Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Berita » Gubernur Yulius dan Pemprov Sulut Sepakati KUA-PPAS 2027, Dorong Inovasi Pembangunan Daerah

Gubernur Yulius dan Pemprov Sulut Sepakati KUA-PPAS 2027, Dorong Inovasi Pembangunan Daerah

  • account_circle RedaksiMedia
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan DPRD resmi menyepakati Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

‎Penandatanganan nota kesepakatan tersebut berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Sulut pada Jumat (14/8/2026).

banner 336x280

‎Gubernur Yulius menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar syarat administratif, melainkan wujud nyata sinergi eksekutif dan legislatif dalam mengelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel.

‎KUA-PPAS 2027 ini akan menjadi fondasi penyusunan APBD yang realistis sekaligus mendukung tahap akselerasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulut 2025-2029.

‎”Di balik setiap angka terdapat kebutuhan masyarakat dan pelayanan publik yang harus dijamin,” ujar Gubernur Yulius.

‎Penyusunan KUA-PPAS tahun ini dihadapkan pada tantangan ruang fiskal yang terbatas serta belum pastinya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

‎Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menghentikan pembangunan.

‎Untuk menyiasati keterbatasan anggaran, Pemprov Sulut telah menyiapkan sejumlah strategi utama :

  • ‎Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD): Fokus pada perbaikan sistem, penguatan digitalisasi, dan pencegahan kebocoran alih-alih sekadar mengejar kenaikan tarif.
  • ‎‎Sinergi Pendanaan Vertikal: Mendorong program pembangunan strategis daerah agar mendapatkan dukungan pendanaan dari APBN pusat.
  • ‎Pembiayaan Alternatif (Creative Financing): Memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, BUMN, dan BUMD melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta optimalisasi dana CSR.

‎Pendekatan Adaptif: APBD 2027 dirancang secara prudent (hati-hati) dan siap disesuaikan apabila alokasi TKD definitif dari pusat telah ditetapkan.

‎”Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat pelayanan tidak boleh terbatas. Ruang fiskal boleh sempit, tetapi inovasi tidak boleh berhenti,” tegas Gubernur Yulius di akhir sambutannya.

‎Melalui kesepakatan ini, Pemprov Sulut berharap postur APBD 2027 dapat benar-benar mencerminkan kapasitas keuangan yang riil dan berorientasi penuh pada visi menjadikan Sulawesi Utara semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

  • Penulis: RedaksiMedia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less