Hadiri Sidang Sinode GMIBM ke-60, Gubernur YSK Ajak Gereja Rawat Toleransi dan Pembangunan Sulut

Bolmong, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menghadiri pembukaan Sidang Sinode ke-60 Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) di Gereja GMIBM Sion Pinogaluman, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (13/7/2026).

Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam mendukung perjalanan pelayanan GMIBM yang kini genap berusia enam dekade.

Sebelum membuka sidang sinode dan mengikuti ibadah, Gubernur YSK meresmikan Gedung Aula Sion Pinogaluman sebagai fasilitas penunjang pelayanan gereja. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kerja keras panitia serta kesiapan jemaat tuan rumah yang dinilai sukses menghadirkan sarana megah dan representatif.

‎”Pemerintah Provinsi Sulut hadir bersama seluruh keluarga besar GMIBM sebagai mitra dalam membangun masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan gereja adalah fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ujar YSK.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan kawasan di wilayah Bolaang Mongondow, Gubernur membeberkan bahwa Pemprov Sulut akan memberikan hibah lahan seluas kurang lebih 20 hektare.

‎Proyek pengembangan ini nantinya akan mengintegrasikan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten.

Di sektor pembangunan manusia, YSK memaparkan capaian positif di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara mengalami peningkatan signifikan dari angka 74 menjadi 76,32. Ia menegaskan keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi gereja dan tokoh agama dalam membina masyarakat.

Lebih lanjut, Gubernur juga membanggakan posisi Sulawesi Utara yang kembali sukses mempertahankan predikat tiga besar provinsi paling toleran di Indonesia.

Ia mencontohkan indahnya toleransi di Sulut yang tercermin dari keterlibatan umat lintas agama dalam kepanitiaan hari besar keagamaan, seperti umat Muslim di kepanitiaan Natal dan umat Kristen di kepanitiaan MTQ.

‎”Saya titip kepada Sinode GMIBM agar kerukunan umat di Bolaang Mongondow terus dijaga. Mari saling menghormati dan merawat kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu,” pesannya.

Menutup arahannya, YSK mengingatkan pentingnya kolaborasi multipihak mulai dari Forkopimda, tokoh agama, hingga seluruh tingkatan pemerintah untuk membangun daerah.

‎Ia juga optimistis Bolaang Mongondow akan tetap menjadi lumbung ketahanan pangan Sulut lewat potensi besar pertanian padi dan jagungnya.

‎”Pembangunan fisik menjadi tugas pemerintah, tetapi pembangunan mental dan spiritual harus dilakukan bersama gereja. Mari kita bersatu demi kemajuan GMIBM dan Sulawesi Utara,” pungkasnya.

‎(*/toar)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *