Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Sulut Kucurkan Santunan Rp 12,5 Miliar dan Petakan 3 Titik Rawan

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Melalui sinergi kuat bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), berbagai langkah strategis digencarkan demi menciptakan jalan raya yang lebih aman.

‎Hingga Juni 2026, Jasa Raharja Sulut mencatat telah menyerahkan santunan sebesar Rp 12.579.722.872 kepada 576 korban kecelakaan lalu lintas, baik korban luka-luka maupun meninggal dunia. Angka fantastis ini menjadi alarm keras bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian semua pihak.

Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulawesi Utara, Ni Made Ayu Mulidyawati, menegaskan bahwa penanganan isu ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

‎”Upaya pencegahan kecelakaan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang berkesinambungan antara pemerintah daerah, kepolisian, Dinas Perhubungan, akademisi, komunitas, serta masyarakat,” ujar Ni Made Ayu, Senin (13/7/2026).

‎”Melalui FLLAJ, kami berupaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas yang lebih kuat. Harapannya, program yang disepakati dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, mengurangi angka kecelakaan, serta menekan jumlah korban di jalan raya,” lanjutnya.

Kemudahan Layanan: Jemput Bola dan Overbooking

Demi meringankan beban para korban, Jasa Raharja menerapkan sistem pelayanan yang cepat dan mudah terintegrasi dengan data IRSMS Polri. Untuk korban luka-luka di rumah sakit, Jasa Raharja langsung menerbitkan surat jaminan (Guarantee Letter).

Biaya perawatan pun langsung dibayarkan ke pihak rumah sakit melalui mekanisme overbooking (transfer antar-rekening), sehingga pasien tidak perlu pusing memikirkan biaya di awal.

Sementara untuk korban meninggal dunia, petugas Jasa Raharja bergerak proaktif dengan sistem ‘jemput bola’ mendatangi ahli waris yang sah untuk membantu kelengkapan administrasi agar santunan bisa cair tanpa penundaan.

Aksi Nyata dan Pemetaan Jalur Rawan

‎Tak hanya fokus pada penanganan korban, FLLAJ juga telah menyepakati sejumlah rencana aksi (action plan) preventif terpadu sepanjang tahun 2026.

Beberapa program unggulan yang siap dijalankan antara lain:

  • Safety Campaign (sosialisasi keselamatan secara masif).
  • Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
  • Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL).
  • Operasional Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL).
  • Kegiatan ramp check (pemeriksaan kelaikan kendaraan) dan operasi gabungan.

‎FLLAJ juga telah memetakan titik rawan kecelakaan berdasarkan basis data santunan Jasa Raharja hingga Mei 2026.

‎Hasilnya, ada tiga wilayah kecamatan yang menjadi prioritas penanganan intensif saat ini, yaitu Kecamatan Mapanget, Kecamatan Malalayang, dan Kecamatan Madidir.

Di akhir keterangannya, Jasa Raharja Sulut mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara demi mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di bumi Sulawesi Utara.

‎(toar/jr)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *