Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Gaya Hidup » Haus Validasi? Kenali 7 Tanda yang Mungkin Diam-Diam Ada dalam Dirimu

Haus Validasi? Kenali 7 Tanda yang Mungkin Diam-Diam Ada dalam Dirimu

  • account_circle Media Alternatif
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • print Cetak

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Siapa yang tidak senang dipuji atau diapresiasi? Mendapat pengakuan dari orang lain adalah kebutuhan yang wajar dan dialami hampir setiap orang. Kita semua ingin merasa dihargai, diterima, dan diakui oleh lingkungan sekitar.

‎Namun, masalah muncul ketika kebutuhan tersebut berubah menjadi ketergantungan. Saat rasa berharga hanya muncul setelah mendapat pujian, likes, atau persetujuan dari orang lain, bisa jadi seseorang sedang mengalami apa yang dikenal sebagai haus validasi.

banner 336x280

‎Mengutip berbagai penelitian, validasi memang merupakan kebutuhan manusia yang normal. Tetapi ketika kebutuhan itu berkembang menjadi obsesi yang membuat seseorang terus-menerus mencari pengakuan demi merasa cukup dan berharga, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, hingga kepercayaan diri.

‎Lalu, bagaimana cara mengenalinya? Berikut 7 tanda orang yang haus validasi yang sering kali tidak disadari:

1. Tidak Pernah Cukup dengan Pujian

Pujian memang membuat hati senang. Namun bagi orang yang haus validasi, rasa puas itu hanya bertahan sebentar. Setelahnya, muncul lagi kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan baru agar merasa dirinya cukup baik.

2. Harga Diri Bergantung pada Penilaian Orang Lain

Mereka merasa percaya diri saat mendapat apresiasi, tetapi langsung meragukan diri sendiri ketika tidak mendapatkan respons yang diharapkan. Nilai diri seolah ditentukan oleh komentar dan persetujuan orang lain.

3. Sering Mencari Kepastian Berulang Kali

‎”Apakah aku sudah benar?” atau “Kamu masih suka sama aku, kan?” menjadi pertanyaan yang terus diulang. Sesekali mencari kepastian adalah hal normal, tetapi jika dilakukan terus-menerus hingga melelahkan orang sekitar, itu bisa menjadi tanda ketergantungan pada validasi eksternal.

4. Mood Naik Turun Karena Likes dan Komentar

Di era media sosial, angka sering menjadi tolok ukur kebahagiaan. Jumlah likes, views, komentar, atau siapa yang melihat unggahan bisa sangat memengaruhi suasana hati. Saat respons tidak sesuai ekspektasi, rasa kecewa pun muncul.

‎‎5. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Bukan hanya ingin dipuji, mereka juga kerap membandingkan perhatian yang diterima dengan orang lain. Ketika merasa kalah populer atau kurang mendapat respons, muncul rasa iri, tidak puas, hingga kehilangan percaya diri.

6. Sulit Membuat Keputusan Sendiri

Mulai dari memilih pakaian, mengunggah foto, hingga mengambil keputusan penting, semuanya membutuhkan persetujuan orang lain. Tanpa dukungan atau pembenaran dari sekitar, mereka merasa ragu dan tidak tenang.

7. Sangat Takut Menerima Kritik

‎Bagi orang yang haus validasi, kritik sering kali terasa seperti penolakan terhadap dirinya, bukan sekadar masukan. Akibatnya, mereka lebih mudah tersinggung, defensif, bahkan merasa gagal hanya karena menerima komentar negatif.

Validasi Itu Wajar, Ketergantungan Tidak

‎Mencari pengakuan dari orang lain bukanlah sesuatu yang salah. Namun, ketika kebahagiaan, kepercayaan diri, dan rasa berharga sepenuhnya bergantung pada penilaian orang lain, itu bisa menjadi sinyal untuk lebih mengenal dan memperkuat nilai diri dari dari dalam.

Karena pada akhirnya, penghargaan terbesar bukan datang dari jumlah likes atau pujian yang diterima, melainkan dari kemampuan menerima dan menghargai diri sendiri.

(*/cnn) 

  • Penulis: Media Alternatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK). (foto : ist, grafis : mediaalternatif)

    Eksekusi Program Kesehatan, Gubernur YSK Siapkan Beasiswa Kedokteran Untuk 50 Siswa di Sulut

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dibawah komando Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) kemabali membuat terobosan di dunia pendidikan. Terbaru, program strategis di sektor kesehatan bekerja sama dengan Universitas Negeri Manado (Unima) membuka beasiswa penuh pendidikan kedokteran bagi siswa utusan kabupaten dan kota. Kebijakan ini dirancang bukan sekadar memberi akses pendidikan tinggi, […]

  • Kakanwil Bulog SulutGo, Ermin Tora, SP (foto : alternatif)

    Stok Beras Bulog SulutGo 35.000 Ton, Bertahan Hingga Februari 2026

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Perum Bulog Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) saat ini memiliki stok atau cadangan beras sebanyak 35.000 ton. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bulog SulutGo Ermin Tora, SP kepada media di ruang kerjanya, Kamis (10/7/2025). ‎Ermin menjelaskan bahwa stok beras 35.000 ton ini merupakan cadangan beras sampai bulan Februari Tahun 2026 […]

  • foto : istimewa

    Pimpin Apel Kendis, Gubernur Yulius Tegaskan Tak Ada Toleransi Penyimpangan Aset

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Sebagai langkah penegasan disiplin pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar apel kendaraan dinas di halaman Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, Senin (20/4/2026). ‎Sejak pagi, kendaraan dinas dari seluruh perangkat daerah terparkir berjejer rapi untuk menjalani pemeriksaan administratif dan fisik secara menyeluruh. Dalam kegiatan itu, gubernur […]

  • MTPJ 24 – 30 November 2024 : Cintailah Kebenaran dan Damai

    MTPJ 24 – 30 November 2024 : Cintailah Kebenaran dan Damai

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Zakharia 8:1-19 ALASAN PEMILIHAN TEMA Jika kita mencermati kondisi dan keadaan masyarakat saat ini, maka masih terlihat adanya kehidupan yang mempraktekan cara hidup yang tidak benar. Itulah yang menyebabkan terjadinya kekacauan atau tidak ada kedamaian seperti tawuran dan perkelahian antar kelompok masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata cintailah dari kata dasar cinta yaitu […]

  • Tahlis Gallang, S.IP., M.M.

    Final, Tahlis Gallang Sekprov Sulut

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    ‎Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Kepastian jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya final. Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia telah resmi terbit, mengunci satu nama untuk posisi strategis tersebut. Adalah Tahlis Gallang, S.IP., M.M., yang ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara. ‎Saat ini, ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan […]

  • Para pemain Jepang merayakan gol ke gawang Tunisia di laga Grup F Piala Dunia 2026. (REUTERS/Daniel Becerril)

    ‎Pesta Gol Jepang Bikin Tunisia Angkat Koper

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Media Alternatif
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Jepang memulangkan Tunisia usai menang besar 4-0 dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6) siang WIB. Empat gol Jepang dicetak Daichi Kamada pada menit keempat, Ayase Ueda pada menit ke-31 dan ke-83, lalu Junya Ito pada menit ke-69. Tunisia sendiri tersingkir dari Piala Dunia […]

expand_less