Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) memutuskan untuk mendonasikan seluruh keuntungan yang diperoleh dari partisipasi tim nasional di Piala Dunia 2026 guna mendukung bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Kebijakan tersebut diumumkan setelah Norwegia mencatat sejarah dengan melaju hingga babak perempat final turnamen.
Presiden NFF, Lise Klaveness, mengatakan seluruh pendapatan bersih yang berasal dari tiket, hak siar, dan sponsor selama kampanye Piala Dunia akan disalurkan melalui organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Médecins Sans Frontières (Doctors Without Borders).
”Kami tidak bisa dan tidak akan acuh tak acuh terhadap penderitaan kemanusiaan di Gaza. Seluruh pendapatan bersih dari tiket, hak siar, dan sponsor selama kampanye Piala Dunia akan disalurkan sepenuhnya untuk upaya penyelamatan nyawa,” ujar Klaveness dalam konferensi pers di Oslo, Selasa (14/7/2026).
Nilai donasi diperkirakan mencapai puluhan juta kroner Norwegia atau setara puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung layanan kesehatan darurat, penyediaan makanan, serta tempat penampungan bagi warga terdampak konflik.
Keputusan itu memicu beragam tanggapan. Banyak pihak memberikan apresiasi atas komitmen kemanusiaan yang ditunjukkan NFF, meski sebagian lainnya menilai langkah tersebut berpotensi membawa isu politik ke dalam dunia olahraga.
Di Piala Dunia 2026, Norwegia tampil impresif dengan mencatat sejarah baru. Tim asuhan Ståle Solbakken sukses menembus perempat final setelah mengalahkan Brasil di fase grup, sebelum langkah mereka dihentikan Inggris. Penampilan gemilang Erling Haaland dan rekan-rekannya menjadi salah satu sorotan turnamen.
Ini bukan kali pertama NFF menyalurkan dana untuk bantuan kemanusiaan di Gaza. Pada Oktober 2025, federasi tersebut juga mendonasikan seluruh keuntungan dari pertandingan kualifikasi melawan Israel, dengan total dana sekitar 4,5 juta kroner atau sekitar Rp8 miliar. Donasi kali ini menjadi kelanjutan dari komitmen kemanusiaan yang selama ini dijalankan NFF.
Sikap tersebut juga sejalan dengan kebijakan luar negeri Norwegia yang selama beberapa dekade dikenal aktif mendukung penyelesaian damai konflik Israel-Palestina. Negara tersebut berperan sebagai mediator dalam Perjanjian Oslo 1993 dan secara konsisten mendukung solusi dua negara serta bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Klaveness menegaskan keputusan federasi tidak dimaksudkan sebagai sikap politik terhadap pihak yang bertikai, melainkan murni didasari pertimbangan kemanusiaan.
”Sepak bola harus menjadi alat persatuan dan perdamaian, bukan sumber konflik,” tegasnya.
Di Norwegia, keputusan tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat yang menyambut kepulangan tim nasional dengan parade di Oslo. Sementara itu, sejumlah kelompok pro-Israel di Eropa mengkritik langkah NFF sebagai bentuk politisasi olahraga. Organisasi kemanusiaan penerima bantuan menyatakan donasi itu akan sangat membantu memenuhi kebutuhan medis dan kemanusiaan warga Gaza yang terdampak konflik.
(red)











