Gema Wong Cilik Nusantara Soroti Polemik Pemilu 2024: Muh Nur Cahyono Minta Prabowo Waspadai Upaya Perpecahan
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua Umum Gema Wong Cilik Nusantara, Muh Nur Cahyono. (Istimewa)
Jakarta, MEDIAALTERNATIF.ID – Ketua Umum Gema Wong Cilik Nusantara, Muh Nur Cahyono, meminta Presiden RI Prabowo Subianto serius mencermati berbagai gerakan yang menurutnya berpotensi memicu polemik baru terkait hasil Pemilu 2024.
Ia menilai, upaya mempersoalkan hasil Pemilu 2024, khususnya terkait status Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat sekaligus mengganggu stabilitas pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Muh Nur Cahyono melalui rilis yang diterima media. Ia mengaku mencermati perkembangan situasi kebangsaan yang dinilainya menunjukkan adanya potensi keretakan di tengah bangsa dan rakyat Indonesia.
Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah adanya pihak-pihak yang berupaya mendorong perubahan atau menganulir hasil Pemilu 2024, khususnya terkait status Wakil Presiden RI terpilih yang menurutnya telah memiliki dasar konstitusional.
“Jika mempersoalkan status Wapres, maka sama saja mempersoalkan status Presiden RI,” ujar Muh Nur Cahyono.
Ia berpendapat, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 merupakan satu kesatuan dalam proses pemilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Muh Nur Cahyono juga menyoroti adanya upaya hukum yang ditempuh melalui jalur konstitusional.
Menurut dia, meskipun gugatan ke Mahkamah Konstitusi merupakan mekanisme yang tersedia dalam sistem hukum, publik perlu mencermati substansi serta dampak dari setiap gerakan politik yang menyertainya.
“Sekilas upaya gugatan ke MK itu laksana menempuh jalur konstitusional, tapi jika ditelisik lebih jauh, hal itu tak lebih dari gerakan memanipulasi publik mengatasnamakan konstitusi,” katanya.
Lebih lanjut, Muh Nur Cahyono menuding terdapat kelompok tertentu yang menurutnya sedang memainkan politik adu domba di antara sesama anak bangsa dan berupaya memecah belah internal pemerintahan yang sah.
Ia bahkan menduga adanya keterlibatan pihak asing di balik pergerakan tersebut. Namun, dugaan tersebut disampaikan tanpa merinci pihak yang dimaksud maupun bukti yang mendasarinya.
Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo Subianto meningkatkan perhatian terhadap perkembangan politik yang dinilainya berpotensi mengganggu persatuan nasional dan stabilitas pemerintahan.
“Kami juga meminta kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto agar lebih serius mencermati pergerakan kelompok ini dan tidak membiarkan adanya upaya-upaya dari pihak manapun untuk memecah belah pemerintah yang sah dan memecah belah bangsa dan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Muh Nur Cahyono juga mengingatkan para elite politik agar tidak larut dalam polemik yang menurutnya justru dapat menjauhkan perhatian dari kebutuhan masyarakat.
“Ingatalah kebutuhan rakyat, jangan terus biarkan polemik politik yang menurut kami tak pantas dipertontonkan kepada wong cilik. Persatuan dan gotong royong antar-elite politik harus lebih diutamakan,” pungkasnya.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar