Liando : Narkoba, Cara Pihak Asing Melemahkan Indonesia
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Dekan FISIP Unsrat Dr. Ferry Daud Liando, SIP, MSI ketika membawakan sambutan pembukaan pada acara Sosialisasi Bahaya Narkoba yang digelar atas kerja sama FISIP Unsrat bersama Garda Nusantara Sulawesi Utara, Senin (28/9/2026) di Gedung Menara FISIP Unsrat.
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, Bisa Melemahkan Ketahanan Bangsa
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Bahaya narkoba dinilai tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan kriminalitas maupun kebutuhan ekonomi. Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr. Ferry Daud Liando, SIP, MSI, melihat peredaran narkoba dalam perspektif yang lebih luas, yakni sebagai salah satu ancaman yang dapat melemahkan kekuatan dan ketahanan suatu bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Ferry saat membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba yang digelar FISIP Unsrat bersama Garda Nusantara Sulawesi Utara di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026).
Di hadapan ratusan mahasiswa dari FISIP Unsrat dan sejumlah fakultas lainnya, Ferry mengingatkan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
Ia mengaitkan persoalan narkoba dengan persaingan antarnegara yang dapat terjadi dalam berbagai bidang, mulai dari pasar dan ekonomi, kekuatan militer hingga penguasaan sumber daya alam.
Menurut Ferry, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah sehingga upaya menjaga ketahanan bangsa harus menjadi perhatian bersama.
“Namun demikian pihak asing tidak pernah menyerah untuk mengendalikan negara ini, selalu saja ada upaya untuk melemahkan bangsa ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah pengedaran narkoba bagi kalangan anak muda,” kata Ferry.
Generasi Muda Jadi Titik Rawan
Ferry menilai generasi muda menjadi salah satu kelompok yang harus mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Ia menyebut narkoba dapat merusak kemampuan kognitif, menurunkan produktivitas hingga melemahkan mental penggunanya.
“Mereka tahu bahwa narkoba dapat merusak kemampuan kognitif, melemahkan produktivitas dan melemahkan mental penggunanya. Ketika makin banyak yang terlibat kecanduan, maka masa depan bangsa bisa rusak dan peluang bangsa lain akan menguasai kita termasuk kekayaan sumber daya alam,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan narkoba tidak hanya pada aspek hukum dan kesehatan masyarakat, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi ketahanan bangsa.
Karena itu, Ferry mendorong pentingnya kesadaran generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Garda Nusantara Dorong Pencegahan di Kampus
Ketua Garda Nusantara Sulawesi Utara Mirel Sengkey mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan, khususnya di kalangan mahasiswa.
Didampingi Ketua Panitia Jessica Sendouw, Mirel mengatakan mahasiswa perlu dibekali pemahaman mengenai bahaya narkoba agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tawaran penyalahgunaan narkotika.
“Kegiatan ini sebagai bentuk tindakan pencegahan agar mahasiswa tidak terpengaruh oleh tawaran-tawaran penggunaan narkoba yang kelak mengancam masa depan generasi muda,” ujar Mirel.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut Standius Bara Prima, M.I.Kom dan perwakilan BNN Sulawesi Utara sebagai narasumber.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unsrat Dr. Alfon Kimbal dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Donal Monintja.
Dengan melibatkan ratusan mahasiswa, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba sekaligus membangun ketahanan lingkungan kampus terhadap penyalahgunaan narkotika.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar