Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Perebutan kursi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara memasuki babak krusial dengan pola seleksi yang tak lagi biasa.
Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara Sulut) menerapkan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses penentuan Sekprov, setelah mengantongi rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Langkah ini menjadi penanda pergeseran besar dalam tata kelola birokrasi daerah.
Seleksi tidak lagi bertumpu pada pendekatan administratif semata, melainkan pada pemetaan talenta berbasis rekam jejak kinerja, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan strategis pemerintahan dan pembangunan.
Tahapan seleksi kini berada pada uji kompetensi teknis melalui wawancara komite talenta.
Skema ini menempatkan pembuktian kinerja dan kapabilitas manajerial sebagai fondasi utama dalam penyaringan kandidat menuju kursi birokrasi tertinggi di daerah.
Ditengah proses tersebut, nama Tahlis Gallang tercatat menembus babak final.
Posisi Sekprov sendiri memegang peran sentral sebagai motor penggerak birokrasi, pengendali tata kelola pemerintahan, sekaligus simpul koordinasi lintas perangkat daerah.
Penerapan manajemen talenta mempertegas arah reformasi birokrasi di Sulawesi Utara menuju sistem yang lebih terukur, kompetitif, dan transparan.
Mekanisme ini dirancang untuk memastikan jabatan strategis diisi figur dengan kapasitas terbaik, sekaligus mempersempit ruang subjektivitas dalam promosi jabatan.
Dengan pola baru ini, seleksi Sekprov Sulut bukan sekadar proses administratif, melainkan arena uji kualitas kepemimpinan birokrasi yang akan menentukan ritme pemerintahan dan akselerasi pembangunan daerah kedepan.
(ddkb)
















