Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pariwisata terus mematangkan strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah menggandeng agen perjalanan (travel agent) guna memastikan promosi destinasi wisata Sulut lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pasar.
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, MARS, mengungkapkan pihaknya mulai aktif melakukan dialog dengan para pelaku industri perjalanan untuk menggali tren dan preferensi wisatawan yang terus berkembang.
Menurut Kartika, promosi pariwisata tidak cukup hanya memperkenalkan keindahan destinasi. Yang tak kalah penting adalah memahami apa yang sebenarnya dicari wisatawan saat berlibur, mulai dari pengalaman yang diinginkan, jenis atraksi yang diminati, hingga kualitas layanan yang mereka harapkan.
“Kami menjemput bola, artinya ada pertemuan-pertemuan yang kami gelar dengan para travel agent untuk mencoba menanyakan apa kesukaan wisatawan,” ujar Kartika, Rabu (24/6/2026).
Ia mengibaratkan pengembangan pariwisata seperti menjual sebuah produk. Agar menarik minat pembeli, pelaku pariwisata harus terlebih dahulu memahami kebutuhan dan keinginan calon wisatawan.
“Namanya mau jualan, kalau jualan kan orang mesti cari tahu calon pembeli maunya yang seperti apa. Nah, itu yang coba kami sajikan di Sulawesi Utara,” katanya.
Selain menggandeng travel agent, Dinas Pariwisata Sulut juga memperkuat koordinasi dengan 15 pemerintah kabupaten dan kota. Sinergi tersebut difokuskan pada pengembangan destinasi, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan infrastruktur yang menunjang kenyamanan wisatawan.
Kartika menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata tetap berpegang pada konsep 3A, yakni aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam menciptakan destinasi wisata yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Kalau bicara pariwisata itu tidak keluar dari 3A, yaitu aksesibilitas, atraksi, amenitas. Itu kami coba siapkan semuanya dengan teman-teman di kabupaten/kota juga,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota memiliki peran strategis karena sebagian besar destinasi wisata Sulut berada di wilayah mereka. Karena itu, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata.
Potensi wisata Sulawesi Utara sendiri dinilai sangat besar dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
Selain destinasi unggulan yang telah dikenal luas, kini bermunculan berbagai objek wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Meski terus menghadirkan destinasi baru, Dispar Sulut memastikan tidak akan mengabaikan objek wisata yang sudah lebih dulu populer.
Justru, pemerintah ingin memperkaya pilihan destinasi agar wisatawan memiliki semakin banyak alasan untuk datang, menjelajah, dan kembali berkunjung ke Bumi Nyiur Melambai.
“Dinas Pariwisata akan terus menghadirkan sesuatu yang baru bagi wisatawan lokal, nusantara, maupun wisatawan mancanegara agar mereka bisa memiliki pilihan,” pungkas Kartika.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Sulawesi Utara memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia, dengan menawarkan kombinasi wisata bahari, alam, budaya, dan pengalaman baru yang semakin beragam.
(toar)
















