Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Nama Jemmy Asiku dikenal luas sebagai salah satu pengusaha sukses di Sulawesi Utara.
Sosoknya identik dengan IT Center Manado, pusat perdagangan elektronik, teknologi, dan gaya hidup yang menjadi ikon bisnis di Kota Manado.
Berbekal naluri bisnis yang kuat, Jemmy membangun IT Center dari sebuah konsep sederhana hingga berkembang menjadi salah satu pusat perbelanjaan teknologi terbesar di kawasan Indonesia Timur.
Perjalanan bisnis tersebut dimulai dari usaha kecil di bidang penjualan telepon seluler dan perangkat elektronik sebelum akhirnya berhasil mengembangkan kawasan IT Center menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kesuksesan di dunia usaha kemudian membawanya aktif dalam berbagai organisasi bisnis.
Jemmy dipercaya memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Manado, sekaligus aktif mendorong kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk memperkuat iklim investasi di Sulawesi Utara.
Ia juga kerap menjadi pembicara dalam seminar kewirausahaan guna menginspirasi generasi muda agar berani membangun usaha sejak dini.
Tidak hanya berkiprah di sektor bisnis, Jemmy juga pernah terjun ke dunia politik. Pada Pemilihan Wali Kota Manado 2015, ia maju sebagai calon Wakil Wali Kota Manado berpasangan dengan Harley Alfredo Benfica Mangindaan (Ai Mangindaan).
Pasangan tersebut mengusung visi pembangunan kota yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Keputusan Jemmy maju dalam kontestasi politik saat itu didorong oleh keinginannya untuk mengabdikan pengalaman sebagai pelaku usaha dalam membangun Kota Manado.
Ia meyakini pengalaman mengelola bisnis dapat menjadi modal penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat perekonomian daerah.
Meski langkah politiknya belum berhasil mengantarkannya ke pemerintahan, Jemmy tetap aktif memberikan kontribusi melalui dunia usaha dan organisasi.
Selain kembali dipercaya memimpin KADIN Kota Manado, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan, termasuk memimpin Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) Keuskupan Manado.
Hingga kini, Jemmy Asiku masih dikenal sebagai salah satu figur pengusaha yang memiliki pengaruh besar di Sulawesi Utara.
Kiprahnya membangun IT Center, aktif di organisasi pengusaha, serta pengalamannya dalam dunia politik menjadikannya salah satu tokoh yang diperhitungkan dalam perkembangan ekonomi dan investasi di Kota Manado.
Kini tersandung dugaan kasus PT. HWR
Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menggeledah sejumlah lokasi yang berkaitan dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Manado, Jemmy Asiku, pada Kamis (23/7/2026) hingga larut malam.
Penggeledahan yang berlangsung sejak sore itu menyita perhatian publik, terutama saat penyidik mendatangi rumah Jemmy Asiku di kawasan Bahu Mall, Manado.
Tim Kejati bahkan mengerahkan satu unit mobil tahanan untuk mengangkut sejumlah barang bukti yang disita dari lokasi.
Kepala Seksi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejati Sulut, Oikurnia Zega, mengungkapkan, tim penyidik melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.
”Kami sudah menggeledah tiga tempat, yakni Kantor Pemasaran Gedung IT Center lantai 3, Taman Parafone di Desa Tateli, dan rumah di Kompleks Bahu Mall,” ujar Oikurnia, Jumat (24/7/2026).
Menurut Oikurnia, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari upaya paksa dalam proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan tambang PT Hakian Wellem Rumansi (HWR) di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, yang berlangsung dalam rentang waktu 2013 hingga 2025.
Saat penggeledahan berlangsung, Jemmy Asiku diketahui tidak berada di kediamannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh penyidik, ia bersama keluarganya tengah berada di luar negeri.
Saat penggeledahan berlangsung, Jemmy Asiku diketahui tidak berada di kediamannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh penyidik, ia bersama keluarganya tengah berada di luar negeri.
Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita berbagai barang bukti yang dinilai berkaitan dengan penyidikan, di antaranya dokumen-dokumen milik PT HWR, perlengkapan pemurnian emas, serta emas berbentuk turik dengan berat sekitar 89 gram.
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan uang tunai dalam jumlah besar yang tersimpan di dalam brankas rumah tersebut.
”Ditemukan uang tunai sebesar Rp18.866.836.000 dengan pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, serta sejumlah mata uang asing,” kata Oikurnia.
Ia menjelaskan, mata uang asing yang ditemukan berasal dari beberapa negara di kawasan Asia dan Eropa.















