Theo Runtuwene: Gerindra Manado Siap Jalankan Perintah Politik YSK, LCS Disiapkan Bertarung di Pilkada Manado
- account_circle RedaksiMedia
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua DPD Gerindra Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Ketua DPC Gerindra Manado, Louis Carl Schramm, SH, MH. Insert Ketua Bappilu Gerindra Manado Theodoron Runtuwene, SH, MH
Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Mesin politik Partai Gerindra Kota Manado mulai dipanaskan untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Gerindra Manado, Theo Runtuwene, SH, MH menegaskan kesiapannya menjalankan arahan politik Ketua DPD Gerindra Sulawesi Utara, Mayor Jenderal TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.
Theo menyebut, sebagai bagian dari struktur pemenangan partai, pihaknya wajib membaca secara cermat dinamika politik Kota Manado, baik yang berkembang saat ini maupun peta politik yang akan terbentuk ke depan.
“Sebagai ujung tombak Partai Gerindra Kota Manado, saya siap menjalankan perintah dari Ketua DPD Partai Gerindra Sulut Mayor Jenderal TNI (Purn) Yulius Selvanus untuk menyiapkan peta jalan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Manado, Louis Carl Schramm, bertarung dalam kontestasi Pilkada Kota Manado mendatang,” tegas Theo, Senin (7/9/2026).
Menurut Theo, keputusan politik YSK untuk memberikan tiket kepada Ketua DPC Gerindra Manado bukanlah keputusan tanpa perhitungan.
Ia menilai, Ketua DPD Gerindra Sulut telah membaca situasi politik sekaligus karakter pemilih di Kota Manado sebelum memberikan dukungan tersebut dalam forum resmi partai.
“Ketua DPD tentunya telah mengukur dan melihat situasi dan kondisi pemilih di Kota Manado,” ujar Theo.
Theo juga menilai sosok LCS memiliki modal politik yang cukup untuk dipersiapkan sebagai calon Wali Kota Manado. Ia menyoroti dedikasi, pola kerja cepat, wawasan serta pengalaman LCS dalam dunia politik dan hukum di parlemen.
Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang membuat LCS dinilai layak masuk dalam radar pencalonan kepala daerah.
“Beliau mempunyai wawasan dan pengalaman yang baik dalam kerja-kerja politik dan hukum di parlemen,” katanya.
Lebih jauh, Theo menyebut YSK memiliki pengalaman dalam membaca dinamika sosial dan politik masyarakat.
Karena itu, keputusan politik untuk mendorong LCS dinilai sebagai bagian dari kalkulasi politik Gerindra menghadapi pertarungan kepala daerah di Sulawesi Utara.
Bagi Theo, keputusan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Gerindra mulai menyusun langkah lebih awal menghadapi kontestasi politik di Kota Manado.
Bappilu Siapkan Peta Jalan Pemenangan
Sebagai Ketua Bappilu Gerindra Manado, Theo memastikan pihaknya akan menyusun sejumlah langkah strategis untuk menjalankan amanah partai.
Langkah tersebut akan diarahkan pada penguatan mesin politik, penyusunan strategi pemenangan serta pemetaan kekuatan politik di Kota Manado.
Theo mengatakan, agenda tersebut sejalan dengan arahan Ketua Harian Partai Gerindra, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, serta hasil Rakercab Partai Gerindra Kota Manado.
Dalam agenda tersebut, terdapat sejumlah target politik yang menjadi prioritas partai.
Di antaranya mempertahankan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode kedua, memenangkan YSK sebagai Gubernur Sulawesi Utara untuk periode kedua, serta menjalankan rekomendasi politik terbaru untuk mendorong LCS sebagai calon Wali Kota Manado.
“Di Bappilu kita akan menyusun sedemikian banyak langkah untuk menyiapkan program strategis demi menjalankan amanah Ketua Harian Prof. Sufmi Dasco Ahmad dan hasil Rakercab Partai Gerindra Kota Manado,” jelas Theo.
Ia menegaskan, rekomendasi untuk mendorong LCS maju dalam Pilkada Manado kini menjadi tambahan target politik yang akan dipersiapkan oleh mesin pemenangan Gerindra.
Dengan demikian, pertarungan menuju kursi Wali Kota Manado mendatang tampaknya mulai memasuki babak pemanasan.
Gerindra Manado memilih tidak menunggu momentum mendekat, melainkan mulai menyiapkan peta jalan politik sejak dini.
Bagi Theo Runtuwene, perintah politik tersebut bukan sekadar wacana, melainkan mandat partai yang harus diterjemahkan menjadi kerja politik nyata di lapangan.
“Cerdas membaca dinamika politik di Kota Manado, baik saat ini maupun yang akan datang, adalah sebuah kewajiban,” tandasnya.
- Penulis: RedaksiMedia



Saat ini belum ada komentar