacat, kelainan fisik dan mental). Gereja wajib mengembalikan posisi anak dari marginal (terpinggirkan) ke posisi utama.

Keberpihakan terhadap anak adalah tanggung jawab keluarga, gereja dan pemerintah. Keluarga adalah unit dasar dalam masyarakat, sementara gereja adalah tempat di mana anak mendapat dukungan rohani dan pembentukan karakter. Tiga entitas ini, memiliki peran yang saling terkait dalam membentuk anak dan mempengaruhi perkembangan masyarakat secara keseluruhan.

Atas realitas inilah, maka dipilihlah tema “Sambutlah anak-anak dalam Nama-Ku”, yang menuntun perenungan firman Tuhan sepanjang minggu ini.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Matius 18 ayat 1 dimulai dengan adegan para murid yang mengikuti Yesus Kristus bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Pertanyaan ini bermaksud untuk mencari tahu siapa yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam Kerajaan Sorga. Menjawab pertanyaan tersebut, Yesus Kristus menggunakan tanda dengan memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Tidak diberikan informasi spesifik tentang asal-usul anak yang tiba-tiba muncul saat Yesus Kristus mengajarkan para murid tentang pentingnya menjadi seperti anak kecil. Teks hanya mengatakan bahwa Yesus Kristus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu menjadikan anak kecil itu sebagai contoh untuk mengajarkan tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Pesan yang mau disampaikan oleh Yesus Kristus adalah mereka yang terbesar dalam Kerajaan Sorga harus berkarakter dan bersikap sikap seperti anak kecil yang tampil apa adanya dalam mengikuti-Nya; rendah hati, sederhana, polos, jujur dan tidak munafik.

Di masa itu, anak kecil dianggap tidak penting di tengah masyarakat Yahudi, sebagai kaum yang lemah dan tak berdaya. Yesus Kristus mengatakan bahwa untuk memasuki Kerajaan Sorga murid-murid harus bertobat dari sikap ambisius yang mengejar kedudukan. Kerajaan Sorga bukan terdiri dari orang-orang sombong, yang merasa diri layak bahkan berjasa untuk mendapatkan kewarnegaraan sorga. Melainkan, mereka yang taat, tunduk dan bersedia diatur, memiliki sikap rendah hati, kepercayaan yang tulus dan ketergantungan penuh pada Bapa di sorga (ayat1-5).

Lalu Yesus Kristus mengingatkan bahaya menyesatkan anak-anak kecil karena mereka akan celaka. Ia memberikan peringatan yang keras bahwa barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak yang percaya pada-Nya akan celaka. Bahaya ini menunjukan pentingnya bertanggung jawab dalam memberikan pengajaran dan teladan yang benar, menjaga dan melindungi keimanan anak-anak agar jangan percaya terhadap penyesatan. Kata penyesatan (skandalizo) berarti menyesatkan, menggoncangkan iman, menjadi batu sandungan, membuat orang kecewa dan menolak, murtad atau memalingkan seseorang dari jalan yang benar. Dalam konteks ayat ini, Yesus Kristus memberikan peringatan tentang bahaya menyesatkan anak-anak kecil yang percaya pada-Nya. Penyesatan di sini dapat mencakup berbagai bentuk godaan atau pengaruh negatif yang dapat menghalangi seseorang dalam menjaga dan memelihara hubungan dengan Bapa di sorga.

Dalam ayat 8-9, Yesus Kristus mengajarkan pentingnya menghindari dosa dan melawan godaan dengan cara yang keras. Yesus Kristus menggambarkan bahaya yang kuat dan gambaran yang idealis untuk menekankan pentingnya mengambil tindakan yang tegas dalam menghindari dosa. Ia mengatakan bahwa jika tangan atau kaki menjadi penyebab sesorang tersesat maka tindakan yang perlu diambil adalah memotong dan membuangnya jauh. Jika mata menjadi penyebab godaan untuk berbuat dosa, maka tindakan yang diperlukan adalah mencungkil dan membuangnya.

Dosa harus dihindari dengan segala cara yang diperlukan, bahkan jika itu membutuhkan tindakan yang radikal atau mengosongkan hal-hal yang berharga. Keselamatan lebih penting daripada mempertahankan bagian tubuh yang menjadi alat dosa. Yesus Kristus mengingatkan bahwa lebih baik kehilangan bagian tubuh ini dalam kehidupan, daripada menghadapi akibat terbakar dalam api kekal yang menyala-nyala di neraka. Di sini pentingnya menghindari dosa dan memutuskan ikatan dengan segala sesuatu yang dapat membawa kita hanyut dalam godaan dan penyesatan.

Ayat 10-11, Yesus Kristus mengingatkan agar murid-murid-Nya jangan menganggap rendah anak kecil dengan mengatakan bahwa ada malaikat-malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa di Sorga. Yesus Kristus mengingatkan pengikut-Nya untuk tidak menghina atau merendahkan anak-anak kecil atau orang-orang yang rendah hati, sederhana, polos, jujur dan tidak munafik. Setiap orang memiliki harkat dan martabat yang harus dihormati. Ada malaikat-malaikat mereka yang memandang kepada Bapa di sorga. Ini menunjukan bahwa tindakan terhadap orang-orang kecil tidak luput dari perhatian Bapa di sorga.

Makna dan Implikasi Firman

1. Firman Tuhan menekankan pentingnya kerendahan hati, polos dan jujur dalam hubungan keluarga. Anak kecil digambarkan sebagai contoh yang mengajarkan kita untuk meninggalkan sifat sombong, egois dan tidak jujur dalam keluarga. Keluarga harus menjadi tempat di mana setiap anggota dapat belajar saling mengasihi, menghormati, merendahkan diri dan bertanggung jawab satu sama lain.

2. Keluarga memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan mendidik iman anak-anak. Orang tua harus memberikan pengajaran dan teladan yang benar serta menjaga agar tidak ada penyesatan atau pengaruh negatif yang dapat merusak iman anak-anak. Keluarga harus menjadi tempat di mana nilai-nilai iman ditanamkan dan diperkuat. Menjaga kekudusan dan menghindari dosa serta godaan yang dapat merusak hubungan dalam keluarga.

3. Keluarga yang hidup dalam kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan keteladanan iman dapat memberikan dampak positif pada lingkungannya. Keluarga yang hidup seperti ajaran Yesus Kristus dapat menjadi terang dan garam dalam masyarakat.

4. Gereja mengulurkan tangan dan menyambut dengan tulus anak-anak dalam ibadah-ibadah. Gereja harus menyambut setiap orang yang datang dalam persekutuan tanpa membeda-bedakan status sosial, suku dan ras. Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang antara lain mereka yang dianggap rendah, tidak penting dan tak berdaya.

(ddkg)

  • Penulis: RedaksiMedia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • foto : (ist/hpm)

    Kapolres Minsel Irup Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Amurang, MEDIAALTERNATIF.ID – Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP Arianto Salkery, SH MH bertindak selaku inspektur upacara (Irup) memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024, Senin (28/10/24) pagi, di halaman utama Polres Minsel. Pada upacara tersebut, Kapolres membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo. “Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun […]

  • Gubernur YSK meresmikan Aula Sion GMIBM Pinogaluman dalam rangkaian membuka sidang sinode GMIBM. (dok.rm)

    Hadiri Sidang Sinode GMIBM ke-60, Gubernur YSK Ajak Gereja Rawat Toleransi dan Pembangunan Sulut

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Bolmong, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menghadiri pembukaan Sidang Sinode ke-60 Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) di Gereja GMIBM Sion Pinogaluman, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (13/7/2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam mendukung perjalanan pelayanan GMIBM yang kini genap berusia enam dekade. Sebelum membuka sidang […]

  • Gubernur Yulius Selvanus bersama istri saat ibadah bersama di GMIM Petra Sario Tumpaan, (foto : ist)

    Gubernur Yulius Ibadah Minggu Bersama Jemaat GMIM Petra Sario Tumpaan

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Istri tercinta Anik Wandriani ibadah bersama jemaat GMIM Petra Sario Tumpaan, Manado, Minggu (09/3/2025). Ibadah berlangsung penuh khusyuk dan khidmat. Gubernur Yulius bersama jemaat bersukacita dan menerima berkat rohani serta mempererat kebersamaan dalam satu persekutuan jemaat. Pada kesempatan ini, pendeta, pelayan khusus, […]

  • Dukung Pengembangan Desa Wisata, STIEPAR Manado Gelar Pelatihan dan Kolaborasi BUMN

    Dukung Pengembangan Desa Wisata, STIEPAR Manado Gelar Pelatihan dan Kolaborasi BUMN

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Likupang, MEDIAALTERNATIF.ID – Komitmen pengembangan kawasan pariwisata super prioritas kembali ditegaskan melalui sinergi antara akademisi, komunitas, dan BUMN. Dalam rangka mendukung program kolaborasi BUMN olah sampah di Likupang, Yayasan Gellar Bhakti Nusa menggelar Pelatihan Manajemen Desa Wisata yang dihadiri langsung Dr. Drevy Malalantang, Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pariwisata sekaligus Direktur Sekolah Tinggi Ilmu […]

  • ‎Bukti Inovasi dan Kualitas Layanan Kesehatan, Pemprov Sulut Raih Penghargaan NGA Awards 2026

    ‎Bukti Inovasi dan Kualitas Layanan Kesehatan, Pemprov Sulut Raih Penghargaan NGA Awards 2026

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) kembali mencatatkan prestasi gemilang di panggung nasional. Provinsi berjuluk “Bumi Nyiur Melambai” ini resmi dianugerahi penghargaan dalam ajang bergengsi National Governance Awards (NGA) 2026 yang berlangsung di The Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Penghargaan yang diinisiasi oleh Metro TV ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan Pemprov Sulut […]

  • (grafis : mediaalternatif)

    Catat!!! Ini Daftar Lengkap Kode Plat Nomor Presiden, Menteri, hingga Pejabat di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID- Berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021, susunan NRKB (Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor) Ranmor Dinas Presiden Republik Indonesia hingga kendaraan dinas pejabat telah diatur secara khusus. ‎Aturan ini juga mencakup kendaraan dinas Wakil Presiden, menteri, pimpinan lembaga negara, hingga pejabat TNI dan Polri. Pelat nomor kendaraan pejabat ini dibuat secara khusus sebagai identitas […]

expand_less