Billy Lombok Puji Langkah Pemprov Sulut, Minsel-Mitra Kebagian 25 Ribu Hektare Program Pertanian
- account_circle RedaksiMedia
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Billy Lombok, SH MAP
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkuat sektor pertanian dan melestarikan warisan budaya mendapat apresiasi dari jajaran DPRD Sulut daerah pemilihan (Dapil) Minahasa Selatan (Minsel)-Minahasa Tenggara (Mitra).
Apresiasi tersebut disampaikan enam pimpinan dan anggota DPRD Sulut Dapil Minsel-Mitra saat menyampaikan laporan hasil pelaksanaan reses kepada Pemerintah Provinsi Sulut.
Juru Bicara Dapil Minsel-Mitra, Billy Lombok, menyebut sejumlah program Pemprov Sulut dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang ditemui langsung selama masa reses.
Billy mengatakan, reses tidak sekadar menjadi agenda formal anggota legislatif, tetapi menjadi ruang untuk mendengar secara langsung berbagai keluhan, kebutuhan, sekaligus harapan masyarakat di lapangan.
“Ijinkanlah kami berenam, pimpinan dan anggota DPRD Dapil Minsel-Mitra menyampaikan laporan hasil pelaksanaan reses yang kami laksanakan dengan bertemu dan mendengarkan keluh kesah masyarakat,” ujar Billy, Rabu (2/9/2026).
Hasil penjaringan aspirasi tersebut dituangkan dalam dokumen setebal 12 halaman. Namun, laporan itu tidak seluruhnya dibacakan dalam forum, melainkan diserahkan secara resmi agar dapat menjadi bagian dari perjuangan aspirasi masyarakat Minsel dan Mitra.
“Kami percaya masa reses bukan hanya menjadi agenda tekstual, tetapi kontekstual bagi masyarakat. Karenanya, kami bersepakat tidak akan membaca semuanya, tetapi dengan cara menyerahkan dokumen ini agar menjadi bagian resmi perjuangan Dapil Minsel-Mitra,” katanya.
25 Ribu Hektare Pertanian Jadi Sorotan
Di tengah penyampaian berbagai aspirasi masyarakat, Billy secara khusus memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay atas upaya memperjuangkan dukungan pemerintah pusat bagi sektor pertanian.
Ia menilai langkah Gubernur Yulius Selvanus melalui lobi ke Kementerian Pertanian telah membuka peluang besar bagi petani di Minsel dan Mitra.
Menurut Billy, kedua daerah tersebut turut mendapatkan alokasi program pertanian seluas 25 ribu hektare, yang disertai berbagai bentuk dukungan pemerintah, mulai dari pupuk gratis, bibit gratis hingga bantuan biaya tanam.
Komoditas yang dikembangkan juga cukup beragam, di antaranya kelapa, jagung, pala, serta tanaman enau yang memiliki potensi mendukung pengembangan komoditas cap tikus dan aren.
“Di tengah aspirasi ada apresiasi. Kami ingin memberikan apresiasi pada Pak Gubernur YSK atas lobbynya ke Kementerian Pertanian, sehingga Minsel-Mitra turut mendapat alokasi 25 ribu hektare bantuan, pupuk gratis, bibit gratis, dan bahkan untuk biaya tanam diberikan biaya oleh pemerintah,” ungkapnya.
Meski menyambut positif program tersebut, Billy meminta agar pelaksanaannya dikawal hingga ke tingkat petani. Ia berharap penyuluh pertanian diberikan mandat yang kuat untuk mendampingi masyarakat agar bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Mohon agar penyuluh pertanian diberikan mandatoris yang tegas membantu petani agar program ini sukses, Pak Gubernur,” pintanya.
Bantuan Kolintang Juga Mendapat Apresiasi
Perhatian Pemprov Sulut terhadap pelestarian budaya juga mendapat apresiasi. Billy menyampaikan terima kasih atas bantuan alat musik kolintang untuk masing-masing kecamatan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi semakin penting setelah kolintang mendapat pengakuan sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO.
Billy menyebut Gubernur Sulut telah menerima piagam pengakuan UNESCO tersebut pada 3 Desember 2025.
“Terima kasih juga atas bantuan kolintang untuk masing-masing kecamatan, sesuai dengan pencapaian dan upaya pemerintah provinsi di mana kolintang sudah diakui di UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” katanya.
Ia berharap perhatian terhadap kolintang tidak berhenti pada bantuan alat musik. Pembinaan terhadap generasi muda dinilai penting agar kolintang terus dimainkan, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Aspirasi Pascabencana hingga Pendidikan
Selain memberikan apresiasi, hasil reses Dapil Minsel-Mitra juga membawa sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Salah satunya kondisi Desa Suluun, Kecamatan Tareran, Minsel, yang baru saja terdampak bencana angin puting beliung.
Billy meminta pemerintah segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Selain kebencanaan, aspirasi yang dihimpun selama reses juga menyentuh persoalan desil, kesehatan dan pendidikan.
Menurutnya, berbagai aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan maupun regulasi yang dibutuhkan masyarakat.
Laporan hasil reses Dapil Minsel-Mitra selanjutnya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat menjadi bahan penting bagi Pemprov Sulut dalam menyusun program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan berbagai program, khususnya sektor pertanian dan pelestarian budaya, benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat masyarakat.
- Penulis: RedaksiMedia



Saat ini belum ada komentar