Bara Prima Siap Satu Barisan dengan Garda Nusantara Perangi Narkoba di Sulut
- account_circle Toar Wungow
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Foto bersama Garda Nusantara bersama Pembina Standius Bara Prima (SBP) dan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Sabtu (22/8/2026)
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Komitmen memperkuat perlindungan generasi muda Sulawesi Utara (Sulut) dari ancaman penyalahgunaan narkotika mendapat dukungan dari Standius Bara Prima (SBP).
Putra Gubernur Sulut itu menyatakan kesiapan bersinergi dengan Gerakan Anti Narkoba (GAN) Garda Nusantara dalam berbagai gerakan sosial untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba.
Dukungan tersebut disampaikan SBP saat bertemu jajaran GAN Garda Nusantara di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Sabtu (22/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.
SBP menegaskan, setiap gerakan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih yang menyasar perlindungan generasi muda, patut mendapatkan dukungan.
“Untuk hal-hal positif seperti ini saya siap beri dukungan dan jika saya diminta jadi Pembina Garda Nusantara saya akan sama-sama dalam satu barisan,” ujar Bara.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan SBP untuk mengambil bagian dalam gerakan sosial yang mendorong anak muda Sulut menjauhi narkotika serta mengembangkan potensi melalui kegiatan kreatif, produktif, dan berprestasi.
Menurutnya, upaya membentengi generasi muda dari narkoba membutuhkan keterlibatan bersama.
Gerakan pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penindakan, tetapi juga perlu diperkuat dengan edukasi dan penyediaan ruang positif bagi anak muda.
Garda Nusantara Dorong Peran Aktif Anak Muda
Ketua Garda Nusantara, Miracle Sengkey, mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah strategis bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk ikut berkontribusi membantu pemerintah dalam penanganan sekaligus pencegahan persoalan narkoba.
Menurut Miracle, keterlibatan anak muda menjadi sangat penting karena generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Anak muda harus mengambil peran dan menjadi bagian dari solusi dalam upaya pencegahan narkoba,” demikian semangat yang dibawa dalam pertemuan tersebut.
Garda Nusantara melihat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai salah satu kunci memperluas gerakan edukasi antinarkoba.
Dengan keterlibatan generasi muda, pesan tentang bahaya narkotika diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lingkungan dan komunitas.
Libatkan Akademisi dan Tokoh Pendidikan
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus serta sejumlah pembina Garda Nusantara.
Para pembina berasal dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan akademisi dan tokoh pendidikan.
Di antaranya terdapat dosen dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan IAIN Manado.
Keterlibatan akademisi diharapkan dapat memperkuat arah gerak organisasi dalam menyusun serta menjalankan program edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Sinergi antara organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta kalangan pendidikan dinilai dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun benteng sosial bagi generasi muda Sulut.
Melalui kolaborasi tersebut, Garda Nusantara diharapkan semakin solid mengembangkan program sosial dan edukasi antinarkoba, sekaligus mengajak lebih banyak anak muda terlibat dalam gerakan menciptakan Sulawesi Utara yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba.
- Penulis: Toar Wungow



Saat ini belum ada komentar