YSK Dorong BMR Jadi Pusat Pendidikan dan SDM Sulut, Sekolah Garuda Bakal Dibangun di Bolmong
- account_circle RedaksiMedia
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

Gubernur YSK saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan perguruan tinggi se-BMR bertajuk “Peran Generasi Muda BMR dalam Mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”, yang digelar di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).
Kotamobagu, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) mendorong Bolaang Mongondow Raya (BMR) menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Utara.
Dorongan tersebut disampaikan YSK saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan perguruan tinggi se-BMR bertajuk “Peran Generasi Muda BMR dalam Mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”, yang digelar di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).
YSK menegaskan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Menurutnya, BMR memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pencetak generasi unggul Sulawesi Utara.
Karena itu, YSK mengaku terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar program pendidikan berskala nasional juga diarahkan ke Sulawesi Utara, khususnya BMR.
“Pemprov Sulut menyoroti dunia pendidikan di Bolaang Mongondow Raya. Karena itu, saya terus meminta kepada pemerintah pusat agar jatah sekolah-sekolah terintegrasi diberikan untuk datang ke Sulawesi Utara,” kata YSK.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. YSK menyebut Sulawesi Utara mendapatkan sejumlah program sekolah terintegrasi, salah satunya Sekolah Garuda yang direncanakan dibangun di wilayah Bolaang Mongondow.
“Sekolah Garuda kita dapat untuk dibangun di Bolaang Mongondow. Jadi saya dorong ke sini semua. Dorong ke BMR semua untuk pendidikan,” tegasnya.
Menurut YSK, kehadiran sekolah dengan konsep pendidikan terintegrasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat BMR terhadap pendidikan berkualitas.
Selain itu, program tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda BMR agar memiliki kompetensi dan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, YSK juga memaparkan capaian pembangunan manusia di Sulawesi Utara. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut pada 2025 mencapai 76,32, lebih tinggi dibandingkan IPM nasional yang berada di angka 75,90.
Capaian tersebut, kata YSK, harus terus ditingkatkan melalui penguatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kompetensi generasi muda.
Pemprov Sulut sendiri telah menjalankan sejumlah program untuk memperkuat sektor pendidikan. Di antaranya melalui kehadiran SMA Taruna Nusantara di Langowan serta program revitalisasi 50 sekolah guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Namun, YSK mengingatkan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari jumlah gedung maupun fasilitas yang tersedia.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusia yang dihasilkan.
Karena itu, YSK berpesan kepada mahasiswa dan para wisudawan perguruan tinggi se-BMR agar tidak menjadikan ijazah dan gelar sebagai tujuan akhir pendidikan.
“Jangan berhenti pada gelar. Jadilah generasi yang bekerja, berkarya, berintegritas, berani menciptakan peluang, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar YSK.
- Penulis: RedaksiMedia



Saat ini belum ada komentar