Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Ketegangan dan rasa haru menyelimuti Aula Catur Prasetya Polda Sulawesi Utara pada Jumat (3/7/2026) kemarin.
Setelah melalui perjuangan panjang yang menguras fisik dan pikiran, sebanyak 121 peserta akhirnya dinyatakan lulus terpilih dalam Sidang Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Sidang yang menjadi babak akhir dari proses seleksi ketat ini dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Sulut, Kombes Pol Amin Litarso, didampingi Karo SDM Polda Sulut, Kombes Pol Slamet Waloya, serta disaksikan oleh pengawas internal dan eksternal.
Hasil Akhir: 121 Dari 135 Finalis Melaju ke Pendidikan
Dari total 135 peserta yang berhasil bertahan hingga tahap sidang akhir, sistem perangkingan akumulatif menentukan 121 nama yang berhak melanjutkan ke lembaga pendidikan Polri.
Berikut adalah rincian formasi kelulusan mereka:
- Bintara (89 Orang): Terdiri dari 74 pria (Polki) dan 15 wanita (Polwan).
- Tamtama (32 Orang): Terdiri dari 29 personel Korps Brimob dan 3 personel Ditpolair.
Sementara itu, 14 peserta lainnya harus berbesar hati karena belum berhasil masuk dalam kuota kelulusan tahun ini.
Garansi Bersih Tanpa Celah Lewat Prinsip ‘BETAH’
Kombes Pol Amin Litarso menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan dengan komitmen penuh pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Pengawasan ketat dilakukan di setiap lini untuk memastikan tidak ada ruang bagi praktik curang, calo, maupun pungutan liar.
”Pengawasan melekat di setiap tahapan tes bertujuan menutup ruang bagi praktik kecurangan. Hasil yang diperoleh peserta hari ini adalah murni berkat kemampuan, keringat, dan kerja keras mereka sendiri,” tegas Kombes Pol Amin.
Proses penyaringan ini memang tidak main-main. Para peserta harus melewati rangkaian tes berlapis, mulai dari administrasi, kesehatan fisik luar-dalam, psikologi, akademik, uji jasmani, hingga penelusuran mental kepribadian.
Pesan untuk yang Lolos dan yang Tertunda
Di akhir sidang, Irwasda memberikan suntikan motivasi yang menyentuh bagi seluruh peserta. Bagi mereka yang dinyatakan lulus, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai di lembaga pendidikan, sehingga fisik dan mental harus terus dijaga.
Sedangkan bagi peserta yang belum terpilih, ia berpesan agar tidak patah arang. Kegagalan hari ini bukanlah akhir, melainkan sebuah evaluasi dan bekal berharga untuk kembali mencoba dengan persiapan yang jauh lebih matang di kesempatan berikutnya.
(toar)
















