Alarm Kebakaran di Sulut Berbunyi, Pemdes Kumelembuai Minta Warga Perketat Pencegahan

Minsel1056 Dilihat

Kumelembuai, MEDIAALTERNATIF.ID – Maraknya insiden kebakaran yang melanda berbagai wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) belakangan ini memicu kewaspadaan serius di tingkat desa.

‎Di Kabupaten Minahasa Selatan, Pemerintah Desa (Pemdes) Kumelembuai, Kecamatan Kumelembuai, bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan pencegahan kepada seluruh masyarakatnya.

banner 336x280

‎Hukum Tua Desa Kumelembuai, Djerry Langkai, menyoroti bahwa rentetan musibah kebakaran tersebut mayoritas berakar dari kelalaian manusia (human error).

‎Menurutnya, kelalaian kecil tidak hanya menimbulkan kerugian materi yang fantastis, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.

‎Ia membeberkan, pemicu utama biasanya berasal dari instalasi listrik yang tidak sesuai standar, penggunaan kompor yang ditinggalkan saat menyala, hingga pembakaran sampah dan lahan tanpa pengawasan.

‎”Kami mengimbau seluruh masyarakat Desa Kumelembuai agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian. Keselamatan keluarga dimulai dari kepedulian kita sendiri,” tegas Djerry Langkai, Kamis (6/8/2026).

‎Djerry merinci beberapa langkah krusial yang wajib dilakukan warga. Di antaranya memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, selalu mematikan kompor setelah digunakan, dan menjauhkan bahan-bahan mudah terbakar dari sumber api.

‎Pemdes Kumelembuai juga melarang keras warga melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan, terlebih di tengah cuaca panas yang disertai angin kencang karena berisiko memicu kebakaran berskala luas.

‎Lebih lanjut, masyarakat diminta membiasakan diri melakukan pengecekan sederhana sebelum meninggalkan rumah.

Langkah ini meliputi memastikan seluruh peralatan listrik mati, mencabut steker perangkat elektronik yang tidak terpakai, serta mengecek kondisi kelayakan tabung gas dan regulator.

‎Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi awal, warga juga dianjurkan untuk menyiagakan alat bantu pemadaman mandiri di rumah.

‎‎”Sediakan ember berisi air, karung pasir, atau jika memungkinkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dengan begitu, percikan api dapat segera ditangani sebelum membesar,” tambahnya.

‎Pemerintah Desa berharap kesadaran warga terkait mitigasi bencana kebakaran ini terus meningkat dan menjadi gaya hidup sehari-hari.

‎”Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita sadar pentingnya pencegahan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan kita semua,” pungkas Djerry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *