Buntut Kekalahan di Final, Puluhan Ribu Suporter Argentina Galang Petisi Tuntut Laga Ulang Lawan Spanyol

Internasional, Olahraga1047 Dilihat

Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Hasil Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina masih menyisakan polemik panas.

‎Kekalahan 0-1 La Albiceleste lewat babak perpanjangan waktu memicu gelombang protes dari para pendukungnya yang menuntut Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menggelar ulang pertandingan tersebut.

banner 336x280

‎Seperti diketahui, Timnas Spanyol berhasil keluar sebagai juara dunia setelah gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 memecah kebuntuan. Namun, sebagian pendukung Argentina menilai kemenangan La Furia Roja dinodai oleh kepemimpinan wasit yang tidak adil.

‎Gerakan Petisi Capai Puluhan Ribu Tanda Tangan

‎Melansir laporan Yahoo Sports pada Kamis (23/7/2026), protes tersebut diwujudkan melalui sebuah petisi di platform Change.org yang diinisiasi oleh seorang pendukung bernama Gisela Sanchez. Hingga beberapa hari pasca-final, petisi itu telah menembus angka lebih dari 82 ribu tanda tangan.

‎Dalam tuntutannya, Sanchez mendesak FIFA untuk meninjau kembali jalannya pertandingan secara terbuka dan mempertimbangkan opsi laga ulang. Ia menuding keputusan wasit Slavko Vincic telah memengaruhi hasil akhir pertandingan dan merugikan pihak Argentina.

‎‎Tudingan Korupsi dan Keputusan Curang

‎Melalui deskripsi petisinya, Sanchez melontarkan kritik tajam terhadap kinerja sang pengadil lapangan. Ia bahkan menyinggung adanya dugaan suap berdasarkan bukti video yang beredar.

‎‎”Final baru-baru ini antara Argentina dan Spanyol ternoda oleh kinerja wasit yang kontroversial dan korup yang, menurut bukti video, disuap untuk memengaruhi hasil pertandingan,” tulis Sanchez dalam petisi tersebut.

‎Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil yang dianggap mencederai nilai-nilai sportivitas olahraga.

‎‎”Ini adalah kekecewaan besar bagi para pemain, pelatih, dan yang terpenting, bagi para penggemar yang mendambakan pertandingan yang ditentukan oleh bakat dan dedikasi di lapangan, bukan oleh keputusan wasit yang curang.”

‎‎Desakan Transparansi kepada FIFA

‎Sebagai penutup petisinya, Sanchez memperingatkan bahwa membiarkan insiden ini berlalu tanpa investigasi akan menjadi preseden buruk bagi masa depan sepak bola global.

‎‎”Jika kita membiarkan korupsi tidak terdeteksi di panggung global ini, kita memberikan contoh buruk bagi generasi atlet dan penggemar di masa depan. Oleh karena itu, kami meminta FIFA untuk meninjau insiden ini dengan serius dan transparan, dan mempertimbangkan untuk mengulang final, kali ini tanpa pengaruh wasit yang korup.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *