Rumah Mantan Kadis DLH dan ESDM Sulut Jadi Korban Kebakaran Sario, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
- account_circle Media Alternatif
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- print Cetak

Rumah Keluarga Sondakh Gumalag salah satu korban kebakaran, (dok.mediaalternatif)
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID –Kebakaran yang melanda kawasan Kembang, Jalan Sakura, Sario, Manado, Senin (12/10/2026), menyisakan kerugian besar bagi delapan keluarga terdampak.
Di antara keluarga korban, terdapat rumah Marly Gumalag (Keluarga Sondakh Gumalag) mantan birokrat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) yang pernah menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah.
Gumalag diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut. Ia mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala DLH pada awal Januari 2022.
Peristiwa kebakaran tersebut tidak hanya berdampak pada satu keluarga, tetapi juga melanda sejumlah rumah di kawasan permukiman tersebut. Kerugian material sementara ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Berdasarkan data keluarga terdampak, delapan keluarga yang tercatat sebagai korban masing-masing keluarga Sondakh Gumalag, Sondakh Naki, Anna Lunanung, Rina Sengkey, Dumais Supit, Karundeng Supit, Pongayow Jacobis, dan Tangkau Kaunang.
Meski kobaran api mengakibatkan kerugian material yang cukup besar, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.
Besarnya dampak kebakaran membuat pendataan kerusakan bangunan dan harta benda milik para korban menjadi penting. Namun, nilai kerugian yang beredar saat ini masih berupa taksiran awal dan belum menjadi angka final.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai sumber api maupun kronologi lengkap yang memicu terjadinya kebakaran.
Perhitungan kerugian juga masih memerlukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan nilai kerusakan yang dialami masing-masing keluarga.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman.
Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan rumah tangga secara aman, serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Sementara itu, para keluarga terdampak kini harus menghadapi dampak kerusakan rumah dan kehilangan harta benda akibat musibah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran dan nilai pasti kerugian material masih menunggu hasil penyelidikan serta pendataan lebih lanjut.
- Penulis: Media Alternatif



Saat ini belum ada komentar