Minsel, MEDIAALTERNATIF.ID – Warga Minahasa Selatan (Minsel) meminta dan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk membentuk Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di setiap kecamatan.
Hal itu dikemukakan warga sebagai bagian dari upaya mempercepat respons penanganan kebakaran dan juga untuk menekankan aspek kesiapsiagaan bencana di 17 wilayah kecamatan yang tersebar di Kabupaten Minsel.
”Untuk meminimalisir resiko, Pemkab Minsel harus segera melakukan pengadaan pos damkar atau hanggar di setiap kecamatan, karena penanganan kebakaran harus cepat dan sigap,” ujar Patrik warga Suluun, Rabu (27/5/2026).
”Musibah ndak yg tahu deng ndak ada yg mau, mar lewat musibah-musibah bagini harusnya pemerintah boleh buka mata kalo pengadaan damkar setiap kecamatan itu katu perlu,” tulis Eka warga lainnya.
Merespon hal ini, Pemkab Minsel melalui Kadis Kominfo Tusrianto Rumengan mengungkapkan bahwa pihak Pemkab sudah mengupayakan untuk penambahan armada damkar.
”Kami menyambut baik usulan warga, Pemkab Minsel sendiri sudah mewacanakan untuk penambahan armada dan sudah dibahas bersama lewat pembahasan anggaran, tapi sampai saat ini masih terkendala di anggaran,” ungkap Rumengan kepada media ini, Rabu (27/5/2026).
Ia menambahkan selain penambahan armada juga ada wacana untuk menambah pos damkar di beberapa wilayah untuk menjangkau wilayah yang jauh.
”Mari kita sama-sama mensupport program Pak Bupati dan Pak Wabup agar masukan dari warga terkait armada dan penambahan pos damkar bisa secepatnya terealisasi, mohon doa dan dukungan,” terangnya.
Pemkab Minsel juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan segala bentuk bencana termasuk kebakaran.
”Pastikan instalasi listrik sudah terpasang dengan benar untuk menghindari korsleting, penggunaan kompor pastikan selang dan tabung gas dalam kondisi baik, matikan sebelum berpergian, jauhkan korek api, lilin, atau bahan mudah terbakar dari jangkauan anak-anak. Berhati-hatilah saat menyalakan obat nyamuk bakar atau membuang puntung rokok,” tambahnya.
Diketahui, musibah kebakaran kembali terjadi di Desa Suluun Satu Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) yang menghanguskan rumah milik Keluarga Piet Mantur Sumual.
(toar)










