Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Sebanyak 546 ekor bibit babi unggul asal Denmark resmi tiba di Sulawesi Utara sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan sektor peternakan babi yang sempat terpukul akibat wabah African Swine Fever (ASF).
Bibit babi tersebut diimpor oleh salah satu pengusaha peternakan babi yang berlokasi di Kota Manado. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan mendukung penuh langkah tersebut karena bibit berasal dari negara yang bebas dari penyakit strategis pada ternak babi serta memiliki kualitas genetik unggul.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nova Pangemanan, memastikan seluruh bibit yang didatangkan telah melewati pemeriksaan kesehatan secara ketat sejak sebelum diberangkatkan dari Denmark hingga tiba di Sulawesi Utara.
”Bibit babi yang didatangkan dari Denmark ini semuanya sudah diperiksa dan dalam kondisi sehat. Selain itu, babi ini berasal dari negara yang tidak terintegrasi virus, sehingga dari sisi kesehatan ternak sangat terjamin,” ujar Nova.
Ia menjelaskan, ratusan bibit tersebut masih berada pada kategori grand parent stock atau generasi pembibitan awal. Bibit ini akan dikembangkan terlebih dahulu sebelum menghasilkan keturunan F1 yang nantinya dipasarkan kepada para peternak di Sulawesi Utara sebagai bibit unggul.
Menurut Nova, kehadiran bibit impor tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan populasi ternak babi di Sulawesi Utara sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan yang terdampak ASF dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara menerapkan biosekuriti super ketat saat mengawal kedatangan bibit babi di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Selasa (7/7/2026) malam.
Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto, mengatakan seluruh bibit telah menjalani masa karantina selama 20 hari di Denmark sebelum dikirim ke Indonesia.
”Secara administrasi semua persyaratan impornya sudah lengkap. Hasil uji laboratorium dari Denmark menyatakan ternak sehat,” katanya.
Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, petugas langsung melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik ternak sebelum dipindahkan ke truk yang telah disterilisasi menggunakan cairan disinfektan. Selanjutnya, seluruh bibit dibawa ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) untuk menjalani observasi serta pengujian laboratorium lanjutan.
Petugas juga mengambil sampel yang akan diuji di Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBUSKHIT). Apabila seluruh hasil pengujian menunjukkan hasil negatif terhadap penyakit, bibit babi tersebut akan dinyatakan aman dan siap dikembangkan.
Impor perdana bibit babi dengan metode kandang tertutup ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat pemulihan industri peternakan babi di Sulawesi Utara sekaligus memenuhi kebutuhan bibit unggul bagi para peternak lokal.
(*/red)















