Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Headline » MTPJ GMIM 8 – 14 Desember 2024 : Minggu Adven II – Tunas Isai Akan Datang

MTPJ GMIM 8 – 14 Desember 2024 : Minggu Adven II – Tunas Isai Akan Datang

  • account_circle RedaksiMedia
  • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
  • print Cetak

Yesaya 11 : 1-10

ALASAN PEMILIHAN TEMA

banner 336x280

Masa Adven adalah masa penantian Yesus Kristus yang sudah, sedang dan akan datang kembali sebagai Hakim yang adil. Yesus Kristus lahir, menderita dan telah mati demi menanggung dosa-dosa umat manusia. la bangkit dan naik ke sorga, untuk menjamin kepastian hidup serta masa depan umat milik kepunyaan-Nya. Ia datang ke dalam dunia ini mengajar, menyembuhkan yang sakit: lumpuh, bisu, pendarahan; mengusir roh jahat, dan membangkitkan orang mati. Dia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan mati.

Di tengah berbagai kemelut hidup yang menyayat hati, menantang dan mengancam keutuhan persekutuan umat dalam kasih seorang terhadap yang lain, warga gereja dituntut agar memiliki pengenalan yang sungguh akan Tuhan Allah sumber hikmat dan pengertian, nasihat dan keperkasaan. Kita terpanggil untuk menantikan kedatangan-Nya yang memberikan harapan baru dan mewujudnyatakan cinta kasih Yesus Kristus dengan saling mengasihi, peduli dan senantiasa mau berbagi. Tetap percaya bahwa Tuhan Allah setia dan adil, berkuasa menghadirkan kehidupan dan keselamatan. Perenungan firman Tuhan di minggu Adven II ini mengangkat tema: “Tunas Isai Akan Datang.”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Yesaya mengangkat tema penghakiman dan pemulihan yang terjalin secara mendalam. Nabi menubuatkan malapetaka yang akan menimpa Israelkarena ketidaktaatan, penyembahan berhala, dan ketidakadilan sosial yang terjadi di antara mereka. Dia memperingatkan bahwa penghakiman Tuhan Allah akan datang dalam bentuk invasi dan pengasingan di tangan bangsa asing. Namun, nabi Yesaya juga berbicara pada akhirnya tentang harapan dan pemulihan Israel.

Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian besar: 1. Proto-Yesaya atau Yesaya pertama pasal 1-39. Berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan terancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Tuhan Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan. Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin untuk hidup menurut kehendak-Nya dan berlaku adil. Yesaya meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan. 2. Deutero-Yesaya atau Yesaya kedua pasal 40-55. Ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang hidup dalam pembuangan di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Tuhan Allah akan membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. 3. Trito-Yesaya atau Yesaya ketiga pasal 56-66. Sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Tuhan Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan. Perikop Yesaya 11:1-10 tergolong dalam Proto Yesaya dan secara khusus menubuatkan tentang kedatangan seorang raja yang diidam-idamkan dan perdamaian dunia. Sebelumnya, nabi Yesaya menggambarkan penghukuman Tuhan Allah atas umat pilihan-Nya seperti pohon yang ditebang dengan kekuatan yang menakutkan sehingga tidak ada yang tersisa selain pangkal pohon/tunggul yang masih tinggal tertanam di dalam tanah (lih. pasal 10:33-34). Namun, pada ayat 1 nabi Yesaya menubuatkan tentang kesinambungan dan pemulihan hidup umat pilihan-Nya. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk (TB 2: suatu taruk) yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Suatu tunas yaitu suatu tumbuhan muda yang baru, timbul dari batang kayu yang ditebang; dan suatu taruk. Taruk adalah kata dalam Bahasa Jawa yang berarti tunas atau cabang muda pada tumbuhan. Taruk merujuk pada bagian tumbuhan yang baru tumbuh dan biasanya masih muda dan segar.

Nabi Yesaya sebelumnya sudah berbicara tentang seorang anak yang akan lahir di atas bahunya ada lambang pemerintahan, namanya disebutkan orang penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Besar kekuasannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas tahta Daud dan di dalam kerajaannya (lih. Pasal 9:5-6). Kata tunas, bahasa Ibrani netzer mungkin merupakan akar kata dari nama Nazaret, dan Yesus Kristus disebut orang Nazaret (Mat 2:23) yang bisa berarti “orang dari Nazaret” atau “orang dari Tunas” yang timbul dari tunggul Isai (lih. Mat.1:6-16).

Dalam ayat 2-5 nabi Yesaya menubuatkan bahwa sang tunas dalam segala hal memenuhi syarat bagi pekerjaan besar yang dirancangkan untuknya. Bahwa taruk yang lembut ini akan disirami sedemikian rupa dengan embun-embun sorga sehingga menjadi batang yang kuat sebagai tongkat pemerintahan (ay.2). Roh Tuhan dalam segala karunia dan anugerah tidak saja akan datang, tetapi juga akan berdiam/tinggal dan bersemayam di atasNya. Ia akan memiliki Roh secara tidak terbatas, karena kepenuhan Tuhan Allah berdiam dalam Dia (band. Kol. 1:19; 2:9). Dia akan memiliki roh hikmat dan pengertian, roh nasihat (TB 2: roh perencanaan) dan keperkasaan serta roh pengenalan (TB 2: roh untuk mengenal) dan takut akan Tuhan Allah. Ia akan sepenuhnya mengerti pekerjaan yang harus dikerjakan-Nya, sebab tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat.11:27). Ia akan menyelenggarakan pemerintahan dan menggunakan kekuasaan yang diserahkan kepada-Nya dengan cermat, penuh pertimbangan dan sangat tepat (ay. 3).

Ia akan menghakimi orang lemah dengan keadilan (ay. 4) seperti Ia sendiri ingin dihakimi (Yoh. 7:24). Tidak menurut penampilan luar (TB 2: menurut penglihatan mata), atau dengan memandang muka (Ayb. 34:19), atau menurut apa yang tampak dan terlihat dari luar. Ia tidak menjatuhkan keputusan menurut kata orang (TB 2: menurut pendengaran telinga), menurut gunjingan dan laporan banyak orang, dan cerita-cerita orang lain, seperti yang pada umumnya dilakukan orang. Tetapi, Ia akan menghakimi dengan penghakiman yang benar (ay. 5), seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Mereka ini akan Dia hajar dengan perkataan-Nya seperti dengan tongkat, dengan perkataan mulut-Nya, yang mengatakan kengerian dan kehancuran bagi mereka. Ancaman-ancaman-Nya akan mencengkeram mereka. Dengan nafas mulut-Nya (TB 2: embusan dari mulutnya) maksudnya melalui pekerjaan Roh-Nya, sesuai dengan firman-Nya, Ia akan melakukannya dengan mudah, seperti Ia membuat jatuh tersungkur orang-orang yang datang untuk menangkap-Nya (Yoh. 18:6).

Akan ada kedamaian dan ketenteraman besar di bawah pemerintahan-Nya (ayat 6-9), sebab la akan menjadi Raja Damai. Persatuan atau kerukunan yang dinyatakan dalam janji-janji yang bersifat kiasan; yang dulunya biasa menggigit dan melahap semua yang ada di sekitar mereka, akan diubah tabiatnya secara mengherankan oleh anugerah Tuhan Allah. Sehingga mereka akan hidup didalam kasih, bahkan terhadap orang-orang yang paling lemah, yang sebelumnya akan mereka jadikan mangsa yang empuk. Serigala tidak akan berbuat sesuatu yang mengancam anak domba, tidak pula anak domba takut pada serigala. Singa akan berhenti memangsa dengan rakus dan akan makan jerami seperti lembu. Ular tedung dan ular beludak tidak akan berbisa lagi, sehingga orangtua akan membiarkan anak-anak mengulurkan tangan mereka dan bermain-main bersama ular-ular itu. Angkatan ular beludak akan menjadi keturunan orang-orang kudus, dan keluhan lama homo homini lupus — manusia adalah serigala bagi sesamanya, akan berakhir. Seperti lautan penuh dengan air, demikian kedamaian dan ketentraman besar akan dinikmati.

Pemulihan Tuhan menjadi tanda kebesaran, kebanggaan dan pedoman hidup (panji-panji) bagi bangsa-bangsa sehingga Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediaman-Nya akan menjadi mulia (ay 10). Keadaan di atas menggambarkan Tuhan Allah berdaulat mengumpulkan dan menghimpunkan seluruh umat manusia di dalam kuasa dan kasih setia-Nya.

Makna dan Implikasi Firman
1. Nubuat Nabi Yesaya ini secara khusus menunjuk kepada diri Yesus Kristus. Percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan dan Hakim yang adil membuka ruang serta dimensi spiritualitas yang lebih luas bagi pemerintahan-Nya untuk menguasai kehidupan kita, sehingga sepenuhnya dikuasai oleh kasih dan keadilan-Nya. Makna iman kepada Yesus Kristus adalah manifestasi spiritualitas umat percaya ditandai oleh sikap pertobatan, yaitu kesediaan untuk membuang segala bentuk superioritas diri, kesombongan rohani dan segala hawa nafsu duniawi. Dengan spiritualitas iman yang demikian kita dimampukan untuk berlaku adil terhadap kehadiran orang lemah dan yang berbeda dengan kita.

2.Pada masa Adven ini, kita dipanggil untuk makin membuka diri terhadap karya Yesus Kristus sehingga pemerintahan-Nya semakin menguasai dan mengendalikan secara efektif seluruh kehidupan kita. Melalui karya dan pemerintahan Yesus Kristus, kita dimampukan untuk menghadirkan syalom dalam setiap ruang kehidupan ini. Syalom Yesus Kristus tersebut akan menciptakan tanda-tanda Kerajaan Allah yang membebaskan setiap belenggu dan kejahatan di atas muka bumi ini.

3.Kita dipanggil untuk makin percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan dan Hakim yang akan mengadili setiap umat manusia. Selain itu, dengan iman kepada-Nya, kita juga dipanggil untuk menciptakan kerukunan dengan semua pihak tanpa pernah membedakan latar belakang suku, budaya, agama, dan etnis.

4.Melalui kehidupan kita, orang di sekita kita, yaitu anggota keluarga, sesama dalam pekerjaan dan pergaulan, anggota jemaat, dan masyarakat dapat melihat kehidupan kita sebagai cermin kehidupan Yesus Kristus. Kehadiran Yesus Kristus bukan untuk menciptakan ancaman terhadap yang berbeda dengan diri-Nya sendiri, melainkan mendamaikan setiap sikap permusuhan dan menghadirkan jembatan rekonsiliasi melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

(ddkg)

  • Penulis: RedaksiMedia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barang Bukti 1.000 Butir Ifarsyl (foto : ist)

    Satresnarkoba Polres Bitung Amankan 1.000 Butir Ifarsyl

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Bitung, MEDIAALTERNATIF.ID – Polres Bitung melalui Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras bebas terbatas jenis Ifarsyl. Petugas mengamankan terduga pelaku, lelaki berinisial SH (42), warga Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, pada Minggu (8/6/2025). Kasatresnarkoba Polres Bitung, Iptu Trivo Datukramat, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. “Benar, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bitung melakukan pengungkapan kasus […]

  • Wings Air Hubungkan Manado – Toraja, Pengembangan Era Baru Ekonomi dan Pariwisata Sulawesi

    Wings Air Hubungkan Manado – Toraja, Pengembangan Era Baru Ekonomi dan Pariwisata Sulawesi

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Terbang dari Manado ke Tana Toraja PP, kini bukan lagi sekadar pilihan, tapi solusi cerdas untuk bergerak maju bersama Sulawesi yang terkoneksi. Wings Air, bagian dari Lion Air Group, umumkan rencana membuka rute Manado (Sam Ratulangi) – Tana Toraja (Toraja Airport) sebagai upaya membangun jembatan udara yang membuka peluang ekonomi, memperluas akses […]

  • Kadis Pariwisata dr. Kartika Devi Tanos, MARS di ruang kerjanya, (foto : alternatif)

    On The Track, Devi Tanos Fokus Berinovasi dan Berkreasi Kembangkan Pariwisata di Bumi Nyiur Melambai

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID– Pengembangan Pariwisata menjadi salah satu program prioritas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), dibawah komando Gubernur Yulius, sektor pariwisata terus digenjot pembangunannya. Kemajuan dan perkembangan Pariwisata di Sulut tidak lepas dari peran sentral Dinas Pariwisata (Dispar) Sulut. “Pariwisata di Sulut saat ini sudah on the track sesuai dengan arahan Gubernur Sulut sebagai […]

  • Gedung Polda Sulut, insert Advokat Eka Diky Mantik, S.PAK., LL.B., LL.M

    Skandal KTP Palsu Rp7 Juta di Dealer Mobil Manado, Dicky Mantik Desak Polda Sulut Usut Tuntas!

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Dugaan sindikat pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang melibatkan oknum karyawan dealer mobil di Kota Manado terus menggelinding di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara. Kasus yang memicu sorotan publik ini memosisikan aparat kepolisian dalam ujian profesionalisme untuk membongkar praktik culas yang merugikan konsumen. ‎Kasus ini resmi naik ke meja […]

  • KBC bawah pulang satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu pada Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Manado 2026 yang berakhir pada Minggu (2/8/2026).

    Petinju Kumelembuai Bersinar di Piala Wali Kota Manado 2026, KBC Borong Tiga Medali Meski Belum Setahun Berdiri

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Sasana Tinju Kumelembuai Boxing Camp (KBC) kembali mencuri perhatian di dunia olahraga Sulawesi Utara. ‎Meski belum genap berusia satu tahun, sasana yang bermarkas di Kecamatan Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan, sukses mengukir prestasi membanggakan dengan memborong satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu pada Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Manado […]

  • Konferensi pers di Aula Tribrata Polda Sulut, Senin (29/6/2026).

    Semester I 2026, Polda Sulut Ungkap 116 Kasus Narkoba, 152 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Utara bersama Satresnarkoba jajaran berhasil mengungkap 116 kasus tindak pidana narkoba sepanjang periode 1 Januari hingga 29 Juni 2026. Dari ratusan kasus tersebut, sebanyak 152 tersangka berhasil diamankan. Capaian pengungkapan itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Arie Fadlani, didampingi Kabid Humas Polda Sulut […]

expand_less