Jabatan Boleh Berakhir, Pengabdian Tak Padam: Christodharma Sondakh Purna Tugas Setelah 36 Tahun
- account_circle RedaksiMedia
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Christodharma Sondakh
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Setelah mengabdikan diri selama 36 tahun 8 bulan, Christodharma Sondakh resmi mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Terhitung mulai 1 September 2026, Sondakh memasuki masa purna tugas setelah menutup karier pemerintahan dengan pangkat Pembina Utama, golongan IV/e.
Jabatan terakhir yang dipercayakan kepadanya adalah Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Lebih dari tiga dekade berada dalam birokrasi, Sondakh menjalani beragam tanggung jawab dan mendapat kepercayaan menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Menjelang purna tugas, Sondakh menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Pemprov Sulut yang selama ini memberikan kepercayaan, arahan, pembinaan, serta ruang untuk menjalankan tugas pemerintahan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, dan Bapak Sekretaris Daerah,” ujar Sondakh dalam pesan perpisahannya.
Penghargaan serupa disampaikannya kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta seluruh rekan kerja yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya.
“Dinamika dan tanggung jawab yang kita lalui bersama akan selalu menjadi bagian berharga dalam perjalanan pengabdian saya,” katanya.
Sondakh juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat tutur kata, sikap maupun keputusan yang kurang berkenan.
Namun, memasuki masa purna tugas bukan berarti hubungan dan kepeduliannya terhadap Sulawesi Utara ikut berakhir.
Menurut Sondakh, berakhirnya tanggung jawab kedinasan justru menjadi babak baru untuk tetap menjaga rasa hormat, loyalitas, persaudaraan dan komitmen terhadap kemajuan daerah.
“Purna tugas menandai berakhirnya tanggung jawab kedinasan, tetapi tidak mengakhiri rasa hormat, loyalitas, persaudaraan, dan komitmen saya untuk tetap mendukung kepemimpinan serta kemajuan Sulawesi Utara,” tegasnya.
Menutup pengabdiannya sebagai ASN, Sondakh meninggalkan pesan yang sarat makna tentang loyalitas dan kebersamaan.
“Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian, loyalitas, dan persaudaraan tetap terpatri. Di mana pun berada, semangat tetap sama: Sulawesi Utara, Satu Komando, Petarung!”
- Penulis: RedaksiMedia



Saat ini belum ada komentar