Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengaku memiliki tim favorit yang tak pernah berubah setiap gelaran Piala Dunia.
“Saya sejak dulu tim favorit untuk Piala Dunia itu Belanda,” ujar YSK.
Pilihan YSK bukan tanpa alasan. Tim berjuluk De Oranje selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia meski belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan 48 negara peserta, meningkat dari sebelumnya 32 tim.
Format baru membuat persaingan semakin ketat karena 12 grup akan memperebutkan tiket ke fase gugur.
Fase grup akan berlangsung sepanjang 11-28 Juni 2026. Setelah itu turnamen berlanjut ke babak 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal hingga partai puncak pada 19 Juli 2026 waktu setempat atau 20 Juli dini hari WIB.
Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu turnamen paling kompetitif dalam sejarah.
Sejumlah negara dipandang memiliki peluang besar menjadi juara.
Argentina masih menjadi ancaman serius dengan tradisi juara dunia dan kedalaman skuad yang tetap kuat.
Prancis kembali masuk daftar unggulan berkat generasi emas yang masih berada pada usia produktif.
Brasil selalu menjadi kandidat utama karena memiliki stok pemain bintang yang melimpah di hampir semua lini.
Inggris datang dengan skuad muda bertalenta yang semakin matang dan berpengalaman di turnamen besar.
Spanyol dan Jerman juga diprediksi bangkit sebagai kekuatan utama Eropa setelah melakukan regenerasi pemain dalam beberapa tahun terakhir.
Pertanyaan saat ini, bagaimana Peluang Belanda? Bagi YSK dan jutaan pendukung Oranje di seluruh dunia, Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan emas.
Belanda tergabung di Grup F dan dijadwalkan menghadapi Jepang, Albania, serta Swedia pada fase grup.
Berdasarkan komposisi grup, Belanda memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur. Secara materi pemain, Belanda masih ditopang sejumlah nama berpengalaman seperti Virgil van Dijk, Frenkie de Jong dan Memphis Depay.
Kombinasi pemain senior dan generasi muda membuat De Oranje dinilai memiliki keseimbangan yang cukup baik di setiap lini.
Namun tantangan terbesar Belanda bukan sekadar lolos grup, melainkan menghapus sejarah panjang sebagai “raja runner-up”. Belanda tercatat tiga kali mencapai final Piala Dunia, yakni tahun 1974, 1978 dan 2010, tetapi selalu gagal menjadi juara.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan dan menghindari cedera pemain kunci, Belanda berpotensi melangkah jauh hingga semifinal bahkan final. Meski belum menjadi favorit utama dibanding Argentina, Prancis atau Brasil, De Oranje tetap masuk kategori *dark horse* yang sangat berbahaya.
Kini harapan para pendukung Belanda, termasuk Gubernur YSK, adalah melihat Oranje akhirnya memecahkan kutukan puluhan tahun dan membawa pulang trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.
Akankah 2026 menjadi tahun kejayaan Belanda? Dunia sepak bola akan segera mendapatkan jawabannya.
(***)
















