Sulut Bawa Pulang Dua Penghargaan AKI 2026, Revitalisasi Museum Berbuah Apresiasi
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

Wagub Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H. dan Kadis Kebudayaan Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.A.P. saat menerima penghargaan
Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Bumi Nyiur Melambai berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jumat (6/11/2026).
Dua penghargaan tersebut masing-masing diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk kategori Pemerintah Daerah bidang promosi dan pengembangan kebudayaan daerah, serta Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara dalam kategori Museum bidang pelestarian sejarah dan warisan budaya daerah.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta. Penghargaan kategori Pemerintah Daerah diterima Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H. Sementara penghargaan kategori Museum diterima Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.A.P.
Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas berbagai upaya yang dilakukan Sulawesi Utara dalam menjaga, mengembangkan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara kepada individu, kelompok, komunitas, dan lembaga yang telah berkontribusi nyata dalam pemajuan kebudayaan Indonesia.
Fadli mengungkapkan, pada tahun 2026 sebanyak 63 penghargaan diberikan melalui tujuh kategori, yakni Indonesianis, Diaspora, Pemerintah Daerah, Taman Budaya, Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah, Media, dan Museum.
Secara khusus, ia menegaskan bahwa museum memiliki posisi strategis sebagai etalase kebudayaan dan peradaban bangsa. Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang penting untuk merawat ingatan kolektif, membangun pengetahuan, serta memperkuat identitas budaya bangsa.
Capaian dua penghargaan nasional tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., terutama dalam memperkuat pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengen, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari perhatian dan komitmen Gubernur Yulius Selvanus terhadap pembangunan sektor kebudayaan, salah satunya melalui revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.
Menurut Yorry, revitalisasi museum menjadi langkah strategis untuk menghadirkan wajah baru pengelolaan kebudayaan sekaligus meningkatkan daya tarik museum bagi masyarakat.
Dampaknya mulai terlihat dari meningkatnya minat kunjungan, khususnya kalangan generasi muda. Museum kini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda kuno, tetapi berkembang menjadi ruang edukasi publik untuk mengenal sejarah, identitas, dan kekayaan budaya Sulawesi Utara.
Ia juga menegaskan, keberhasilan meraih dua penghargaan tersebut bukanlah hasil kerja satu instansi semata. Capaian ini merupakan buah kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama pemerintah kabupaten/kota, seniman, budayawan, organisasi, komunitas, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan kebudayaan.
27 Ribu Pengunjung Museum, 29 Warisan Budaya Takbenda Ditetapkan
Sepanjang tahun 2026, sejumlah capaian penting berhasil ditorehkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam upaya pemajuan kebudayaan.
Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya kunjungan ke Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Hingga Oktober 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai 27.000 orang.
Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya ketertarikan masyarakat terhadap museum sebagai pusat pembelajaran sejarah, kebudayaan, dan identitas daerah.
Di bidang pelindungan warisan budaya, Sulawesi Utara juga berhasil mencatatkan prestasi melalui penetapan 29 karya budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.
Jumlah tersebut menjadi rekor penetapan bagi Sulawesi Utara sekaligus memperkuat pengakuan nasional terhadap kekayaan tradisi dan identitas budaya masyarakat di daerah ini.
Selain itu, satu Cagar Budaya Nasional juga telah ditetapkan sebagai bagian dari komitmen menjaga peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan peradaban bangsa.
Tidak hanya berfokus pada pelestarian, Pemprov Sulut juga terus membuka ruang ekspresi dan apresiasi bagi para pelaku seni dan budaya melalui berbagai agenda, di antaranya Rona Budaya, Festival Warisan Budaya, dan Rally Teater.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi seniman, komunitas, dan generasi muda untuk menampilkan kreativitas, memperkenalkan karya, serta menjaga keberlanjutan ekosistem seni dan budaya daerah.
Penguatan sektor kebudayaan juga dilakukan melalui revitalisasi Gedung Kesenian dan Taman Budaya. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas yang lebih representatif bagi aktivitas berkesenian, pertunjukan, serta pengembangan kreativitas masyarakat.
Menteri Kebudayaan Sebelumnya Apresiasi Museum Sulut
Apresiasi terhadap perkembangan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara sebenarnya telah disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meresmikan wajah baru museum tersebut pada Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Fadli menilai Museum Negeri Sulawesi Utara memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu museum terbaik sekaligus kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.
Ia juga mengingatkan bahwa museum mempunyai fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyimpan benda-benda bersejarah.
Museum merupakan bagian penting dari infrastruktur kebudayaan, sumber pengetahuan dan inspirasi, sekaligus memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi budaya.
Pengakuan tersebut kini semakin diperkuat dengan diraihnya penghargaan kategori Museum dalam Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026.
Kebudayaan Jadi Kekuatan Pembangunan Daerah
Raihan dua penghargaan nasional ini menjadi pengakuan atas berbagai upaya pemajuan kebudayaan yang dilakukan Sulawesi Utara, sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembangunan sektor kebudayaan secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen menempatkan kebudayaan bukan hanya sebagai warisan masa lalu yang harus dijaga, tetapi juga sebagai kekuatan pembangunan, sumber kreativitas, pembentuk identitas daerah, dan potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kekayaan sejarah, tradisi, seni, dan budaya Sulawesi Utara diharapkan semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dua penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 pun menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat bersama: menjaga warisan leluhur, mengembangkan kreativitas masa kini, dan mewariskan kekayaan budaya Sulawesi Utara kepada generasi mendatang.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar