Kawal Harapan Warga, Legislator Muda Natanael Pepah Pastikan Keluhan Air Bersih Segera Ditindaklanjuti

Manado, Politik2611 Dilihat

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Persoalan krisis air bersih kembali menjadi sorotan tajam dan aspirasi utama warga dalam pelaksanaan masa Reses III Anggota DPRD Kota Manado, Natanael Pepah, SE.

‎Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, warga Daerah Pemilihan (Dapil) Sario–Malalayang menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari sulitnya akses air bersih, buruknya infrastruktur jalan lingkungan, hingga rusaknya sejumlah fasilitas di kawasan wisata Pantai Malalayang.

banner 336x280

‎Keluhan paling mendominasi datang dari warga di wilayah Malalayang II dan kawasan Manibang.

‎Warga mengaku aliran air dari PDAM kerap tidak mengalir atau tidak stabil, sehingga sangat menyulitkan aktivitas sehari-hari di tengah musim kemarau panjang.

‎Persoalan ini diakui warga sudah berlangsung selama kurang lebih empat tahun tanpa penyelesaian yang nyata.

‎Ipi Kalalo, salah satu warga Malalayang Dua yang hadir dalam reses tersebut, menyuarakan keresahan masyarakat yang hingga kini masih kesulitan memperoleh air bersih.

‎”Kami berharap bantuan pemerintah terkait air bersih benar-benar bisa sampai kepada kami. Persoalan ini sudah pernah kami sampaikan sebelumnya. Sekarang musim kemarau sangat panjang, kami sangat membutuhkan air bersih dan juga wadah penampung air. Kami hanya menumpang tinggal di tanah orang lain, apakah tidak ada kebijakan khusus?” ungkap Ipi di hadapan legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

‎Menanggapi keluhan mendesak itu, Natanael Pepah menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam dan menjadikan isu air bersih di Malalayang II sebagai prioritas utama.

‎Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru yang dipersiapkan untuk menyuplai kebutuhan warga Manado.

‎”Empat IPA baru ini nantinya akan dikoneksikan ke wilayah Malalayang dan Krida. Secara teknis, wilayah ini seharusnya sudah bisa mendapatkan suplai air yang lebih baik. Namun, kami tetap akan meminta informasi resmi dari PDAM terkait progresnya,” ujar Pepah.

‎Terkait kendala warga yang tinggal di lahan bukan milik pribadi, Pepah berjanji akan mencari jalan keluar lintas instansi.

‎”Karena memang status tanah yang ditempati bukan milik sendiri, tentu harus dikoordinasikan dengan PDAM dan dinas terkait agar bisa dicarikan solusi kelonggaran terbaik, termasuk untuk permintaan bantuan tong penampung air,” tambahnya.

Aturan Bedah Rumah dan Pembenahan Fasilitas Publik

‎Selain air bersih, Pepah juga memberikan edukasi terkait program bantuan bedah rumah dari pemerintah. Ia meluruskan pemahaman warga mengenai syarat administratif yang wajib dipenuhi.

‎”Program bantuan bedah rumah memang memiliki ketentuan yang ketat. Salah satu syarat utamanya adalah rumah tersebut harus berdiri di atas tanah milik sendiri yang sah, bukan menumpang di lahan atau rumah milik orang lain,” jelas Personil Komisi IV DPRD Kota Manado ini.

‎Dalam sesi yang sama, warga juga mendesak Pemerintah Kota Manado untuk kembali membenahi kawasan Pantai Malalayang.

‎Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, fasilitas umum seperti toilet dan lampu penerangan dinilai sudah banyak yang rusak dan mengganggu kenyamanan pengunjung.

‎Menjawab rentetan aspirasi tersebut, Pepah memastikan bahwa langkah cepat telah ia ambil dengan langsung berkomunikasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

‎”Untuk persoalan air bersih dan salurannya, saya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Sementara untuk jalan lingkungan yang masuk ke rumah-rumah warga, sudah saya komunikasikan dengan Dinas Perkim. Tugas kami adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kasihan masyarakat terutama yang tinggal di lorong-lorong yang infrastrukturnya masih kurang memadai,” tegasnya.

‎Sebagai penutup, Natanael Pepah berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi.

‎”Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan pada masa reses ini akan saya bawa dan perjuangkan secara resmi dalam sidang maupun rapat paripurna DPRD Kota Manado,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *