Berita Terbaru
light_mode
Trending Topik
Beranda » Religi » MTPJ 22 – 28 Februari 2026 (Minggu Sengsara I) Mazmur 130:1-8 -“Pada Tuhan Ada Pengampunan ”

MTPJ 22 – 28 Februari 2026 (Minggu Sengsara I) Mazmur 130:1-8 -“Pada Tuhan Ada Pengampunan ”

  • account_circle RedaksiMedia
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Menurut kalender gerejawi, minggu ini kita memasuki minggu sengsara yang pertama dalam menghayati penderitaan Yesus Kristus. Dalam teologi Reformed, sengsara Tuhan Yesus adalah inti doktrin Substitusi Penal (Kristus menanggung hukuman dosa manusia). Prapaskah dalam tradisi Reformed adalah waktu untuk self-examination (memeriksa diri).

banner 336x280

Di minggu sengsara ini, kita akan menghayati kembali betapa pentingnya pengampunan Tuhan Allah sebagai kebutuhan mendasar bagi pengampunan dosa manusia. Kematian Yesus Kristus adalah pengorbanan yang memungkinkan pengampunan dosa. Ibrani 9:22 menyatakan, “Menurut hukum Taurat hampir segala sesuatu disucikan dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”

Penelitian mengungkapkan betapa pentingnya pengampunan itu, karena tidak hanya berdampak pada aspek rohani tetapi juga seluruh aspek kehidupan. Menurut penelitian oleh June Tangney, dkk.), rasa bersalah yang tidak terselesaikan dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan merasa rendah diri. Sumber dari pengampunan yang sejati dan sempurna adalah Tuhan Allah. Tema minggu ini: “Pada Tuhan Ada Pengampunan.”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Mazmur ini termasuk dalam kelompok “Mazmur Ziarah”. Dalam tradisi Yahudi, Mazmur 130 ini sering dibaca di Bait Suci selama Yamim Noraim (Hari-hari Kegentaran), periode sepuluh hari pertobatan yang berpuncak pada Yom Kippur (Hari Pendamaian). Bersama dengan Mazmur 6, 32, 38, 51, 102, dan 143, Mazmur 130 sering disebut juga sebagai mazmur pertobatan/penyesalan.

‎‎Dalam tradisi Kristen, Mazmur ini dikenal sebagai De Profundis (Bah. Latin, artinya: “dari jurang yang dalam”), merupakan frasa dari terjemahan Alkitab Latin abad ke-4 oleh Hieronimus, “De profundis clamavi ad te, Domine” (Bah. Latin, artinya: “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan”). De Profundis, digunakan dalam liturgi pemakaman, pertobatan atau prapaskah; menekankan pengharapan akan pengampunan dan kebangkitan.

‎‎Ayat 1. Kata “dalam” (Ibr. ‛âmaq) berarti tidak dapat diselidiki. Kata ini digunakan secara harfiah dalam Yesaya 51:10 untuk laut. Perairan dalam adalah gambaran umum untuk kesusahan dan bahaya. Ini bukan hanya penderitaan fisik, tetapi terutama kesadaran akan dosa yang memisahkan manusia dari Tuhan Allah. Ini sebagai bukti bahwa manusia, dalam keadaan berdosa, tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri sendiri. Seruan ini adalah tindakan iman yang mengakui kedaulatan dan kasih karunia Tuhan Allah sebagai satu-satunya harapan. Ayat 2. Tuhan Allah memang mendengar sebagai Yang Mahatahu, ucapan yang paling lembut dan paling rahasia serta paling keras; tetapi, iman memenuhi tugasnya untuk memohon kepada Tuhan Allah agar mendengarnya, sehingga Dia yang mendengar dengan sifat-Nya sendiri dapat berkenan mendengar melalui doa orang yang berdoa.

‎‎Kata “Mengingat-ingat” (Ibr. Tishmor) (Ayat 3) dari akar kata Ibr. Shamar, yang berarti “menjaga,” “memelihara,” “mengawasi,” atau “mencatat.” Hal itu membuat pemazmur mengungkapkan, “Siapakah dapat bertahan?” Ini adalah pengakuan bahwa semua manusia bersalah di hadapan Tuhan Allah dan tidak dapat dibenarkan oleh usaha sendiri. Tidak ada perbuatan yang dapat membuat manusia layak di hadapan-Nya. Karena itu ayat 4 menyatakan bahwa manusia membutuhkan pengampunan. Kebutuhan akan kasih karunia, yang hanya ditemukan dalam Tuhan Allah. Pengampunan adalah anugerah murni dari Tuhan Allah, bukan karena jasa manusia, dan bertujuan untuk membawa manusia kepada kekaguman serta ketaatan kepada Tuhan Allah saja.

‎“Aku menanti-nantikan” (Ibr. Qivviti) dalam ayat 5, berasal dari akar kata Ibr. Qavah, yang berarti “menunggu,” “menanti dengan harap,” atau “berharap. Namun kata “Qivviti” mencerminkan sikap rohani yang aktif dan penuh iman, bukan sekadar menunggu pasif, tetapi menanti dengan keyakinan bahwa Tuhan Allah akan bertindak. Sedangkan untuk kata mengharapkan (Ibr. Hochalti). Berasal dari akar kata Yachal yang berarti: mengharap, menantikan dengan sabar atau dengan mempercayai. Sehingga penantian pemazmur di sini sebagai ekspresi iman yang aktif dan sabar. Penantian ini didasarkan pada firman Tuhan Allah, yang menjadi dasar pengharapan sejati.

‎Ayat 6. Pemazmur menggambarkan pengharapan itu seperti pengawal yang menjaga kota di malam hari, atau para Imam dan orang Lewi yang berjaga di Bait Suci; yang, karena lelah dan kurang istirahat, sungguh-sungguh menginginkan dan dengan penuh harap mengharapkan fajar cepat menyingsing, agar mereka dapat menyelesaikan tugas dan dapat beristirahat. Ini mengacu pada kebiasaan bahwa salah seorang Lewi yang bertugas di Bait Suci ditunjuk untuk berjaga sampai fajar menyingsing, saat korban harian harus dipersembahkan. Orang Lewi berjaga dengan penuh harap menantikan fajar yang tidak hanya akan membawa kelegaan dari kerja keras tetapi berkat positif, dalam kepastian baru akan belas kasihan perjanjian Tuhan Allah.

Ayat 7. “Berharaplah” (Ibr. Yachel) atau “Nantikan dengan sabar”. Seruan kepada Israel untuk berharap pada Tuhan Allah sebagai panggilan kepada Gereja, yang adalah “Israel rohani.” Kata “kasih setia” (Ibr. Hesed) menunjukkan kesetiaan Tuhan Allah pada perjanjian-Nya, dan “penebusan” menegaskan kuasa-Nya untuk membebaskan umat-Nya dari dosa. Penebusan ini bersifat menyeluruh, mencakup baik individu maupun komunitas. Ungkapan “Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya” dalam ayat 8, menunjukkan kuasa Tuhan Allah untuk menghapus dosa umat-Nya secara menyeluruh. Dalam Perjanjian Baru, hal ini berhubungan dengan karya Yesus Kristus, yang melalui kematian dan kebangkitan-Nya menyediakan pengampunan penuh.

Makna dan Implikasi Firman 

  1. Sehebat dan sekuat apapun kita dari segi posisi, kedudukan dan jabatan, kemampuan finansial, kemapanan ekonomi, kekuatan fisik dan bahkan dengan apapun yang dapat dibanggakan; ada masa dalam hidup, kita akan mengalami kelemahan dan kerapuhan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan dalam menghadapi “sesuatu”, karena pada dasarnya kita adalah manusia yang lemah dan berdosa. Kita tidak dapat mengendalikan semua hal dan kita tidak dapat mengatasi semua peristiwa. Kita tidak dapat menolong diri sendiri bahkan orang lain pun tidak dapat menjamin bisa membantu, karena pada dasarnya kita semua manusia berdosa. Oleh karena itu kita membutuhkan pengampunan dari Tuhan Allah supaya dapat memulihkan kehidupan kita.
  2. Berseru kepada Tuhan Allah adalah cara terbaik untuk menghadapi setiap proses dan tahapan dalam kehidupan. Berseru kepada-Nya adalah bentuk kesadaran diri bahwa kita membutuhkan-Nya dan hidup kita bergantung kepada kasih dan anugerah-Nya. Berseru kepada Tuhan Allah dapat juga kita lakukan lewat doa-doa kita dengan penuh kerendahan hati untuk memohonkan pengampunan, pertolongan dan penyertaan-Nya. Berseru dan berserah kepada Tuhan Allah sambil menantikan dan berharap pada pertolongan-Nya, bukan berarti kita tidak bertindak; sebab justru dalam keadaan seperti inilah iman kita semakin aktif untuk memiliki pengharapan penuh kepada-Nya.
  3. Ketika berharap di dalam iman, kita menantikan waktunya Tuhan Allah, penantian dalam iman kepada-Nya. ‎Tuhan Allah senantiasa dan niscaya memberikan pertolongan pada saat yang tepat. Dalam penantian tersebut, kita harus tetap berdiri kokoh, kuat, tabah dan sabar sambil waspada supaya tidak terlena dengan berbagai godaan dan tantangan.
  4. ‎Kiranya dalam penghayatan minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus, kita semakin menanamkan kesadaraan tentang keberdosaan dan ketidakberdayaan kehidupan kita. Tanpa pengampunan Tuhan Allah kita tidak akan terbebas dari dosa, dan tanpa kasih-Nya kita tidak akan sanggup mengatasi pergumulan kehidupan kita.

(dodoku GMIM) 

  • Penulis: RedaksiMedia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Christiany Eugenia Paruntu

    Layak Pimpin Golkar Sulut, Ini Profil Chistiany Eugenia Paruntu

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Christiany Eugenia Paruntu (CEP) merupakan satu-satunya figur yang layak memimpin kembali Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), bukan tanpa alasan Tetty sapaan akrabnya sudah banyak berbuat untuk masyarakat bumi niyur melambai lewat tangan dinginnya mengelola dan membesarkan partai berlambang pohon beringin tersebut. Christiany Eugenia Paruntu lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 25 September […]

  • Ketua AFP Sulut Meyvo Rumengan bersama Ahmad Abdul Karim dan Alfa Karaeng

    Didukung Penuh Gubernur YSK, Sulut Kirim Dua Talenta Muda Futsal ke Jakarta

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sulawesi Utara (Sulut) mengirimkan 2 nama pemain putra U-17 untuk ikut dalam seleksi yang diadakan Federasi Futsal Indonesia melalui tim seleksi nasional. ‎Ke 2 nama itu didapatkan dari hasil talent detection yang dilaksanakan di Gor Vista Malalayang, Kota Manado pada 4 Mei 2026 kemarin. Proses seleksi yang diikuti […]

  • Rawan longsor, Kondisi akses jalan masuk Kecamatan Kumelembuai. Insert (foto : Intra Pongantung)

    Berpotensi Longsor, Warga Minta Pemerintah Perhatikan Akses Jalan Masuk Kecamatan Kumelembuai

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Kumelembuai, MEDIAALTERNATIF.ID – Akses jalan masuk Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pasalnya ruas jalan utama ke ibukota kecamatan ini sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi terjadi longsor. Warga pun meminta pemerintah untuk segera mengantisipasi sebelum ada korban. “For pemerintah jangan terlalu lambat mo tangani sebelum dia longsor full, soalnya […]

  • “Echoes of Seke Maneke”: Tradisi Bahari di Pulau Para Lelle Hidup Kembali Sebagai Atraksi Wisata

    “Echoes of Seke Maneke”: Tradisi Bahari di Pulau Para Lelle Hidup Kembali Sebagai Atraksi Wisata

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Sangihe, MEDIAALTERNATIF.ID – Gelaran budaya bertajuk Echoes of Seke Maneke sukses dilaksanakan di Kampung Wisata Para Lelle, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Acara yang berlangsung selama empat hari sejak tanggal 10 sampai 13 Juni 2025 menghidupkan kembali tradisi bahari kuno “Seke Maneke”, sebuah warisan budaya masyarakat Pulau Para Lelle yang sarat nilai gotong royong […]

  • foto : (hpm)

    Ciptakan Pilkada Damai, Kapolres Minsel : Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Amurang, MEDIAALTERNATIF.ID – Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP Arianto Salkery, SH MH memimpin apel pagi jajaran personel di halaman Mapolres Minsel, Selasa (29/20/24). Dalam arahannya, Kapolres menyoroti dinamika kamtibmas saat ini pada tahapan kampanye Pilkada serentak 2024. “Secara umum situasi aman kondusif, akan tetapi kita perlu menyikapi isu-isu yang beredar di media sosial, yang bisa […]

  • Koordinator Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Korpri sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, Marcelino Mewengkang

    Jaga Nama Baik Gerindra, Marcelino Pilih Mengundurkan Diri

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle RedaksiMedia
    • 0Komentar

    Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Di tengah ramainya pemberitaan yang mengaitkan namanya dengan dugaan penipuan dan penggelapan, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara sekaligus Koordinator Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Korpri, Marcelino Mewengkang, menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari jabatan politik yang diembannya. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga nama baik Partai Gerindra Sulawesi Utara yang […]

expand_less