Manado, MEDIAALTERNATIF.ID – Komunitas Gerakan Anti Narkoba Garda Nusantara (Garda Nusantara) Sulawesi Utara terus memperkuat eksistensinya dengan merangkul berbagai tokoh dari kalangan akademisi dan insan pers.
Bergabungnya para dosen dari sejumlah perguruan tinggi serta jurnalis senior dinilai menjadi energi baru dalam memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Bumi Nyiur Melambai.
Ketua Garda Nusantara Sulut, Miracle Megumi Sengkey, mengatakan kehadiran para akademisi dan insan pers sebagai penasehat maupun pembina merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap ancaman narkoba yang masih menjadi persoalan serius di Sulawesi Utara.
”Para dosen dan kalangan pers ini memiliki satu tekad bahwa narkoba sangat berbahaya dan harus diperangi bersama. Untuk menunjang eksistensi komunitas, mereka bersedia bergabung sebagai penasehat dan pembina Garda Nusantara,” ujar Miracle, Selasa (21/7/2026).
Adapun jajaran yang bergabung dalam struktur Garda Nusantara Sulut antara lain Prof. Dr. Rosdalina Bukido, S.Ag., M.Hum., CPM, Dekan Fakultas Syariah IAIN Manado; Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si, Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi; Mersys Charles Loho, Direktur Komunikasi dan Humas PWI Pusat; serta Hence Tumilaar, Pemimpin Redaksi sekaligus Pimpinan Operasional Kompas TV Manado, yang dipercaya sebagai penasehat.
Sementara itu, jajaran pembina diperkuat oleh Dr. Musly Mokoginta, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Unsrat; Dr. Viktory Rotty Pascasarjana Unima; Dr. Ferol Warouw, S.T., M.Eng., M.Pd., dosen Arsitektur dan pakar lingkungan Unima; Astrid Tatumpe, S.H., M.H., dosen Hukum UNPI Manado sekaligus mantan finalis Putri Indonesia asal Sulawesi Utara; Wanda N. Turangan, M.Pd., anggota Komisi Informasi Provinsi Sulut dan dosen tutor Universitas Terbuka Manado; Devis O. Pinontoan, M.Pd., dosen IAKN sekaligus presenter Kompas TV; serta Meicky Kodoati, Ketua Jurnalis Polda Sulut.
Miracle optimistis, bergabungnya tokoh-tokoh dari dunia pendidikan dan media akan memperkuat sinergi dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat dalam mengedukasi publik mengenai bahaya narkoba.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi penyalahgunaan narkotika.
”Dengan bergabungnya para dosen dan pers senior, kami semakin yakin Garda Nusantara Sulut akan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan gerakan anti narkoba serta mendukung upaya pemerintah menciptakan Sulawesi Utara yang bersih dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.
(toar)
















