Pernahkah Anda harus berjalan di dalam kegelapan? Rasa cemas, takut tersandung, dan ketidakpastian seringkali membuat langkah kaki kita menjadi ragu-ragu. Hidup ini pun terkadang terasa seperti itu. Kita dihadapkan pada masa depan yang berkabut, keputusan-keputusan sulit, atau tantangan yang membuat kita tidak tahu harus melangkah ke mana.
Foto jalan setapak yang diterangi sinar matahari di atas mengingatkan kita akan satu hal: Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian dalam kegelapan.
Dalam Mazmur 119, pemazmur menyebut Firman Tuhan sebagai pelita dan terang. Pelita pada zaman kuno bukanlah lampu sorot yang bisa menerangi seluruh area hingga berkilo-kilometer ke depan. Pelita hanya menerangi satu atau dua langkah di depan kaki si pejalan.
Ini berarti, Tuhan seringkali tidak langsung menunjukkan seluruh peta masa depan kita. Dia ingin kita berjalan dengan iman, melangkah selangkah demi selangkah sambil terus bergantung pada petunjuk-Nya setiap hari.
Ketika kita setia membaca, merenungkan, dan melakukan Firman-Nya, hati kita akan dipenuhi kedamaian karena kita tahu jalan kita sedang dituntun oleh Sang Terang Dunia.
”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105
Doa Hari Ini
“Tuhan Yesus, terima kasih atas Firman-Mu yang selalu menjadi terang di tengah kegelapan dunia ini. Ampuni kami jika seringkali kami merasa cemas dan mencoba berjalan dengan kekuatan kami sendiri. Pimpinlah setiap langkah kaki kami hari ini agar apa yang kami lakukan, pikirkan, dan katakan selalu memuliakan nama-Mu. Amin.”
















